Untaian Hikmah Ibnu Athaillah

Berjuang keras terhadap rizqi yang sudah dijaminkan; tapi melalaikan taat yang telah diwajibkan; adalah tanda kebutaan hati.

Jika yang kau cari adalah kemuliaan yang abadi; jangan biarkan hatimu memuliakan hal-hal yang fana.

Dia yang tak menyadari nikmat saat dikaruniakan padanya; akan diajar untuk menginsyafi anugrah itu kala hilang darinya.

Takkan kau gapai adab sempurna pada Rabbmu; hingga kau merasa bahwa apapun jua yang dilakukan-Nya padamu adalah KARUNIA.

Setinggi-tinggi ilmu adalah yang membuatmu paling merunduk; seutama-utamanya adalah yang membuatmu kian takut kepada Allah.

Tanamlah biji kebaikanmu di kedalaman bumi; sebab ia yang tertampak-tergeletak, takkan tumbuh sempurna jadi pohon kemuliaan.

Jika Allah mengilhamkan pada sang hamba untuk berdoa; ialah tanda bahwa Dia hendak memberi karunia berlipat padanya.

Si lalai memulai hari dengan memikirkan apa yang akan diperolehnya. Hamba sejati mentafakkuri apa yang Allah harap darinya.

Di dunia ini; balasan paling sempurna dari semua kebajikan ialah terlaksana & diterimanya KETAATAN. Alangkah indahnya.

Jadikan cintamu pada Allah bagai bumi yang subur; di situ tumbuh segala cinta pada selainnya yang membuahkan kemaslahatan.

Luapan kecewa & hilangnya harapan kala terjadi kegagalan adalah tanda mengandalkan daya diri & tak bersandar pada Ilahi.

By @salimafillah

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: