Yuk kita taati Allah dengan berhijab :)

Seringkali dalam taat, anggapan manusia dijadikan alasan | dalam maksiat, anggapan manusia malah dijadikan pembenaran. “yuk, kita taati Allah dengan berhijab!” | “wah, kata orang saya nggak pantas kenakan hijab, terlihat tua, terlihat lusuh, bla-bla-bla..” | ”kok kamu malah pacaran sih? kan maksiat?” | “ah, itu anak kyai juga pacaran, itu anak pak haji malah 2x ganti pacar! bla-bla-bla” Padahal anggapan dan pembenaran dari manusia nilainya nol besar | tak berarti sedikitpun disisi Allah

Bolehlah kami ceritakan kisah hari kiamat seperti yang didedahkan Al-Qur’an | saat yang diikuti karena maksiat berlepas dari yang mengikuti. ”yaitu; ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya” (QS 2:166). “dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali” (QS 2:166). “dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “seandainya kami dapat kembali (ke dunia),.pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami” (QS 2:167)

“demikian Allah perlihatkan amal perbuatan mereka jadi sesalan; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka” (QS 2: 167). Al-Qur’an nyatakan kepada kita kisah manusia yang hanya mengikut buta (taqlid buta) kepada seseorang yang sesat karena menyembah berhala. Karena ada orang-orang yang megikuti pendapat seseorang tanpa ilmu, jadi pembenarannya untuk membangkang perintah-Nya. Pada hari kiamat, orang yang dijadikan legitimasi ini justru meninggalkan pengikut pengikutnya, karena dia pun sulit dengan dirinya sendiri

Maka Allah menutupnya dengan kata ‘penyesalan’ | sesal bagi yang diikuti, dan sesal bagi yang diikuti | semuanya buruk. Kita hidup karena Allah izinkan, dan kita mati bila Allah inginkan | kenapa masih peduli anggapan manusia yang tiada hidup-matikan? 1000 orang bilang hijab itu tak pantas bagimu, perintah Allah tiada bergeser | penuhi kewajibanmu, urusan hisab mereka biarlah Allah

Tidak berhijab karena alasan anggapan manusia? | di hari akhir dia tiada tanggungjawab atasmu, engkau pun ikut dihisab. Satu Muslimah berhijab yang kau anggap buruk akhlak kau jadikan alasan hijab itu jelek | ribuan Muslimah baik hijabnya tak jadi perhatian. Bila satu contoh buruk jadi alasan abaikan hijab | seharusnya satu contoh baik juga bisa jadi alasan kenakan hijab kan?

Mari periksa hati | jangan-jangan kita memang lebih pintar menilik kesalahan yang belum tentu daripada kebaikan yang sudah pasti. Teringat senjata orang yang salah untuk menutupi kesalahannya dengan “blame the victim” | marah duluan, salahkan korban. “untuk apa hijab kalau akhlaknya jelek! untuk apa hijab kalau nggak bisa jaga mulut!” | yang bilang begini pasti belum berhijab

Untuk tutupi kekurangannya yang belum berhijab | dia coba cari salahkan yang lain untuk bertanggung jawab. Atau cari legitimasi yang lain, “wajah saya nggak cocok kerudung” “saya nggak pantes dihijab” “saya udah takdirnya buka aurat” (=_=)a Jurus terakhir, legitimasi pake kata “mendingan” | “mendingan hijab tapi akhlak buruk atau nggak hijab tapi baek?” bla-bla-bla…….

Jadi Muslim atau Muslimah itu jangan pikir minimalis, harusnya mikirnya | “mendingan hijab baek atau nggak hijab dan nggak baek?” Tapi ya silahkan, kalau masih mau buat banyak alasan | selama lidah masih bisa bersilat | sebelum satu hari badan yang katakan kebenaran. “bahkan (tubuh) manusia itu bersaksi atas dirinya sendiri, meskipun dia (manusia) mengemukakan alasan-alasannya” (QS 75:14-15)

Ingat selalu, satu hari dimana tiada kawan sedia menemani | tiada kawan yang mau dijadikan jaminan atau tanggungan. Pada hari itu, berharaplah tubuh jadi saksi | katakan pada Allah bahwa dia telah ditutupi sempurna karena asma Allah. Bila dunia mulai menarik bagimu, dan akhirat terasa jauh darimu | pejamkanlah mata, dan ingat kegelapan yang menanti di kubur

Dapat satu gunung emas akan ingin yang kedua | karena tak cukup makanan puaskan manusia kecuali gumpalan tanah yang menyumpal mulut. Bila banyaknya harta jaminan surga, tentu Rasulullah dimakmurkan dengan harta | namun Rasulullah memilih sederhana, uswah bagi kita semua. Bila sesuatu itu baik, maka tentu akan terjadi pada manusia yang terbaik | bila harta itu laik, tentu Rasul kan katakan itu menarik

Dunia itu membesarkan syahwat dan menutup hati | akhirat itu mengajak berpikir dan menghinakan nafsu. Hijab bukan pernyataan “aku sudah baik”, atau “aku tanpa dosa” | hijab adalah pernyataan sederhana dari “aku ingin taat” | Lelaki buaya berhidung belang sukakan aurat terbuka untuk mereka nikmati | puaskan nafsu dengan lekuk tubuh yang ditelusuri

Perhatikan olehmu Muslimah, saat wanita minim kain dan nyata lekuknya lewati lelaki | maka mata mereka mengikuti kemana pertunjukan pergi. Wanita tanpa hijab sediakan diri sendiri diperkosa lewat mata | jika saja mereka ketahui apa yang lelaki itu pikirkan di dalam kepala. Sedang wanita berhijab mempersilahkan lelaki menghormatinya dari segi apapun | asal tidak dari fisik badan

Perhatikan olehmu Muslimah, saat yang berhijab lengkap melenggang di hadapan lelaki | tunduk pandang dibuatnya, pikiran mereka diam. Itu baru di dunia, di akhirat lebih lagi | saat masuki surga engkau disalami para malaikat, dan saat menghadap Allah..? subhanallah Bila Allah menanyakan, mengapa layak surga diberikan padamu | setidaknya bisa kau jawab, “telah kuhijab apa yang Engkau perintahkan”

“ketika Rasul-Mu berucap kami dengar-patuh, karena tiada Rasul kami menyelisihi-Mu | terimalah hijab kami jadi tanda kami umat Rasul-Mu” Hijab membuatmu terhormat di dunia dan mulia di akhirat | hijab buat cantikmu tak lekang diseret waktu bagai emas 24 karat. Memang terkadang berat menyeret jilbab, agak sulit mengulur kerudung | namun bukankah dalam tiap kepayahan dalam taat akan dibalas?🙂

hijab membantumu tegaskan pada dunia, auratmu bukan murahan lagi gampangan | hanya yang mampu datangi walimu dan akad yang berhak. Hijab membantumu menghemat kata-kata untuk jelaskan siapa dirimu pada manusia | dan membantu malaikat rakib mudah catat amal baikmu. Bila Allah dan Rasul sudah jelas memerintahkan hijab | maka
alasan apapun basi dihadapannya🙂

By @felixsiauw

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: