Menyegarkan diri yang gersang

Bismillahirrahmanirrahim, saya ingin share sedikit tentang ruh. Semoga bermakna. Ruh ini menarik perhatian orang di jaman Nabi Shalallahu’alihi wasalam , karenanya mereka bertanya tentang ruh. Hal itu diabadikan oleh Al Qur’an. QS Al Isra ayat 85 menjawab bahwa urusan ruh ini Allah yang lebih mengetahui. Hanya sedikit pengetahuan tentang ruh yang diberikan kepada kita.

Jadi, yang ingin saya share adalah bagian dari pengetahuan ruh ysng sedikit itu. Semoga yang sedikit pun bermanfaat. Saya tertarik dengan nama lain Al Qur’an yang disebut sebagai Ar Ruh. Nama Ar Ruh tersebut didasarkan atas ayat yang terdapat dalam Al Qur’an. Pikiran saya langsung tertuju kepada hubungan antara ruh kita & Ar Ruh.

Tentu saja kita bisa langsung mengerti: kesamaan dimensi ruh ini menunjukkan bahwa Al Qur’an dibutuhkan oleh ruh yang ada dalam diri kita. Dengan kata lain, ruh dalam diri kita akan hidup bila diberkahi dengan dimensi ruh yang terdapat dalam Al Qur’an. Dan Allah pun menguatkan dengan kenyataan bahwa malaikat yang terlibat dalam proses turun-Nya Al Qur’an juga memiliki dimensi ruh.

Malaikat Jibril, yang bertugas membawa dan menurunkan Al Qur’an, dikenal sbagai ruh al Amin atau ruh al Qudus. Al Qur’an menyebutkannya. Jadi, ruh (Al Qur’an) dibawa oleh ruh (malaikat Jibril) untuk menguatkan ruh kita. Sungguh hubungan sempurna. Saya ternganga krn-nya! Indah sekali hubungan antara ketiga ruh itu. Subhanallah. Maha Suci Allah yg telah memberikan hubungan ruh yang mengagumkan.

Karena itu tidak heran, bila abu jahal dan abu sofyan rindu mndengarkan bacaan Al Qur’an. ruh mereka ingin dekati ruh lain (Al Qur’an). Juga turis eropa yang kagum dengan bacaan Al Qur’an yang disampaikan Ust. Sayyid Quthb dalam khutbahnya meski mereka tak ngerti bahasa Arab.  Ruh  para turis eropa itu mengenali ruh lain (Al Qur’an) meski dilantunkan dalam bahasa Arab yang tak mereka mengerti.

Karena itu, mari muliakan dan akrabi Al Qur’an agar ruh diri kita yang gersang tersegarkan dengan perjumpaan ruh-ruh tersebut. Hanya dengan ruh kita yang hidup dan segar itulah maka akan hidup hati yang kita butuhkan untuk menggerakkan jasad kita. Hanya sedikit sekali pengetahuan ruh ini. Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik. By @dedhi_suharto

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: