Depresi pada remaja


Depresi pada remaja merupakan kondisi yang serius dan mempengaruhi emosi, pikiran, dan perilaku. Hal-hal yang biasanya menjadi pemicu adalah teman-teman sepergaulan, tekanan akademis, dan perubahan bentuk badan. Depresi pada remaja tidak berbeda dengan pada dewasa: membutuhkan pengobatan dan konseling psikologis yang tepat 

Beberapa tanda yang harus diwaspadai: kesedihan, kepekaan, atau marah yang berlangsung > dari 2 minggu. Konflik dengann teman/anggota keluarga; sensitif sekali dengan penolakan/kegagalan; pemikiran bahwa tidak ada harapan lagi dalam hidup. Prestasi sekolah menurun/sering absen; terpikir untuk kabur dari rumah; hilang minat kumpul dengan keluarga 

Penampilan neglected (rambut acak acakan, pakaian tidak matched); perilaku yang tidak mengenal bahaya; pengguna narkoba/alkohol. Meskipun penyebab pasti dari depresi belum pasti diketahui, ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terjadinya depresi. Faktor risiko tsb antara lain: memiliki orang tua/famili lainnya yang depresi; physical or sexual abuse; menjadi saksi terjadinya kekerasan, 

Orang tua yang keras dan selalu menyalahkan; perceraian orang tua; penyakit kronik seperti diabetes/asma; pengguna alkohol/narkoba. Tidak mudah bergaul/sedikit punya teman; perilaku perilaku negatif seperti low self-esteem, sangat tergantung, pesimis, dll.. Tertarik kepada sesama jenis sehingga timbul konflik internal di dalam dirinya dan menerima tekanan negatif dari masyarakat 

Obesitas yang dapat memicu ejekan atau cemooh dari orang lain sehingga dapat menurunkan harga dirinya. Bagaimana peran kita dalam mencegah atau menghadapi masalah depresi pada remaja ini? Tunjukkan pada mereka keinginan kita untuk memahami perasaan mereka dan bahwa kita peduli dengan mereka . Dengarkan keluhan mereka tanpa adanya judging dan coba tempatkan diri anda di posisi mereka 

Bantu tingkatkan harga diri mereka dengan memberikan apresiasi terhadap prestasi kecil atau kemampuan mereka. Jelaskan kepada mereka tidak selamanya kita mendapatkan apa yang kita harapkan; it’s OK not to be perfect! Dorong mereka untuk membuat diari; Menuliskan apa yang mereka rasakan dapat memperbaiki mood mereka

Dorong mereka untuk mencari pertolongan dari siapapun yang ia percayai; remaja terkadang menarik diri ketika mereka sedang mghadapi masalah. Sekian terimakasih By @secondopinionID

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: