Manajemen organisasi dengan otak kanan

Manajemen organisasi ternyata efektif menggunakan otak kanan. Otak kanan itu sendiri adalah penentu kesuksesan sebesar 80% menurut Daniel Goleman. Sebetulnya hemisfer otak kanan berguna untuk inovasi, leadership, kreativitas, interpersonal, intuitif, imajinatif, dll. Orang yang dominan otak kanannya berprinsip pada konsep MBA di dalam memanajemen organisasinya.

Apa sih MBA itu? bukan gelar loh…haha. Apalagi Married By Accident. MBA adalah Management by Action, Adjustment, dan Administration. Tapi semua elemen MBA diawali dengan DNA. Apakah itu? DNA adalah dream and action…not dream and keep think. hehe. Manusia yang dominan hemisfer otak kanannya akan senantiasa memulai hidupnya dengan visi dan imajinasinya. itu DREAM namanya. 

Setelah Dream adalah Action. But jangan lupa ke Allah dulu cc. @yusuf_mansur. Sebaliknya orang otak kiri khawatir untuk memiliki Dream. Karena otaknya sangat realistis. Bukan sekedar mimpi, tapi action. Orang yang takut bermimpi, tidak akan pernah merasakan kesuksesan. Dan orang otak kanan selalu menghiasi hidupnya dengan impian segar. 

Banyak orang bilang sebelum bermimpi kita harus berpikir. Tapi kalau selalu memulai mimpi dengan hitung-hitungan matematis, maka say goodbye untuk mimpi kita. Orang otak kanan bisa multi tasking, bekerja sambil berpikir. Action and thinking. Itu namanya adjustment. Adjustment berguna untuk evaluasi (berpikir) tentang kelebihan dan kekurangan action action kita selama ini. 

Setelah fase Adjusment mapan, maka kita pun masuk ke tahap Administration. Administration itu apa ya? Konsep DNA & MBA banyak digunakan oleh Leader leader internasional maupun nasional di dalam memanajemen organisasinya. Administration itu fase paling akhir dalam konsep DNA, yakni sistematisasi kerja. Sudah terbentuk SOP, dan siap diduplikasi. 

Di dalam proses mewujudkan DNA tadi, akan sering terjadi kemerosotan. Lantas apa sikap kita. Sikapi kemerosotan dengan perasaan yang baik. Anggap sebagai pembenahan mental, pembelajaran, dinamisasi… Dan yang paling penting membuat kita lebih rendah hati. Otak kanan berguna pula untuk membentuk karakter gigih, ngeyel, dan ngengkel. Karena dia sudah menggambarkan jalan hidupnya dengan jelas di dalam otak. 

Biasanya orang gigih nurut sama @AAGym…lah kok bisa? Karena mempraktekan konsep 3M, Mulai dari diri sendiri, dari yang terkecil, dan dari saat ini. hehe… Finally leader yang dominan otak kanannya akan membentuk “Team in Love”. Apaan tuh? Team yang bergerak atas dasar kecintaan. Cinta sudut vertikal, cinta sudut horizontal, dan cinta nol derajat. Cinta terhadap yang maha kuasa, sesama, dan dirinya. Itulah kesempurnaan cinta menurut otak kanan. 

TEAM inilah yang dicita-citakan oleh Soekarno. Dengan adanya 10 pemuda penuh cinta dalam satu tim. TEAM itu sendiri berarti “Together Everyone Achieves More” TEAM yang kelak membebaskan Indonesia dan Dunia dari belenggu kuasa-kuasa fana. Begitu indahnya hidup apabila dunia diisi dan dinaungi atas nama cinta. Di dalam TEAM tersebut bersemayam nilai Respect, Responsibility, Care, and Knowledge. 

Itulah sekelumit kegilaan orang otak kanan, impian segar menjadi nafasnya & aksi menjadi jalan hidupnya. Keep DNA bro! And jangan lupa ke Allah dulu sebelum beraksi cc @yusuf_mansur🙂 By @Romadhoni27

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: