Kisah Malik Bin Dinar

Ada kisah menarik dari MalikBinDinar nama lengkapnya Yahya Malik bin Dinar asl-Bashri Seorang perawi hadits & bekerja sebagai penyalin mushaf. Dulu MalikBinDinar adalah seorang petugas keamanan yang gemar meminum khamr. Suatu saat ia membeli seorang budak wanita yang mahal. MalikBinDinar amat mencintai budak tersebut hinga menikahi dan melahirkan seorang anak perempuan. Ia sangat mencintai putrinya itu.

Ketika putrinya mulai bisa merangkak di tanah, cinta kepada putrinya semakin menjadi-jadi. Jika MalikBinDinar menaruh minuman memabukkan di depannya, putrinya mendekat kepadanya. lalu menariknya dan menumpahkan isinya ke baju MalikBinDinar. Setelah genap berusia dua tahun, putrinya itu meninggal. MalikBinDinar pun sangat sedih karena begitu kehilangannya.

Pada malam Nishfu Sya’ban yang bertepatan dengan malam jumat Malik Bin Dinar tidur karena mabuk. Ia belum sempat sholat Isya. Ia bermimpi buruk! Malam itu Malik Bin Dinar bermimpi melihat kiamat benar-benar terjadi: sangkakala ditiup, kubur porak-poranda, seluruh makhluk dikumpulkan. Tiba -tiba Malik Bin Dinar mendengar suara mendesis dari arah belakang. Begitu menoleh, ternyata dilihatnya seekor ular besar berwarna biru.

Ular tsb mulutnya terbuka. Dengan cepat ular itu berjalan ke arahnya. MalikBinDinar pun berlari secepatnya dengan ketakutan dan kengerian. Saat berlari, MalikBinDinar bertemu pria tua yang berpakaian bersih & harum,”hai orang tua, selamatkan aku, semoga Allah selamatkan Anda”. Ternyata orang tua itu justru menangis dan berkata, ” Aku lemah sedang ular itu lebih kuat dari aku, aku tidak sangup.”

Lanjut orang tua itu,”tetap teruslah berlari siapa tahu Allah anugerahkan kepada mu apa yang akan menyelamatkan mu darinya!”  MalikBinDinar segera berlari dan manjat dataran tinggi yang ada pada hari kiamat. Namun ia justru tengah berada di tebing neraka. MalikBinDinar hampir jatuh ke dalamnya karena ngeri dikejar ular. Tiba2 suara menyeru,”Kembalilah, karena kamu bukan termasuk penghuninya.”

Hati MalikBinDinar menjadi tenang setelah mendengar ucapan tadi. Ia kembali, dan ular itu tidak meneruskan pengejarannya. MalikBinDinar kembali temui orang tua tadi,”Wahai orang tua, tadi aku minta selamatkanku dari ular ini, namun mengapa Anda tidak lakukan?” Orang tua itu nangis,”Aku lemah, tetap larilah ke gunung itu, karena di sana ada barang titipan umat Islam. Jika kamu punya barang titipan di sana ia akan menolongmu.” MalikBinDinar melihat gunung bulat yang terbuat dari perak. Di sana terdpt beberapa lubang…

…yang menganga & beberapa helai tirai. Tetapi, tatkala MalikBinDinar melihat ke arah gunung dan mendekatinya, ular itu masih mengejarnya.

Ketika telah dekat, malaikat berseru,”Angkat tirai-tirai itu dan bukalah daun-daun pintu itu, lalu tampaklah diri.”  Malaikat melanjutkan,”Siapa tahu orang yang sengsara itu punya barang titipan yang bisa menyelamatkannya dari musuh.” Tiba2 tirai2 itu diangkat dan daun2 pintu terbuka, lalu anak2 kecil yang wajahnya seperti bulan purnama menampakan diri.

Ular itu dekati MalikBinDinar, ia kebingungan.”Celakalah, kalian smua hanya tampakkan diri padahal musuh mendekatinya.” seru seorang anak. Mereka pun berhamburan keluar secara bergelombang, & ternyata MalikBinDinar melihat anak perempuannya turut serta menyambutnya. Begitu melihat ayahnya, putrinya menangis. “Demi Allah, itu ayahku!” Lalu anak itu lompat dengan secepat lesatan anak panah ke MalikBinDinar.

Ia julurkan tangan kirinya ke tangan kanan MalikBinDinar, lalu bergelantungan padanya. Putrinya beri isyarat dengan tangan. Ular itu pergi. Putrinya duduk dipangkuan MalikBinDinar sambil usap2 kan tangan kejenggotnya,”Ayahku, belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (al-Hadid 16) MalikBinDinar terisak & bertanya,”Putriku, kalian tahu al-Qur’an?”

“Wahai ayah, kami lebih mengetahui dari pada kalian.” jawab putrinya. Lalu ia beritahu ayahnya tentang ular yang tadi akan binasakannya. “Ular itu adalah perbuatan jahatmu yang engkau kuatkan, lalu ia ingin membinasakanmu dalam Neraka Jahanam..” kata putrinya.  “Ceritakan kepadaku tentang orang tua yang bertemu denganku di tengah perjalananku?” pinta MalikBinDinar

“Ayah, itu amal salehmu yang engkau lemahkan hingga tidak miliki tenaga sedikit pun untuk lawan perbuatan jahatmu.” jelas putrinya.  “Putriku, apa yang kalian lakukan di gunung ini?” tanya MalikBinDinar lalu sang putri menjawab, “Kami anak2 orang Islam yang telah ditempatkan di sini hingga terjadinya kiamat. Kami menanti kedatangan kalian untuk memberi syafaat kepada kalian.”

Lalu, MalikBinDinar bangun dari mimpinya. Ia ketakutan. Ke esokan harinya ia mulai membuang khamr, & bertobat kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Semoga kisah MalikBinDinar di hari Jumat ini bisa dipahami maksudnya. Kisah ini juga berdasarkan H.r. Muslim dalam shahih-nya no 2635-2636.

By @proumedia

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: