Kisah guru yang memahami murid nya

Seorang santri bertanya kepada Syaikh Utsaimin tentang apa yang sepatutnya dilakukan jika setelah menikah, ternyata mendapati istrinya ompong. Syaikh rahimahullah menjawab (sambil bercanda), “Itu malah wanita yang bagus. Karena ia tidak mungkin menggigitmu.” 

Dua pelajaran tentang bertanya & menjawab; bertanyalah secara cerdas dan manfaat sebab ia pintu ilmu; jawablah pertanyaan secara cerdas pula. Seorang lain menemui Syaikh Utsaimin rahimahullah untuk menyampaikan niatnya berpoligami. Ia berkata kepada Syaikh: “Aku adalah seorang yang sudah menikah dan ingin menikah lagi untuk kedua kalinya demi lebih melindungi kehormatan para wanita.”. “Sudahlah, beri saja hartamu pada para pemuda yang miskin yang ingin menikah, maka engkau pasti akan mendapatkan pahala dua istri.”

Jawaban yang mumtaz (cemerlang) …. Tidak selamanya, solusinya dengan poligami kan? Namun sekali lagi maksud Syaikh bukan berarti beliau melarang poligami. Ditambah lagi melihat konteks kalimat, si penanya ingin melindungi kehormatan para wanita, bukan dirinya sehingga yang beliau sarankan adalah biarkan pemuda miskin saja yang menikah dengan biaya darinya.Wallahu a’lam. Jawaban ini bukanlah penolakan terhadap syariat poligami, tapi seorang guru memang sepatutnya sangat mengenali muridnya secara personal.

Maka beliau beri jawaban yang sesuai dengan keadaan sang murid. Hmm, lalu sperti apakah kita? Adakah kepatutan itu? Adakah guru yg pahami kita?

By @kupinang http://rumaysho.com/belajar-islam/teladan/3708-candaan-seorang-ulama.html

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: