Jilbab dan Akhlak

Fenomena para wanita koruptor yang berkerudung, berjilbab, atau bahkan bercadar memang sebuah ironi, sangat memukul dan membuat pilu. Namun hal ini justru memperkuat teoriku, bahwa jilbab sama sekali tidak berhubungan dengan akhlak, dengan moral. Jilbab adalah kewajiban menyendiri, yang harus ditaati tiap muslimah, tanpa melihat akhlaknya baik atau buruk. Sebagaimana setiap muslimah harus mempunyai akhlak yang baik, entah dia belum berjilbab atau malah jika sudah berjilbab.

Muslimah berjilbab, namun tidak berakhlak, kehilangan keanggunannya sebagai seorang muslimah. Sebagaimana muslimah berakhlak baik, namun tidak berjilbab, juga kehilangan keanggunannya sebagai seorang muslimah. Artinya, jilbab dan akhlak itu keduanya saling melengkapi, keduanya harus ada pada seorang muslimah jika ingin jadi pribadi yang ekselen.

Maka saat ini teoriku, yang sempat dibodohkan banyak orang itu, membuktikan kebenaranya… bahwa hijab tidak berhubungan dengan akhlak. Mungkin seseorang bilang, yang berjilbab saja masih buruk perilakunya, mending tidak berjilbab. Benar, berjilbab memang tidak menjamin baik perilakunya, apalagi yang belum berjilbab… itu jawabannya

Maka, siapapun dia, jika menyatakan diri sebagai muslimah, nakal atau tidak, jika sudah baligh, maka hijab/jilbab mutlak wajib baginya. Siap ataupun tidak siap, jika menyatakan diri muslimah, harus mengakui ketetapan syariat bahwa hijab wajib atasnya. Perihal setelah dia tahu bahwa hijab wajib baginya tapi dia tetap tidak mengenakan, maka konsekwensi syariat atasnya adalah dosa.

Syariat memberitahukan, dan setelah itu pelaksanaannya dikembalikan ke individu masing-masing, sebab setiap person diberi akal. Laa ikroha fid din, tidak ada paksaan dalam melaksanakan aturan agama… qod tabayyanar rusydu minal ghoy, yang baik jelas, yang jelek jelas. Artinya, jika mengenakan jilbab, maka tentu dapat pahala, sebalikanya jika keukeuh tidak mau berjilbab, konsekwensinya adalah…. dosa. Tinggal pilih, masing-masing telah diberi Allah akal sehat untuk menentukan pilihan demi masa depannya sendiri. Wallahu a’lam

By @awyyyyy

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: