Tantangan Postgraduate di luar negeri

Menjadi mahasiswa di negara lain memang jadi tantangan tersendiri. Tidak mudah dan butuh tekad kuat. Beda budaya beda cara belajar beda semuanya. Sehingga kita juga harus serius menjalani semua aktivitas ini dengan tekun. Di kampus yang multi bangsa tentu kita semua belajar. Memang bahasa yang lagi lagi menyatukan kita agar bisa komunikasi

Kita disini juga berperan sebagai duta indonesia. Jangan malu maluin negeri kita. Negeri kita hebat kok. Pemudanya juga cerdas. Kendala utama mahasiswa indonesia di luar bisa jadi masalah bahasa. Karena inggris bukan bahasa utama atau kedua kita. Jadi butuh kerja keras. Mungkin jika hanya komunikasi bicara tidak jadi masalah berarti untuk mahasiswa indonesia. Tapi bila urusannya udah baca paper ilmiah. Itu berat

Karena gimanapun teks akademik sangat berat bahasanya. Baca buku bahasa indonesia aja bisa sulit. Apalagi bahasa asing hehe..  Seperti saya di setiap mata kuliah ditargetkan membaca total 300 halaman paper ilmiah. Yah itu sekitar 30-40 paper artinya.  Cari ilmu dan cari pengalaman. Bukan sekedar titel aja. Disitulah pentingnya kita merencanakan apa yang mau di dapat di luar.

Zaman dulu, anak muda yang kuliah di luar bikin gerakan untuk merdekakan negeri ini. Nyata dan berhasil. Kini anak muda pun juga harus melakukan sesuatu di luar. Bangun jaringan, kolaborasi dengan berbagai elemen. Tantangan lain ketika S2 adalah kemampuan untuk mencerna apa yang dosen sampaikan secara baik. Informasi yang masuk ke kita sangatlah banyak dan terus menerus. Bahasanya beda pula. Mengambil inti dari pesan dosen itu penting

Semakin banyak anak negeri yang s2 di luar tentu akan berdampak besar buat indonesia. Karena mereka bisa kolaborasikan pemikiran untuk bangsa. Tentunya jika para anak muda yang pernah mengeyam pendidikan di luar ini juga peka dengan kondisi bangsa.  Dan kurangi kesan kalo diri lebih baik dan lebih tau banyak hal. Kolaborasikan dengan kearifan lokal negeri kita

Abis pulang kuliah kamu mau apa ? Bikin dan buat apa ? Culture shock tentu pasti terjadi. Banyak kebiasaan di luar yang tidak akan match dengan budaya indonesia.  Tadi malam temen temen saya semuanya ratusan orang pada pesta pesta. Minum dan dance gitu. Disinilah ujian komitmen diri kita di uji. Mampukah tetap menjaga hati dengan baik. Butuh ujian keimanan bahasa kerennya hehe..

Kalau kamu memang tidak biasa drink and dance ya jangan lakukan itu🙂 jangan aji mumpung di luar ga ada yang ngawas jadi bebas. Tolak aja tawaran itu dengan baik. Kita punya sikap orang akan hormati. Jngan sampai terlihat kita tidak punya sikap. Waktu saya tiba di amsterdam Agenda pertama di amsterdam : stadion ajax amsterdam🙂

Bagaimana kalo di Eropa? Emang eropa itu tempat yang cocok buat yang udah nikah. Kalau belum nikah ga kebayang deh godaan imannya. Kuliah di luar bukan wajib atau harus. Tapi jika ada kesempatan dan kemampuan. Kenapa tidak? Tidak punya uang ? Saya rasa 90 % mahasiswa indonesia kuliah diluar dengan beasiswa (beasiswaindo.com). Ok sekian semoga bermanfaat, mereka bisa s2 kita juga pasti bisa

Deketin Allah yang punya semuanya. Jalani yang wajib dan hidupkan yang sunnah. Dengan ibadah kita bisa dapatkan apa yang kita mau namun dengan uang kita tidak bisa dapatkan segala yang kita mau. cc @yusuf_mansur by @udayusuf

  1. #1 by 3yuwono on September 27, 2012 - 4:17 PM

    Gratefully, but am not perfect please give your advice to me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: