Jilbab ku

Mencoba mengulik fenomena pemertahanan keyakninan untuk berjilbab di tengah sekulerisasi dan phobia. Pertama bersyukur di UI (Universitas Indonesia) yang memakai jilbab sudah banyak, terutama mahasiswa baru UI 2012

Bersyukur di kampus UI tidak ada pelarangan mengenakan pakaian pengindah & penjaga bagi muslimah. Konstitusi pun melindungi dalam menjalankan ibadah dalam pasal 28 ayat 2, berjilbab pun termasuk ibadah bagi muslimah. Tidak usah heran kenapa Pasal 28 ayat 2 bisa muncul,dari zaman Indonesia masih bernama Nusantara,toleransi sudah ada. Hidup tetap berdampingan 

Islam masuk dengan damai,dari akhlak pembawa Islam dari negri sebrang. Syiar yang mempesona masyarakat Nusantara hingga berbondong bondong masuk Islam. Dan Islam brkontribusi dalam kemerdekaan. Seprti Diponogoro,Imam Bonjol,Cut Nyak Dien,dsb. Islam itu tidak asing bagi negeri ini. Nah, dari sejarah bisa kita pahami bahwa Indonesia begitu lekat dengan Islamnya,hingga sekarang,kita yang merasakannya.

Ini kenapa jadi ngomong sejarah? | Kita pahami dl posisi kita sebelum ngobrolin jilbab ku sekarang.🙂 Jadi,Islam di Indonesia sebetulnya bukan hal baru. Begitu juga jilbab sebgai salah satu bagian penting dalam Islam. Kembali harus bersyukur ktika secara historikal & konstitusional, Indonesia begitu sejalan dengan Islam dan perkembangannya di negeri ini, 

Mungkin tidak sberuntung muslimah di negeri ini. Muslimah di Eropa harus menanggung ketakutan orang orang terhadap Islam bgitu juga jilbabnya.  Di negara yang katanya menjunjung kebebasan seperti Prancis & Italia,masih ada pelarangan terhadap keyakinan,ya termasuk berjilbab. Bahkan di Prancis masih berlaku pelarangan pemakaian jilbab disejumlah sekolah. Keyakinan sentimentil bagi muslimah dinegasikan

Kembali ke Indonesia,di tengah adanya konstitusi yang memayungi,ktka ada historikal Islam di negri ini, jilbab kini tidak sepenuhnya diterima. Jika segenap insan dijamin mnjalankan printah Allah,sedih ketika tentara wanita tak bisa menutupi aurat seutuhnya sbagai muslimah. Dari data yang di dapat ketika tentara wanita berdinas di NAD saja mereka menutup auratnya dengan seragam gagah mereka,selepas itu,terlepaslah sudah jilbab

Bukankah peraturan di bawah UUD harus luluh mengikuti & sejalan? Kapan srikandi srikandi TNI kami dapat mengenakan hak mereka sbagai muslimah? Pernah melihat lowongan kerja? | tampak secara tersirat/bahkan lugas penolakan untuk pengenaan jilbab bagi karyawan/calon karyawannya. Akhir 2009 kita mungkin terkejut karyawati harus “bongkar-pasang” jilbab ketika berkja d sebuah RS. Karena adanya pelarangan penggunaan jilbab

Atau sebuah maskapai penerbangan nasional. Disebutkan calon pramugari harus berambut pendek/panjang terikat. Lalu dikemanakan jilbab nya? Saat berjilbab tidak diacuhkan lagi,lalu dimana payung konstitusi? Ketika berjilbab di era kapitalisme,maka para wanita dibenturkan terhadap karir masa depannya ketika jilbabku ingin dikenakan.

Ketakutan tak mendapat kecerahan masa depan berkarir karena jilbabku yang menandakan kemusimahan ini dipinggirkan. Saudariku,sungguh iri dengan keteguhan ketika jilbabku dengan prcaya dirinya dikenakan. Ketika dorongan pasar tak ingin utuhnya aurat ini tertutup. Ketika kerja otak & hati hanya dinilai dari harusnya terurai rambutmu.

Sungguh IHSD bukanlah hanya sekadar cermonial. Ini pertanda perjuangan para muslimah belumlah usai,Ketika cerdasnya diri & potensi prestasi harus tersendat karena dibenturkan dengan pilihan mengenakan jilbab. Uniknya alasan para institusi & perusahaan berkilah karena tidak sesuai dengan seragam. Dan jilbabku tidak termasuk hitungan. Begitu sulitkah penyesuaian?

Teman, FIFA,asosiasi sepakbola internasional sudah membolehkan pemain bola putri mengenakanjilbab. Lalu kenapa di Indonesia masih tersendat Ketika jilbabku ada adalah aktualisasi keislaman seorang muslimah. Saat ibadah menjadi hal yang dilindungi, kenapa diskriminasi kian terjadi? Momen Internasional Solidarity Hijab Days (ISHD), seharusnya menjadi langkah dalam advokasi pemertahanan keyakinan pengenaan jilbab

Kecerdasaanmu & ketaqwaanmu tidak selayaknya dipisahkan. Jilbabku tidak akan mengurangi prestasiku, yakinkanlah itu wahai dunia. Konsistensi dari peraturan dasar negara seharusnya mengiringi aturan aturan di bawahnya,termasuk aturan perusahaan yng ada di negeri ini. Lantangan perjuanganmu wahai saudariku, jilbab ku akan terus terurai dimanapun kaki ini menapaki bumi, rizki sudah diatur Allah,percayalah.

Ketika percaya sudah diresapi, jilbabku tidak akan menghalangi rizki. Jilbab adalah pengundang berkahnya rizki. Mengumpulkannya dengan taqwa🙂 Bukan berarti dengan percaya diaturnya rizki berhnti dalam berjuang di negri ini. Jilbab ku adalah hak,berjuanglah merengkuh hak taqwamu. Bertahanlah wahai saudariku, jilbab ku adalah perintah Sang pemberi rizki. Jangan goyah dengan provokasi, karena ProvokasiNya lbh indah dari mereka

Jika scara historikal, Islam sudah melekat pekat di Indonesia, maka jilbabku tidak mnjadi penghalang mewarnai negri ini dengan prestasinya. Ketika konstitusi melindungi, jilbabku selayaknya dapat mengukir sejarah apiknya di setiap sisi penjuru negeri. Kuatkan keyakinanmu, perjuangkan hakmu untuk mengenakan jilbabku. Karena taqwamu bukan penghalang prestasi dan karirmu.🙂

Mempertahankan keyakinan juga titik penting selain menumbuhkembangkan keyakninan. Jilbabku tidak boleh terlepas karena kapilatis yang menyerbu. Kamu dilindungi dengan konstitusi negri, Kamu dilahirkan di bumi Islam tinggi berdiri. Ambilah hakmu & kenakanlah pakaian taqwa cantikmu, Semoga coretan ini dapat membuka cara baru meramaikan IHSD (Momen Internasional Solidarity Hijab Days), ada hak yang belum teraih. Semoga bermanfaat.🙂 By @Salam_UI

  1. #1 by jak tu on September 20, 2012 - 10:36 AM

    You’re really a just right webmaster. The web site loading pace is incredible. It seems that you are doing any unique trick. Moreover, The contents are masterwork. you have performed a great process in this topic!

    • #2 by 3yuwono on September 27, 2012 - 4:21 PM

      Gratefully, but am not perfect please give your advice to me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: