Ngaku Muslim Tapi ga berIslam?

Sedih adalah ketika tau beberapa temen temen saya ternyata jadi bebek liberal dan anti islam. Padahal mereka ngakunya muslim. Sedih ketika mereka yang ngaku muslim terang terangan menolak konsekuensi syahadat. Mereka mencaci nilai islam dan muslim yang belajar istiqomah. Sedih saat mereka yang berbangga ber KTP Islam tapi gak mau menerima secara total ajaran islam. Padahal mereka tau itu.

Kalau belum bisa menjalankan saya masih mencoba memahami. Tapi kalau tidak mau menerima ? Bagaimana pertanggungjawaban aqidahnya. Banyak temen temen saya belum pake jilbab. Tapi mereka menerima kewajiban jilbab. Mereka hanya perlu waktu dan terus diyakinkan. Insyaa Allah.Kalau dengan yang seperti itu saya sangat bersemangat. Mendampingi mereka agar semakin kafaah dalam berislam. Cuma butuh waktu.

Tapi kalau terang terangan tidak menerima ajaran islam ? Melecehkan ulama. Hina konsep berpikir Islam. Saya harus gimana ? Doakan saja kah ? Kalau non muslim anti islam mah biasa aja. Wajar. Karena memang beda. Tapi kalau ngaku muslim tapi anti islam ? Gimana donk ? Sedih adalah ketika kita menyampaikan nilai Islam tapi para muslim mencibirnya. Padahal yang disampaikan adalah dari Al Quran. Pedoman hidup.

Sedih adalah ketika teman kita yang muslim. Bangga akan ketidakislamannya. Senang ketika islam dijelekan. Jadi pendukung fasiq dan munafiq. Jika itu teman kita , maka harus bagaimana ? Sejauh ini hanya saya diamkan. Diam agar tidak memicu konflik personal. Sedih adalah ketika mereka berbangga jadi sahabat iblis ketimbang menteladani Rasul. Kenapa bisa begitu ? Kenapa dengan teman2 yang mengaku muslim

Sedih ketika syahadat bukan lagi sebuah komitmen. Hanya sekedar label tanpa makna. Tiada ikrar, hanya ucapan tanpa janji. Banyak teman saya yang sangat semangat belajar Islam. Saya coba dampingi. Mereka yakin islam,hanya butuh waktu tuk berubah. Senang rasanya. Kamu belum rajin sholat sekarang. Ya gapapa, selama kamu yakin Islam itu kebenaran. Pelan pelan perbaiki sholat kamu. Tingkatkan keimanan.

Kamu yakin jilbab baik. Tapi belum berjilbab. Gapapa kok. Terus dekatkan diri pada Allah. Yakinkan diri kamu perlahan. Allah akan membimbing kamu. Kalau kau mau belajar dan berubah. Yuk sama sama kita. Tapi kalau kamu muslim lalu komen hal anti islam, saya akan diamkan. Maaf. Saya hanya berusaha mengajak yang baik. Kalau tidak berkenan dengan apa yang saya sampaikan. Silahkan..

Maaf saya harus bicara seperti ini. Karena kamu muslim ngakunya. Kalau memang kamu beda ya gapapa. Kita saling menghormati. Seinget saya, saya tidak punya konflik keyakinan/aqidah dengan non muslim. Sangat toleran insya Allah. Tapi kenapa jadi sama yang muslim konfliknya ? Saya dulu juga nakal, males ibadah, bandel. Tapi alhamdulillah bertahap berubah. Saya cuma mau ngajak yang baik kepada yang lain. Boleh kan ?

Sedih adalah ketika seorang muslim mencibir muslim lain yang mengajak kebaikan. Apa maksudnya ?sudah yakin masuk surga ? Atau dibutakan dunia ? Fokus dakwah saya adalah mereka yang meyakini Islam. Kalau yang belum, saya belum sanggup. Saya mau menguatkan muslim agar menjadi muttaqin. Kenapa fokusnya itu ? Karena kemampuan saya sebatas itu. Saya bisa optimal berbagi.

Buat saya social media adalah media berbagi. Berdakwah. Menginspirasi. Kesempatan tuk mengajak yang baik. Saya ga tau apakah saya sudah cukup bertaqwa. Tapi yang saya tau saya terus belajar dan mengajarkan. (ali imran 79) Kamu ngaku muslim tapi menolak konsekuensi syahadat ? Itu apa namanya ? Muslim juga atau apa ? Kamu muslim. Menerima konsekuensi syahadat. Tapi masih banyak kurangnya. Itu lebih baik daripada menolak. Terus lah belajar dan belajar.

anDunia akhir zaman ? Inikah yg kita hadapi. Hmm. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang beriman hingga akhir nafas. Pertama kali saya ikut pengajian secara sadar dan paksaan temanya tentang syahadat dan apa itu konsekuensi dari nya. Sangat membekas. Pengajian selanjutnya berbicara tentang niat dan ikhlas. Dan selanjutnya bicara tentang pengorbanan. Sangat jelas dalam rekam pikir saya.

Dalam berbagi saya tdk pernah menghina siapapun. Tidak mencibir. Saya mencoba sesopan mungkin. Bil hikmah wal mawidzotil hasanah. Contoh kemarin saya bicara tentang konsep nikah. Tidak ada saya mengharamkan pacaran. Saya hanya mengajak tuk segerakan ibadah. Tanpa paksaan. Atau saya bicara tentang aqidah. Tidak pernah saya menghina agama lain. Lakum dienukum waliyadien. Jelas penuh toleransi.

Saya bicara tentang hakekat muslim dalam bahasa yang sederhana dan moderat. Tidak ada ekstrimisme yang cenderung memicu perbedaan. Karena islam itu jelas. Tiada abu abu dalam agama ini. Saya hanya menyampaikan apa yang benar dan baik. Dengan cara yang bijak dan lembut. Salah ? Kamu muslim tapi ga mau berislam totalitas ? stengah stengah? Semoga Allah selalu menyayangi kita. Melindungi kita. Memberi petunjuk hidup. Dan pertemukan kita di akhirat kelak. Amin

By @Udayusuf

  1. #1 by zero seven on August 24, 2012 - 10:04 PM

    lebih menyedihkan lagi ada perempuan berjilbab yang bilang “anti poligami”
    (padahal poligami itu kan sunah rasul, dan tidak diwajibkan bagi yang tidak mampu melakukan poligami karena tujuan poligami adalah menyelamakan janda dari kemiskinan)

    koq bisa ya, aneh -___-”

    http://zulfauzi.blogspot.com/2012/08/ternyata-nggedein-pilot-jet-nggak-bikin.html

  2. #2 by 3yuwono on October 11, 2012 - 10:23 PM

    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: