Kebebasan Dalam Islam

Asas2 prinsip Islam, macam rukun Islam, rukun Iman, fiqh2 keseharian, harusnya memang dipelajari semua muslim. Sebagai basic hidup. Kalo engga, perbedaan terhadap hal prinsip, jadi dianggap ga boleh ada. Sebab ga toleran. Toleran bukan di urusan prinsip. Contoh urusan prinsip, nikah beda agama. Ini prinsip. Hukum waris, ini prinsip. Shalat, ini prinsip. Ga bisa beda secara hukum asas.

Jangan sampe urusan mandi wajib aja ga ngerti. Parah pas udah berkeluarganya. Hukum2 shalat yang begitu penting, baca tulis Qur’an…Apalagi Islam itu kan mengatur sendi kehidupan. Bukan untuk bikin orang jadi sengsara, sulit, ga bebas. Tapi justru untuk kebahagiaan dia sendiri. Jika ditemukan anggapan bahwa Islam mempersulit, maka agaknya dipastikan belum mengenal the beauty of Islam.

Kesadaran untuk belajar memahami agama sendiri, seharusnya menjadi kesadaran semua pemeluknya. Bagaimana bisa mencintai sesuatu yang tidak dikenalnya? Bagaimana bisa membela sesuatu yang tidak diketahuinya? Sejauh mana mencintai & membela Islam? Jadi panjang jawabannya. Hal aurat saja, udah dianggap begitu sepele. Bertambah2 sepelenya dengan datangnya kalimat2 sakti: freedom. Kebebasan. Belum lagi hal2 lain.

Ngeri. Sungguh ngeri. Apalagi jam untuk belajar agama, makin hilang saja. Bener2 dituntut kesadaran untuk belajar dari dalam diri kita masing2. Agar bisa mencintai dan membela dienullah, yakni Islam, ya tentu kita kudu mengenalnya, mempelajarinya, ‘n feel the experiences being moslem. Perkara yang wajib saja dari rukun Iman yang 6 perkara, & rukun Islam yang 5 perkara, udah ga paham apa aja. Bagaimana lagi secara detailnya.

Lalu tiba2 bicara soal kebebasan berekspresi, kebebasan hidup, kebebasan bicara, kebebasan ngapain aja. Sedang Islam mengatur bukan saja kebebasan itu benar2 bisa bebas, tapi tanpa mencederai hubungan antar-manusia, dan Allah. Bagaimana kita bisa mencintai sesuatu yang kita tidak kenal? Bagaimana kita bisa mnejaga sesuatu yang kita tidak ketahui? Pelajari Islam. Hingga kita mencintai & menjaganya.

Tapi adakah kebebasan dalam mencintai seseorang…? Ntar dulu… Kalo kita mencintai bini orang…? Wuah… Itu bisa mencelakakan diri kita sendiri. Sekaligus mencelakakan rumah tangga dia dengan suaminya. Nah Islam ada untuk mengatur itu hingga menjadi the beauty of life juga. Ga boleh juga sebab kita bilang, kita bebas loh, mau mencintai siapa aja, terserah gw. Ga bisa begitu. Hingga seorang lelaki mencintai lelaki?

Dalam pengertian, ada syahwat, ada nafsu. Lalu demikian juga perempuan mencintai perempuan…Bebas Bablas, yakin ga ada. Kalo ada, rusaklah tatanan hidup manusia. Seorang ayah menikahi putrinya, seorang ibu dinikahi putranya…Adanya aturan itu agar hidup tratur. Namun dalam keteraturan itu pasti ada kebebasan. Asli, beauty banget Islam itu. How I feel that! Hiduplah dalam aturan-Nya.

By @yusuf_mansur

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: