Miliuner yang dermawan

Teladan dari Sosok Abdurrahman Bin ‘Auf – Miliuner (orang kaya raya/hartanya berjuta juta) yang Dermawan by @asepfakhri” Bismillaahirrahmaanirrahiim” | semoga menjadi salah satu amal shalih bagi kita semua. Menjadi KAYA tentu impian setiap orang | manusia terus berupaya menguasai kekayaan dengan cara yang berbeda-beda. Namun terkadang, manusia sering menghalalkan berbagai cara | yang penting ia dapatkan harta banyak | keharaman pun dilakukan.

Ada kisah menarik pada diri sahabat Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam yang perlu kita tiru | mereka menguasai kekayaan dengan motivasi terbaik | beribadah kepada Allah. Rizeki yang diterima, hanya yang halal | mereka teguh pada syariah dalam setiap bisnis, akad, modal dan kerja keras mereka. Dalam berproduksi serta menafkahkan harta, waktu dan dirinya hanya untuk mencapai ridha Allah | ibadah | bukan pamer dan keangkuhan

Inilah zuhud yang sebenarnya | mereka simpan harta di tangan, bukan di hati | harta ia jadikan sarana untuk taat kepada Allah. Semakin kaya mereka, semakin mereka taat Syari’at | mereka tentu berani KAYA, dan pastinya berani untuk TAAT. Bukan dengan ber “miskin” ria lalu melegitimasi kemalasannya dengan baju zuhud | salah kaprah. Satu rahasia mereka memiliki harta dan bisnis yang penuh ‘berkat’ dan berkah adalah karena ketaatannya pada syariat!

Mengapa? Karena, tanda keberkahan sebuah harta adalah membuat kita semakin dekat dengan Allah subhanahu wata’ala dengan bertambahnya Ilmu dan Amal. Dan Abdurrahman bin ‘Auf ra adalah sosok istimewa, sahabat Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam yang perlu kita tiru dalam hal ini | kaya raya yang taat. Sosok istimewa ini termasuk 8 orang yang pertama masuk Islam, 10 sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam masuk surga.

Beliau juga termasuk 6 orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah pasca Umar bin Al-Khathab | ia mufti yang dipercayai Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam. Beliau masuk Islam atas ajakan Abu Bakar Ash Shiddiq, yaitu sebelum Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam tinggal di rumah Al Arqam. Saat kaum Muslim hijrah ke Madinah ia termasuk dalam rombongan | beliau dipersaudarakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam dengan sahabat Sa’ad bin Rabi’

Sa’ad bin Rabi’ berkata kepada beliau, “Wahai saudaraku, aku memiliki dua kebun, pilihlah mana yang engkau suka, lalu ambillah.” “Semoga Allah subhanahu wata’memberikan berkah kepada harta dan keluargamu. Akan tetapi, tunjukanlah kepadaku pasar.” jawab beliau. Beliau adalah pribadi yang pandai berdagang dan ulet | mulailah ia berjual beli | Selang beberapa saat ia mengumpulkan keuntungan.

ia merasa cukup harta yang dikumpulkan untuk mahar nikah. Ia pun mendatangi Rasulullah seraya berkata, “Sy ingin menikah, ya Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam,” “Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu?” tanya Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam. | “Emas seberat biji kurma,” jawabnya. Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam bersabda, “Laksanakanlah walimah walau hanya dengan mnyembelih seekor kambing. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberkati pernikahan dan hartamu.”

Ia dijuluki ‘Sahabat Bertangan Emas’ | Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Tak hanya seorang pengusaha, ia juga sosok pejuang pemberani yang mengikuti peperangan demi peperangan bersama Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam. Pada waktu perang Badr, ia berhasil membunuh salah satu dari musuh musuh Allah subhanahu wata’ala, yaitu Umair bin Utsman bin Ka’ab At Taimi.

Pada perang Uhud, dimana diantara kaum muslim banyak yang lari, ia tetap ditempat dan terus berperang | sekitar dua puluh sekian luka. Perjuangan beliau di medan perang masih lebih ringan jika dibanding dengan perjuangannya dalam harta yang dimilikinya | ia sosok dermawan. Benar, ia kaya raya | tapi tidak menjadikannya lalai | tidak menjadi penghalang untuk menjadi dermawan.

Mari kita lihat betapa beliau dermawannya | terkisah saat perang Tabuk, salah satu peperangan yang membutuhkan perbekalan banyak. Abdurrahman bin ‘Auf menyumbang 200 ‘uqiyah emas | ia infakkan hartanya itu di jalan Allah subhanahu wata’ala | berapa kalau kita rupiahkan? 1 uqiyah emas = 29,75 gram emas, 200 uqiyah = 5,95 kg emas | jika harga 1 gram emas Rp 500.000, jadi yang beliau infakkan lebih dari 2,9 Milyar

Subhanallah, infak yang tidak sedikit | beliau kaya tapi juga dermawan dalam jalan dakwah Islam | ia juga pejuang dakwah Islam. Kisah yang tak kalah menarik adalah ketika kafilah dagang beliau yang terdiri dari 700 onta penuh membawa kebutuhan kebutuhan tiba di kota Madinah. Hiruk pikuk terdengar di kota | Ummul Mukminin bertanya, “Suara apakah ini?” Maka dijawab, “Telah datang kafilah Abdurrahman bin ‘Auf.”

Ummul Mukminin berkata lagi, “Sungguh aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam bersabda, ‘Aku melihat Abdurrahman masuk surga dengan keadaan merangkak.’ Mendengar berita tersebut, Abdurrahman berkata, “Aku ingin masuk surga dengan berdiri.” Maka beliau infakkan kafilah dagang tersebut.” Beliau juga terkenal baik kepada orang lain | setelah Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam wafat, Abdurrahman bin Auf selalu memenuhi kebutuhan kebutuhan Ummahatul Muslimin.

Puncak kebaikan kepada orang lain ialah ketika beliau menjual tanah seharga 40.000 dinar (sekitar 90,4 Milyar, jika 1 Dinar=Rp. 2.260.000) Ia bagikan semua hasil penjualan tanah tersebut kepada Bani Zuhrah dan orang-orang fakir dari kalangan muhajirin dan Anshar. Ketika Aisyah mendapatkan bagiannya, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam bersabda, “Tidak akan memperhatikan sepeninggalku, kecuali orang orang yang bersabar. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberinya air minum dari mata air Salsabila di surga.”

ia mufti ketika Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam masih hidup, Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam juga pernah shalat di belakangnya pada waktu perang tabuk| keutamaan yang tidak dimiliki orang lain. Beliau begitu sederhana. Apabila dalam suatu majelis, kesederhanaannya menjadikan manusia susah membedakan mana yang miskin dan mana yang kaya.

Melimpahnya harta tak menjadikan beliau lupa daratan, ia tetap taat | banyaknya harta, ia tetap pejuang dakwah | sosok “ideal” Saat beliau wafat ia banyak meninggalkan harta untuk ahli warisnya | 1000 onta, 100 kuda, 3000 kambing juga emas dan perak. Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Engkau telah mendapatkn kasih sayang Allah, kau berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah subhanahu wata;’ala selalu merahmatimu.”

Jika kita ingin meneladani beliau, tidak hanya bagaimana ia kaya | teladani juga bagaimana ia dermawan, pejuang dan da’i hebat. Semoga akan banyak sosok sosok Abdurrahman bin ‘Auf abad ini | ia kaya, dermawan juga pejuang Islam | Aamiin.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: