Potret pendidikan Indonesia

Masih membekas dalam ingatan ku saya, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Aku Saya dan teman teman berangkat sekolah pagi sekali, berlomba untuk mendapat bangku yang paling depan. Apalagi ketika naik kelas, pintu gerbang masih di kunci pun kita saya sudah stand by di depan sekolah. Ada rasa kepuasaan tersendiri bagi saya dan teman teman kalo dapat bangku yang paling depan.

Motivasi dari guru kami, telah membakar semangat kami agar selalu duduk dibangku paling depan. Ketika pulang pun kita saya selalu berusaha yang paling depan. Caranya yaitu dengan banyak belajar, kalo belajarnya kurang kita saya pulangnya jadi terahir terus hehhe.. Karena yang pulang duluan hanya teman teman yang bisa menjawab soal soal kuis yang dilontarkan guru kami

Islam mengajarkan kita agar selalu terdepan dalam segala hal, dalam shalat pun demikian, Rasulullah shalallahu’alayhi wasallam bersabda; ”jika kalian tahu pahala shalat di shaf pertama pasti kalian akan berebut”. Faktanya anak sekolah sekarang bukanya berebut dapat bangku paling depan. Banyak yang dari rumah pamitnya berangkat sekolah tapi ga sampai ke sekolah.

Sedih sekali melihat keadaan seperti itu, banyak sekali anak Indonesia yang tidak bisa sekolah namun mereka yang bisa sekolah tidak mensyukurinya. Lihatlah, maaf mereka yang cacat saja bersusah payah untuk tetap sekolah. Kita yang sempurna harusnya lebih semangat dari mereka. Apalagi ikut ikutan tawuran bahkan sampai jadi korban.

Ingatlah diri kita Anda ini cuma satu satunya di dunia. Diri anda tidak ada duplikatnya, setiap yang langka itu mahal, diri anda mahal. Jadi jangan sia siakan diri anda. Mending ribut yang membangun, berlomba lomba dalam kebaikan. Mulai dari sekarang, mulai diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil. Tanaman tumbuh subur di lahan yang baik, maka pilihlah lingkungan yang baik untuk pertumbuhan diri anda. Buatlah Indonesia tersenyum🙂

Ketika saya di SMP teman teman sekelas saya itu sudah langganan merokok dan minum minuman keras. Alhamdulillah waktu SMP saya sudah mengaji jadi saya sedikit tau mana yang boleh dan mana yang tidak boleh di lakukan dalam hidup. Sampai sekarang saya tidak tergoda dengan rokok dan minuman keras. Walaupun seribu tawaran menggoda

Tentang tawuran pelajar, waktu masih SMK saya juga pernah sekali ikut tawuran. Awalnya saya cuma pengin nonton kaya apa sih tawuran, tapi faktanya saya malah di kejar kejar polisi yang merazia tawuran itu. Teman saya yang pengin nonton juga malah jadi korban tawuran.

Tempo dulu waktu SMK

Alhamdulillah saya berhasil kabur😦 tidak jadi korban tawuran dan tidak kena razia polisi. Dari pengalaman pertama saya tidak mau lagi berhubungan dengan yang namanya tawuran. Loe Gue end.

Kenapa sih saya bisa ikut tawuran? Pertama, rasa penasaran waktu itu saya ingin tau dan mencoba hal hal baru. Kedua, sekolah pulang lebih awal dan saya tidak ada kegiatan apapun selain di sekolah. Ketiga, Ajakan teman.

Dari pengalaman pribadi, saran saya agar pelajar dan mahasiswa Indonesia tidak tawuran;

1). Teman. Teringat hadist Rasulullah shalallahu’alayhi wasallam; ”orang yang bergaul dengan penjual minyak wangi maka dia akan kebagian wanginya/dikasih minyak wangi, orang yang bergaul dengantukang pandai besi maka dia akan kena asap/bara apinya”. Jadi kalo kita mau terhindar dari tawuran janganlah bergaul dengan mereka yang suka tawuran.

2). Sekolah. Ketika saya SMK, di sekolah saya belum banyak kegiatan ekstra kulikulernya. Ada OSIS tapi itu tidak membuat saya tertarik. Jadi saran saya sekolah perlu menambah jam pelajaran di sekolah dengan kegiatan ekstra kulikuler yang membuat pelajar dan mahasiswa tertarik. Misal Basket, Badminton, Sepak Bola dll

3). Silaturakhim. Perlunya kegiatan silaturakhim antar sekolah untuk mempererat persaudaraan, kerjasama dalam suatu kegiatan sosial dll. Dengan begitu kita jadi lebih tau maknanya persaudaraan dan kepedulian ssosial, berbuat baik pada semua orang. Waktu saya SMK belum pernah ada kegiatan seperti ini.

4) Orang tua. Dulu saya ikut tawuran tapi orang tua saya tidak tau. Saya juga suka main sama anak jalanan, pengamen pengamen bis kota. Jadi pengawasan orang tua terhadap anak sangat di perlukan sekali. Karena bila orang tua kurang pengawasan mungkin sibuk dengan pekerjaan dll, akibatnya bisa fatal. Salah teman, salah pergaulan.

Menginjak ke bangku kuliah, saya mulai tau sedikit problema pendidikan di Indonesia diantaranya adalah kualitas Guru. Dikampus tempat saya kuliah di Kabupaten Tangerang mayoritas Dosenya adalah praktisi (kerja di pabrik). Kendalanya adalah Dosen suka terlambat datang mengajar alasanya ada yang urgent di kantor dll.

Sehingga kita sering kali ada tambahan jam atau pergantian hari untuk menggantinya. Disini juga ada kendala lagi, yaitu sarana prasarana yang kurang mendukung. Ruang kelas yang tidak memadai sehingga sebagian teman teman duduk lesehan di kelas😦. Proyektor yang terbatas, membuat dosen saya harus memegang leptop sambil nulis. Itu sangat mengganggu proses belajar mengajar, kita jadi ga fokus, panas dll

My class

My lecture

Harapan saya tunjangan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru ataupun dosen swasta di tambahin dong lagi . Sehingga mereka tidak mencari kerjaan sampingan di luar profesinya sebagai pengajar, yang sering kali menghambat proses belajar mengajar. Selain itu juga peningkatan kualitas pengajar sekolah ataupun kampus swasta perlu dilakukan, sepertinya masih jarang. Agar tidak terjadi kesenjangan antara guru swasta dan negri.

Di Kabupaten Tangerang kendala terkait ruang kelas ternyata bukan di kampus saya aja. Ada sekitar 1.200 ruang kelas yang rusak ringan dan berat. Kekurangan ruang kelas akibat banyak ruang kelas yang rusak hampir terjadi di setiap kecamatan. Ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Bambang Mardi.

Menurut Camat Tigaraksa Achmad Suryawijaya, saat ini kondisi sekolah di wilayahnya masih harus menerapkan sistem aplus pagi dan sore karena kekurangan ruang kelas. Kondisi itu membuat proses kegiatan belajar dan mengajar para siswa terganggu. “Masuk sekolah dengan diaplus, secara psikologis akan mengganggu daya konsentrasi para siswa saat belajar di sekolah. Maka, jika ruang kelas terpenuhi tidak ada lagi siswa yang masuk siang,” jelasnya.

Salah satu sekolah di Kabupaten Tangerang yang menggunakan sistem aplus karena kekurangan kelas

Mari kita bantu bersama mudah mudahan kondisi bangunan di Kabupaten Tangerang dan daerah lain di Indonesia bisa tuntas. Terkait kurikulum pendidikan nasional yang baru saya berharap, kurikulum baru yang tengah disusun saat ini dirancang untuk bisa menjawab konvergensi peradaban. sehingga Indonesia tidak hanya sekadar membangun ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun peradaban dunia.

Membangun kompetensi antara lain sikap dan ketrampilan untuk setiap lulusan jenjang pendidikan, sehingga mereka lulus tidak mencari kerja tapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Disamping itu juga kompetensi guru perlu ditingkatkan karena keberhasilan pendidikan banyak di pengaruhi oleh guru. Perubahan kurikulum kurang berpengaruh jika kompetensi, cara mengajar guru tidak berubah. Bangkitlah, berjuanglah Indonesia ku🙂 Harapan itu masih ada..

  1. #1 by Said Rahman on November 17, 2012 - 6:49 AM

    Saya jg berharap tunjngan guru diperbesar

    ˘ ºˇ ώκώЌώκ ˚•☺•˚ώκώЌώk Apalagi di Tangerang Kabupaten, g ada çαмα² sekali

    • #2 by 3yuwono on November 17, 2012 - 8:26 AM

      😀 smga berubh jd indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: