Muhasabah kehidupan :(

Bismillahirakhmanirakhiim, Assalamu’alikuum warah matullahi wabarakatuuh, Asyhadualla ilahailallah wa asyhadu anna muhammadarasulullah. Allahumma shali’ala muhammad wa’ala ali muhmmad.. Dengan mengucapkan syukur dengan penuh ke rendahan hati mari kita sama sama kembalikan kepada ke hadirat Allah subhanahu wata’ala., yang sampai kini Allah masih memberikan kesempatan buat kita. Untuk kembali memahami dan mesyukuri segala karunia-Nya yang telah diberikan kepada kita,..😦

Jagaaan ke bersyukuran seorang hamba adalah ketika ia mau belajar memahami segala karunia yang telah Allah berikan pada kita sebagai amanah-Nya menjadi khalifah di muka bumi dengan segala potensi yang telah Allah berikan. Saudaraku sekalian😦 taukah anda banyak sekali hamba yang lemah yang tidak tau bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala atas segala karunia-Nya. Dan tidak melibatkan Allah dalam kehidupannya. Semakin jauuh dari Allah. Tidak mau mengindahkan firman firman Nya.

Saudaraku,.😦 mari kita coba belajar keluar dari kotak kecil pola pemikiran kita. Sebagaimana seperti se ekor katak yang terkurung di dalam tempurung dia tidak tau arti dalam kehidupan. Ketika dia bisa keluar dari dalam tempurung barulah dia sadar bahwa dia bisa bebas bergerak kesana kemari, bisa melompat lebih jauh, lebih tinggi dari pada hewan lain. Dia bisa hidup di air dan di daratan.

Selama dia dalam tempurung dia tidak pernah tau kalau dia bisa bebas bergerak kesana kemari, bisa melompat lebih jauh, lebih tinggi dari pada hewan lain. Dia bisa hidup di air/berenang dan di daratan. Dia merasakn ruh nya ketika berada di luar tempurung. Saudaraku😦 sang katak akhirnya bersyukur bisa keluar dari kekurangan dirinya. Dia bisa menemukan berbagai potensi keinginan keinginanya.

Dan dia bisa hidup lebih baik dengan berbagai peluang ketika berada di luar tempurung. Sudaraku😦 untuk mengungkit perjalanan hidup anda keluarlah dari kotak kecil pola pikir pemikiran kita. Cobalah untuk memahami hidup dari sudut pandang yang berbeda. Belajar untuk memperbaiki diri melakukan perubahan kualitas iman dan taqwa kita mulai dari hal sekecil mungkin. Bentuk syukur atas segala karunia/penghargaan Allah pada kita.

Janganlah fokus pada kekurangan diri kita (tuna netra, tuna daksa, tuna aksara,tunarungu dll) . Tapi fokuslah pada kelebihan yang kita punya. Yang telah Allah anugerahkan buat kita. Berbuat baiklah pada orang lain dan ajak mereka agar sama ataupun lebih baik dari kita. Ketika kita bisa memahami kelebihan yang kita punya yang telah Allah anugerahkan buat kita. Maka kita akan bisa memahami hidup bahwa kesuksesan diraih dengan perjuangan panjang ada duka dan suka cita.

Mereka bisa sukses, padahal mereka sama dengan kita, atau bisa jadi mereka tuna netra, tuna daksa, tuna aksara,tunarungu dll. Saudaraku kita juga bisa sukses seperti mereka. Mereka sama minum & makannya dengan kita. Makan & minum yang ada di muka bumi Nasi, Roti, susu dll. Sama belajar juga di bumi. Bahkan mungkin kondisi mereka lebih buruk dari kita fisik maupun non fisik nya.

Kenapa mereka bisa sukses? Jawabanya karena mereka bisa keluar dari kekurangan dirinya keterpurukan mereka. Keluar dari pola pikirnya yang seperti katak dalam tempurung. Mereka manfaatkan segala potensi yang telah Allah anugerahkan. Berusaha merubah dari kemurungan dan kesedihan menuju ke ceriaan kebahagiaan. Dari pesimis menjadi optimis. Semangat menjalani kehidupan.

Dari aktifitas kehidupan yang sia sia menjadi buah amal yang baik sebagai tanda syukur pada Allah subhanahu wata’ala dan bermanfaat buat yang lain. Inilah yang merubah dari kelemahan mereka menjadi jiwa dan pola pikir yang hebat di atas segala kekurangan yang ada pada mereka (tuna netra, tuna daksa, tuna aksara,tunarungu dll). Hingga ahirnya banyak hal yang bisa mereka lakukan. Membuahkan karya yang berkualitas dan bermanfaat buat keturunannya, masyarakat, negara bahkan peradaban. Renungkanlah segala potensi kita..😦

Saudaraku, ingatlah kita dalam firman-Nya ketika Allah menciptakan manusia sungguh bangganya Allah dari pada makhluk yang lain. Dia berfirman bahwasanya Dia telah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Allah dengan bangga menyampaikan ini kepada malaikat . Malaikat bertanya wahai Allah mengapa Engkau jadikan manusia sebagi khalifafh di muka bumi. Bahwasanya Engkau tau bahwa mereka akan membuat kerusakan.

Allah menjawab Aku lebih tau apa yang kalian tidak ketahui. Wahai saudaraku😦 mari kita buktikan kebanggan Allah pada kita di dunia dan akhirat dengan senantiasa dalam suasana penuh perbaikan dan kebenaran dalam menjalani kehidupan. Kita jauhi segala larangan-Nya dan kita jalani segala kewajiban kita sebagai hamba-Nya.

Saudaraku😦 tidak semua orang akan mengalami hal yang sama seperti saudara kita yang satu ini. Ayahnya yang tuna rungu dan tuna wicara, Ibunya yang telah tiada sejak kecilnya. Dan dianya sendiri yang tuna wicara juga. Dia menganggap bahwa kondisi fisik ayahnya yang seperti itu tidak kan mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik. Orang tuanya yang tuli, orang tuanya yang bisu membuat dia malu ketika berada di depan teman temanya. Dia melihat bahwasanya itu bagian dari frustasi dirinya. Ahirnya pun dia menjalani hidup dengan ke sia siaan.

Orang tuanya yang bisu, orang tuanya yang tuli ingin sekali anaknya lebiha baik dari pada dirinya. Sampe suatu hari ketika ulang tahun anaknya. Sang ayah dengan keterbatasan dirinya berusaha untuk membelikan kue ulang tahun buat anak tercintanya😦 Tapi apa yang terjadi ketika sang ayah ketok pintu kamar anaknya untuk memberikan surprise itu. Sang putri tercinta nya telah bunuh diri. Karena dia frustasi melihat sang ayah yang memalukan, dalam menjalani kehidupan ini. Darahnya mengalir terpotong urat nadi tangan sang anak

Saudaraku😦 inilah perjuangan ayah kita :(dengan jerih payahnya membesarkan menyekolahkan kita. Sering kali membuat kita salah menyikapi orang tua kita. Salah mensikapi semua pengorbanan yang telah dia berikan. Kita tidak pernah tau bagaimana beratnya perjuangannya dalam bekerja. Tidak pernah tau orang tua kita mengorbankan dirinya dan jiwanya untuk kita. Mengorbankan hartanya untuk kita demi kebaikan kita semua. Tapi apa yang terjadi 😦 kita salah mensikapi orang tua kita. Kita tidak pernah mau mengindahkan apa yang di suruh /di nasehatkan orang tua pada kita…😦

Saudaraku😦 ada juga seorang anak yang menuntut pada orang tuanya untuk di belikan gitar . Anak tercinta yang menjadi tumpuan harapannya di masa tua. Suatu hari Sang anak menunggu sang Ayah di ujung jalan menanti ayah pulang dri berpergianya. Setelah bertemu kemudian Sang Ayah duduk sembari melepas lelah dan berbincang dengan anaknya dan berjanji untuk membelikan gitar tepat pada hari ulang tahunya. Dibalik perjanjian itu sang ayah bingung kemana harus mendapatkan uang untuk membelikan gitar, sedangkan untuk makan sehari hari dan untuk berobat istrinya yang sakit pun di udah ke bingungan.

Sejenak Duduk termenung sang Ayah. Namun sang Anak mengajak ayahnya pulan karena hari sudah senja. Sang Ayah bilang saya capai anak ku, ta sanggup lagi berjalan, saya mau istirahat sebentar pulanglah dulu kamu kasian Ibu di rumah sendirian. Sang anak berkata aku akan menggendong mu ayah. Karena gembiranya akan di belikan gitar. Berapapun jauhyna dia gendong ayahnya pulang. Tapi sang anak tidak pernah tau apa yang akan dilakukan oleh sang ayah. Yang anak tau bahwa dia akan di belikan gitar tepat di hari ulang taunya.

Pada pagi buta di hari ulang tahunya dia dapati sepatu Sang ayah dan sepeda tuanya tidak ada. Ternyata sang ayah pergi ke kota mengayuh sepeda tuanya untuk berusaha mencari uang. Membelikan gitar buat anaknya. Menepati janjinya di hari ulang tahunya. Sang ayah menawarkan dirinya untuk bekerja kepada setiap orang dari pintu kepintu. Namun ta ada yang mau menerimanya. Sampai ada yang berlaku kasar, di dorong sampai dia terjatuh dengan sepeda tuanya.

Sudaraku tercinta😦 inilah perjuangan orang tua kita. Bahkan untuk biaya sekolah kita, mereka harus mengutang sana sini yang mungkin sampe sekarang masih belum bisa di bayar oleh orang tua kita. Sampai terkadang orang tua rela mempertaruhkan jiwa raganya dunia akhirat demi anaknya bahagia. Menghalalkan segala cara, dia mencuri, korupsi agar anaknya bahagia.

Begitupun orang tua tadi dia mencuri sesuatu dari orang lain untuk membeilkan gitar anaknya. Namun apa yang terjadi malang nasib orang tua ini dia terjatuh menabrak pintu lintasan kereta api. Keretapun melaju di depanya. Sang anak melihat dan berteriak ayah tetaplah kau di situ, jangan menyebrang. Namun sang ayah menyebrang untuk mengambil gitarnya. Agar tidak tertabrak kereta. Walaupun nyawa taruhanya, dia meninggal tertabrak kereta. Demi menepati janjinya dan melihat anaknya Bahagia.

Saudaraku😦 itulah perjuangan orang tua kita bisa jadi mereka juga bingung sudah di tagih sana sini karena utang piutang nya untuk membiaya sekolah kita. Namun mereka tidak sanggup membayarnya. Kemudian mereka melakukan sesuatu yang irasional agar ank cucunya bahagia. Saudaraku😦 sudahkakah engkau membahagiakan orang tua kita. Mereka berusaha agar dirimu lebih baik, dari mereka. Mereka susah payah bekerja untuk mu.

Kemudian apa yang sudah selama ini kita perbuat dalam menjalani kehidupan sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Apakah engkau melakukan perubahan dan perbaikan dalam kehidupan sebagai bentuk syukur dan ketaatan pada-Nya. Ataukah Engkau melakukan segala sesuatu sebatas nafsu mu saja. Apakah juga Engkau bisa menjadi pembelanya di akhirat kelak.

Ketika orang tua di mintai pertanggung jawabanya atas harta yang dia peroleh dari mana dan untuk apa di gunakan di dunia ini. Apakah ketika mereka dalam keadaan kebingungan untuk mempertanggung jawabkanya engkau akan membelanya atau tidak. Ataukah engkau hanya mampu memandang diam seribu bahasa ketika amal orang tuamu di timbang. Padahal di dunia dia membelamu jiwa dan raga demi kebahagian mu. Apa yang akan engkau lakukan saudara ku😦

Memikirkan diri sendiri saja sekarang tidak mampu😦 bagaimana mau memikirkan orang tua kita😦 dia mencari kesana kesini harta benda untuk mu, untuk sekolah mu,.. saudara ku .. renungkanlah😦 Apa yang akan engkau perbuat saudara ku ketika orang tua kita bingung. Bingung yang sesungguhnya. Ketika malaikat menyeret dan menyiksa kedua orang tua kita😦 Apakah hanya memandang dan diam tanpa seribu bahasa. Apakah yang akan engkau lakukan saudaraku.. apakah engkau hanya mampu menangis seperti sekarang😦 Ketika segala amal di hisab dan di pertanggung jawabkan

Saudara ku Ibu kita bersusah payah 9 bulan mengandung kita dalam perutnya. Dia hanya memikirkan diri kita. Dia hanya ingin anak nya lahir dengan selamat. Walupun seringkali harus meninggal dan nyawa jadi pengorbanan Ibu untuk kita.😦 Dia hanya ingin memperlihatkan pada sang ayah bahwasanya anaknya sehat lahir ke dunia. Apa yang kita lakukan saudara ku ketika semua orang dalam ke adaan kepanikan dan di tanya sudah kau beri makan apa anak mu.

Makananya dari mana. Sungguh pertanggung jawabanya cukup berat. Tetapi semua itu hanya untuk kita😦 untuk kebahagiaan kita. Apapun dilakukan Ibu kita hutang kesana sini bahkan sampai meninggal belum terbayarkan hutangnya😦 Saudaraku tercinta.. Apakah Engkau akn membelanya di akherat kelak ketika kita semua orang juga dalam keadaan bingung,..

Saudaraku😦 ingatlah orang tua kita. Yang membuat kita besar seperti sekarang. Ingatlah mereka. Tataplah wajah nya. Tataplaah,,,. Ingatlah kejadian kejadian masa lalu mu yang membuat sakit mereka ketika kita Kuliah, sekolah SMA, SMK, STM, SMP, SD…😦 Apa yang telah engkau lakukan pada dirinya. Sudahkah engkau membahagiakan mereka😦 dalam hidupnya…

Tanyakanlah pada dirimu. Sudahkah engaku menyayangi mu, sudahkah engkau mengasihi mu. Dan Apa yang egkau berikan pada mereka …?😦 Sahabat Rasulullah shalallahu’alihi wasalam berkata Ya Rasul badanku rintih, sakit, biru badanku penuh darah karena aku tidak ingin Ibu ku menginjakan kakinya dan kotor oleh tanah. Ya Rasul apakah ini sudah jadi bagian dari pada bakti anak kepada orang tua. Rasul pun mengatakan TIDAK! Belum! Walaupun seluruh isi langit dan dunia engkau berikan kepada Ibu mu.

Maka tidak akan pernah terbalaskan walaupun setetes air susu. Saudaraku tercinta😦 berapa banyak sudah tetesan air susu Ibu mu yang telah engkau minum. sAudaraku tercinta😦 lihatlah badan mu dengan air susu yang engkau minum engkau bisa besar seperti sekarang. Apa yang akan kita berikan pada orang tua kita harta kita tidak punya. Apalagi harta seluas langit dan bumi kita pun ta punya.

Lalu apa yang akan engkau lakukan apa yang akan engkau berikan kepadanya. Saudara ku tercinta😦 begitu banyak dosa dosa yang kita lakukan pada orang tua kita. Dari pada kebaikan kebaikan yang telah orang tua berikan pada kita. Ketika kita di suruh mengaji kita pun tidak mau mengaji. Al qur’an pun tidak pernah di baca. Bahkan se ayat Al qur’an pun tidak hafal. Kita sekolah tapi kita tidak bisa belajar memaknai kehidupan

Ketika orang tua kita berkata; Na.. Jaga ke hormatan diri mu. Tapi kita tidak memaknai lebih dalam sesungguhnya orang tua menginginkan bahwa kita ingin di hijab. Berjilbab/berkerudung memakai pakain muslimah yang benar supaya kita tidak jadi maksiat terhadap diri dan orang lain. Supaya kita tidak jadi dosa bagi orang lain. Na… shalat, tapi kita tidak shalat.

Padahal otak kita di ciptakan Allah sama tapi kenapa kita seperti ini sekarang. Saudaraku tercinta😦 renungkanlah kita di ciptakan Allah sama… Allah mecinptakan kita dari yang terbaik dan mengembalikan kita bisa sampai ketempat serendah rendahnya (Neraka). Saudarku tercinta di bulan Ramadhan ini marilah kita sama samaber do’a. Ber do’a kepada Allah kepada orang orang yang terkasih kepada orang orang yang tercinta :(………

Semoga Allah mengabulkan do’a kita. Allah berjaanji akan mengbulkan do’a do’a kita di sepertiga malam, apa lagi ini di bulan Ramadhan..😦 Ya Allah ya Rahman Ya Rakhim amunilah hamba terimalah taubat hamba yang tidak mengindahkan larangan larangan Mu. Tidak mengindahkan kewajiban kewajiban kami (Ber jilbab)…Ya Allah kasihinilah mereka Ya Allah yang telah mengasihi kami,…😦 cintilah mereka Ya Allah karena mereka sudah mencintai kami😦

Ampunilah mereka Ya Allah,😦 Dosa dosa mereka yang besar, yang kecil, yang tampak dan yang tak tampak. Mudahkanlah urusan mereka Ya Allah, lunaskanlah hutang hutang mereka.😦 Jikalau mereka meninggal Ya Allah meninggallah mereka dalam keadaan khusnul khatimah Ya Allah,dalam keadaan iman,.. Jadikanlah kami anak yang paling berbakti pada orang tua kami😦

Jauhkanlah kami dari siksa Mu ya Allah kami tidak sanggup di neraka Mu, tapi kami tidak layak dalam surga Mu Ya Allah. Ijinkanlah Kami masuk dalam surga Mu. Ya allah matikanlah kami dalam keadaan syahid membela agama Mu. Istiqomah dalam ke imanan😦 Mudahkanlah kami dalam segala urusan dunia dan akhirat kami😦 subhanakallahumma wabihamdik asyhadu alla ilahaa illa anta astaghfiruka la wa atuubu ilaik

Saudaraku tercinta harga diri anda tidak di tentukan oleh bakat, posisi ,jabatan dan harta anda tapi di tentukan oleh sikap anda. Karena dengan sikap mampu membuat perubahan perubahan dalam kehidupan anda. Kematian tidak akan pernah kita tahu. Tapi kematian pasti akan datang. Ttidak akan pernah ada yang mampu memberhentikan waktu itu. Namun apakah perjalanan hidup kita ini sudah benar, apakah amal kita cukup untuk masuk dalam surga-Nya,..

Hendaklah engkau berpikir apa yang telah engkau perbuat jangan sampai hari esok lebih buruk dari sekarang. Sekarang tidak berhijab/jilbab. Besok berubah harus lebih baik berjilbab dan berpakain muslimah. Karena Apabila kita tidak berubah. Kita akan jadi sampah dan Allah gantikan dengan khalifah yang lain yang lebih baik dari kita.

Seperti hal nya teknologi, semakin berkembang dan berubah. Contoh kecil hp. Sekarang hp udah berubah jadi lebih baik. Dan hp yang jadul / lama tidak berubah jadi sampah / di obral dengan harga yang murah. Jangan sampai ketika azab udah dekat kita baru sadar. Ubahlah diri kita sekarang jadi lebih baik. Karena bila kita mati amal baiklah yang jadi berarti buat kita jadi teman buat kita semua. Dalam kehidupan semua sama yang membedakan adalah keimanan dan ketaqwaanya. Dunia selalu berubah, berubahlah jadi lebih baik. Jika tidak berubah siap siap lah berjumpa di tempat sampah. Janganlah sampai zaman yang merubah anda.

Semua ini kita pasrahkan kapada Allah,. Mari kiita sama sama perbaiki diri kita menjadi pribadi pribadi muslim yang berkualitas. Semoga malam ini mencetak generasi generasi yang di banggakan oleh Rasulullah shalallahu’alihi wasaalm di yaumil akhir nanti. Wallahu’alam bishawab yang benar datngnya dari Allah. Kesalahan dari saya pribadi mohon maaf yang sebesar besarnya, wassalamu’alikum…

By Abdurrohman (Personalia Garuda Indonesia, Penulis buku; who am i,. dlll)

  1. Solution culture violence and fighting between students in Indonesia « heartcooler

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: