Indikator sukses

Sebagaimana diyakini bahwa orang orang yang beriman adalah orang orang yang di dorong untuk seelalu sukses dunia akhirat. Yaitu kesuksesan yang hakiki baik di dunia maupun di akhirat nanti. Apapun posisi, profesi dan kedudukannya nanti. Seruan untuk mengggapai kemenangan & kesuksesan ini dikumandangkan pada setiap azan & ikamah ketika hendak melaksanakan shalat,..

Yaitu kalimat hayya ‘alal-falaah (mari kita raih kesuksesan dan keberhasilan). Yang perlu disadari adalah indikatorsukes dlm ajaran Islam bukan semata mata pada aspek materi & bukan pula sebaliknya hanya pada aspek rohani. Bukan pula pada aspek hablumminallah saja dengan mengabaikan hablumminannas atau sebaliknya Tetapi keseimbangan antara keduanya (tawazun) saling melengkapi dan saling mengisi.

Indikator sukses yang bersifat tawazun ini, antara lain, seperti diungkapkan dalam QS Al-Mukminun (23): 1-11.

  • Pertama, selalu berusaha untuk menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan Hal ini dilakukan dengan cara menjadikan shalat sebagai sebuah kebutuhan utama di samping kewajiban Shalat dijadikan sebagai medium utama untuk meraih pertolongan dan ridha Allahsubhanahu wata’ala. Apalagi jika ditambah dengan shalat berjamaah yang dijadikannya untuk membangun silaturahim dan menguatkan ukhuwah Islamiyah di antara sesama orang yang rukuk dan sujud
  • Kedua, mampu menghindarkan diri dari ucapan & tindakan yang tidak ada manfaatnya. Artinya, berusaha memiliki etos kerja & produktivitas yang tinggi & mempersembahkan yang terbaik dalam bidang & keahliannya Sehingga betul-betul menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya
  • Ketiga, selalu berusaha mengeluarkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada yang membutuhkan terutama untuk diberikan kepada kaum dhuafa dalam bentuk zakat, infak, & bentuk kedermawanan lainnya Sikap ini akan melahirkan kekuatan etika dan moral di dalam mencari rezeki. Hanya rezeki yang halal-lah yang ingin ia dapatkan
  • Keempat, mampu menjaga akhlak dan kehormatannya dalam pergaulan dengan lawan jenis. Sehingga selalu terjaga kejernihan hati, pikiran, dan juga raganya. Dalam situasi apapun tidak pernah melakukan kegiatan hura hura yang penuh dengan kebebasan & permisif. 
  • Kelima, selalu berusaha menjaga amanah dan janjinya. Disadari betul bahwa segala potensi yang ada pada dirinya seperti ilmu pengetahuan & harta merupakan amanah dan titipan dari Allah subhanahu wata’ala yang kemudian akan dipertangungjawabkan di hadapan-Nya. Persepsi & pandangan seperti ini akan menyebabkan seseorang tidak akan pernah menghalalkan segala macam cara untuk meraih kenikmatan dunia yang sifatnya sesaat dan sementara. 

Inilah beberapa indikator sukses hidup seorang Muslim kapan & dimana pun, yang smoga dapat menjadi guideline untuk diimplementasikan. Niat ikhlas & kerja keras yang dilandasi dengan keimanan & ketakwaan kepada Allahsubhanahu wata’ala merupakan bingkai utamanya.  Demikian Mudah mudahan kita semua bisa menjadi orang sukses dunia akhirat. Amin. Wallahua’lam bi ash shawwab.

By @hafidhuddin

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: