Penuangan pemikiran

Mences semangat dan menimba ilmu dari mbak @asmanadia, Menyerap semangat dan mendulang ilmunya🙂 Beliau mengatakan akan pentingnya mendenyutkan program dengan menulis, menulis dan menulis. Menulis kebaikan yang berkelanjutan! Kita harus “panik” karena waktu tidak pernah menunggu kita. Hidup kita itu ada limitnya…

Oleh karenanya tidak ada alasan untuk menunda penuangan pemikiran kita dalam bentuk tulisan. Kita harus menyegerakan penyampaian ilmu sebelum limit waktu yang kita punya berakhir! “Adakah pelatihan menulis yang lebih ampuh dari menulis?” Seorang yang tidak pernah berproses sama halnya tidak berbuat untuk kemajuan diri dan masa depannya!

“Penyakit kita adalah minder, Mbak!”, Jawab beliau “Pada titik yang lain kita harus memelihara rasa minder, kenapa? Karena diatas langit ada langit!”. “Rasa Minder membuat kita, apapun pencapaian kita, kita tidak pernah merasa yang paling baik!”. “Rasa Minder membuat kita rendah hati!”. “Rasa Minder membuat kita tidak puas!”

“Kalau kamu mengaku minder, tapi kemudian menulis tidak rajin mengedit. Jangan bilang kamu minder!”. “Saya (@asmanadia) mengedit naskahnya berkali2, karena saya merasa buku itu boleh terbit saat kita merasa puas..” Dengan mengedit berulang-ulang pun kemungkinan kita melakukan kesalahan dalam naskah itu masih ada…

Apalagi kalau kita tidak mengedit dengan semaksimal yang kita bisa?”. “Hal-hal yang bersifat tergantung pada dirimu sendiri, jadilah orang yang bisa membereskannya!” , Demikian seklumit, seomoga bermanfaat dan berkah untuk semua!🙂 By @flpsaudi

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: