Luangkan Waktu Untuk Keluarga

Selalu ada waktu yang harus terluang untuk keluarga; yang tentang mereka Allah akan pertanyakan kepemimpinan & bimbingan kita. Seruan awal pada Sang Nabi; “Dan beri ingatlah keluargamu yang terdekat!” (QS 26: 214), maka hikmah & nasehat adalah hak mereka. 

Allah katakan “Jaga dirimu & keluargamu dari api neraka!” (QS 66: 6); maka terhajat kebersamaan penuh keteladanan, penuh makna. Ya, anak & isteri adalah kesenangan hidup di dunia. Maka tugas kita mengupayakan; agar kelak berkumpul bahagia lagi di surga. 

Dan juga, mereka adalah titipan; maka kita harus jaga agar kelak saat dikembalikan pada Allah, semua sesuai awalnya: fithrah. Merekapun fitnah & ujian. Dalam membersamai & menyenangkan mereka, bergulatlah hasrat dengan keterbatasan; lalu teruji ketaatan. 

Berbahagialah suami & ayah, yang memastikan tiap suapan ke mulut isteri-anak & tiap yang dikenakan, halal-thayyib tak meragukan. Bahagialah suami & ayah; membimbing isteri & anak mengulang hafalan, tadabburi Quran, mengisah penuh cinta sirah Nabi & sahabat. Berbahagialah suami & ayah; yang khusyu’ menangis mendoakan keselamatan, keberkahan, serta kebaikan anak-isteri & keturunannya. 

Berbahagialah suami & ayah; mengecupkan doa perlindungan & cinta saat isteri-anaknya lelap tidur, atau saat berpamit bepergian. Berbahagialah suami & ayah; syukur & takjubi kemajuan isteri & anak dalam berkebaikan; lalu ada peluk, doa, & hadiah sederhana. Berbahagialah suami & ayah; menjadi kebanggaan anak-isteri, tapi tak menumpulkan pengembangan diri mereka dalam hidup berbakti. 

Tanggungjawab suami & ayah demikian agung; seakan saat isteri dinikahi & anak dilahirkan; mereka bersabda: bawa kami ke surga! Bahwa terkisah Nuh beserta isteri & anak nan durhaka; itulah penyadar bahwa suami & ayah tak punya kuasa atas jiwa nan dicinta. Bahwa hidayah tak menjadi hak ayah & suami, hattapun seorang Nabi. Yang kita pertanggungjawabkan ikhtiyar kita, bukan hasilnya. 

Betapa agung Allah yang mensyariatkan nikah & keluarga; sebagai amanah, ujian, & kesenangan; terciciplah surga sebelum surga. 

By @salimafillah

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: