Tentang Cinta

Siapa yang lagi galau ? Yuk kita berbagi biar ga galau lagi . . Hujan kadang bikin hati makin ringkih. Yah semua orang pernah bujang. Saat bujang pasti banyak khayal yang terlintas. Mau ini, ingin itu dan sebagainya. Mau istri macam dian sastro. Mau suami macam daniel radclif. Berfantasi seakan dunia hanya di ruang mimpi. Yah ga ada yang salah dengan galau. Saya coba memahami itu sebagai fitrah. Jiwa yang labil karena belum ada pasangan yng menguatkan

Minum susu hangat sambil hujan deras berterjunan. Stalking wall pujaan hati atau si mantan terindah. Berharap ada resonansi hati dengan melihat facebooknya. Mau sms si dia tidak mampu. Jemari seakan beku padahal nomornya berada di puncak daftar nama telepon genggam. Malam selalu jadi tempat galau kaum ababil. Di kamar sendiri memikirkan dirinya. Meski dirinya bisa jadi tidak pernah terlintas tentang kamu

Apalagi yang tidak punya nomor hp nya, jejaring sosial nya. Hari harinya muter muter nyari cara buat ngedapetin semua itu😀 Yah itulah manusia. Menarik sekali. Ingin mengungkapkan isi hati tapi tidak mampu. Yang ia mampu hanya mencuri curi kesempatan. Ya dia memang tampan. Juara kelas. Idola sekolah. Atlet provinsi. Tapi ia tidak peduli padamu. Karena kamu dinilai tidak sekelas dengan nya

Maklum, seleb hanya mau sama seleb. Ini kan bukan negeri nya cinderela. Dia manis. Lesung pipi nya merona ^_^. Akhlaknya baik. Cerdas dan aktif di berbagai lomba. Sayang dia acuh padamu. Dia terlalu sibuk. Pria atau wanita idaman. Begitulah yANg sering orang sebut UNtuk mengkiaskan sosok pujaan hati. Tapi benarkah ia lahir untuk mu ?

Waktu dan tenaga kita terlalu mahal jika kamu habis kan untuk ratapi fotonya atau bahkan tangisi dirinya. Ia belum tentu yang terbaik untuk mu. Pujaan hatimu bukanlah yang engkau inginkan tapi yang kamu butuhkan. Bukan untuk sekedar digandeng, tapi untuk tutupi lobang nistamu. Melihat foto mantan terindah juga tidak akan menghapus luka lama. Kamu hanya sedang menggali lubang untuk kamu sakiti sendiri

Udahlah. Dia sudah bahagia dengan pasangan yang lain. Kamu terlalu cupu hingga tidak mampu mengajaknya ke pelaminan. Cinta tanpa kepastian. Karena cinta tidak mengenal kredit. Cinta hanya mengenal tunai atau tidak sama sekali. Malam itu sangat indah. Sayang jika kamu habisi untuk ratapi nasib karena di siksa perasaan mu oleh pujaan hati. Dia juga tidak peduli

Kuatkan jiwa kamu kawan. Hidup itu memang untuk mencintai. Tapi cintailah ia yang telah jadi hak kamu. Jangan langkahi ijab kabulmu. Ah adik kelas itu manis ya. Anggun pakaiannya. Prikitiuww… ^_^ Aku suka padanya. . Kisa klasik. . Jika sudah suka. Mantabkan hati. Nikahilah. . Ah si kakak kelas itu oke banget. Cool. Pemimpin banget. Aku pengen dia jadi imam ku. Pantaskan diri kamu untuk nya. Allah akan buka jalan

Rahasia jodoh itu siapa yang tau. Allah punya kehendak dan rekayasa sendiri dalam hal ini. Percayalah ia tidak akan lari dari mu. Jangan coba coba kasih bekas mendalam pada kekasih tidak sah mu kawan. Itu sangat sulit. Sulit UNtuk di lupakan. Menyiksa diri. Biarkan kekasih mu itu lalu dalam hanyutan waktu yang berlalu. Jangan biarkan ia jadi mantan terindah bagi hatimu

Hari hari yang kau kewati bersamanya. Biarkan jadi debu yang berserakan. Tidak boleh menumpuk jadi batu yang membusuk di celah langit hatimu. Menyalakan api memang sulit. Tetapi mematikannya lebih sulit. Butuh pengorbanan. Kamu siap menyayat hatimu kawan ? Tatap masa depan kamu & jodoh mu bukan pada dia. Tapi pada dirinya. ALLAH sudah menyiapkan yang terbaik bagimu. Apa yang kau khawatirkan?

Kala ada pujaan hati yang kembali hadir. Jangan habiskan waktumu untuk mengenal dirinya. Saat resonansi sudah terjadi, maka mantabkan langkah. Sebaik dan seindahnya cinta adalah setelah ijab kabul. Pembuktian cinta yang sejatinya. Totalitas dalam berekspresi. Jadi ibadah. Sakit ya putus cinta itu. Tapi lebih sakit lagi ketika ingin menghapus cinta. Berat sekali. Seakan melekat sangat erat.

Jangan sampai mantan terindahmu jadi cinta terlarang bagi hatimu. Kamu telah menzinahi hatimu jika terjadi seperti itu. Bersucilah kawan. Jaga hatimu dan biarkan kepada yang berhak. Biarkan resonansi hatimu bekerja dengan alamiah. Dan mencari siapa pujaan sejati dari hatimu. Tidak sulit merasakan resonansi hati. Kamu deg degan melihatnya? Kau gagap berbicara denganya ? Lanjutkan dengan khitbah

Saya seorang orator. Teman teman di kampus tau itu. Tapi berbicara dengan istriku sebelum nikah hati jadi kikuk tidak berdaya. Lidah membeku. Lutut gemetar. Itulah resonansi yang Allah berikan. Tidak perlu bermain api. Maka khitbah lah yang jadi jalan pertama. Memulai dengan penbuktian cinta. Lalu dimana peran bunga puisi dan kencan. Itu bisa dilakukan setelah prosesi penting itu terlaksana. Lebih berkah..

Pria dan wanita. Semua punya hati yang mampu beresonansi. Doa pada yang punya hati agar kepekaan mu semakin tajam. Tahukah kamu. Semalam tadi. Aku menangis. Mengingat mu. Merindukan mu. Ah itukah yang sering kamu rasakan kawan? Pernah kamu disakiti oleh lawan jenis mu? Selingkuh. Putus sepihak. Dikhianati. Di siksa batin mu ? Pernahkah ?

Apa yang kamu lakukan setelah kamu disakiti ? Mencampakkannya ? Menilai semua pria brengsek ? Parahnya lagi ada yang sampai bunuh diri! Begitukah ? Jangan berpikir semua pria busuk . Masih banyak pria baik yang layak untuk mu. Tidak kecewa . Allah yang akan menyiapkan untuk mu. Sang mahasiswi idaman di nikahi pria lain. Jangan kecewa. Ia belum tentu baik bagimu. Berdoalah pada Allah. Kuatkan hati kamu.

Hidup itu bukan hanya untuk memikirkan siapa jodoh mu. Tapi berpikirlah kamu akan membangun visi apa bersama jodohmu. Kamu melihat wanita dari paras dan akhlaqnya. Kamu lihat pria dari karakter dan kemapanannya. Tapi Allah melihat lebih dari itu, tentang masa depan. Bahagia itu bukan hanya sekedar bergandeng tangan dengan mahasiswi idaman. Tapi bahagia itu bergandeng tangan hingga akhir hayat

Bahagia itu bukan romantisme di saat muda. Tapi romantisme di kala senja. Bahagia itu saat kamu bisa berkorban untuk seorang yang kamu cintai. Bahagia itu bukan di rangkul oleh pria populer. Tapi bahagia itu di lindungi jiwa raga hingga ajal menjemput. Terima kasih buat yang udah membaca. Semoga bermanfaat.. By @Udayusuf

  1. #1 by 3yuwono on September 27, 2012 - 4:18 PM

    Gratefully

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: