Implementasi syukur

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh . Semoga hari ini Allah memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi kita semua. Amin. Pengajian alhijri pagi ini membahas tafsir tentang QS Al-Mu’minun (23) ayat 78-80. Akibat buruk dr sifat ingkar, kufur, dan sombong kepada Allah akan menyebabkan kehinaan & kesengsaraan di dunia & akhirat. Tidak mungkin seorang yang sombong akan sukses. Kalo pun sukses, pastilah hanyalah sementara saja.

Karena, sifat sombong ini akan menutup pintu rahmat & ampunan dari Allah subhanahuwata’ala. Sifat sombong juga akan mengundang adzab & siksa dari Allah subhanahuwata’ala. Na’udzubillah..Selain itu, sifat ini pun kan mnjauhkan manusia dengan manusia. Karena tidak ad satu pun manusia yang suka dengan orang sombong. Salah 1 pesan Lukman kepada anaknya yang terdapat dalam QS Lukman (31) ayat 12-19 adalah untuk menjauhi sifat sombong.

QS 31 ayat 12-19 ini merupakan materi dasar yanng harus disampaikan kepada anak2 kita dalam mendidik mereka. Kepada anak2, kita didik mereka tentang tauhid, syukur, menjauhi syirik, pentingnya amar ma’ruf nahi munkar, dll. Larangan sifat sombong ini terdapat dalam QS 31: 18. “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) Dan janganlah berjalan di bumi karena angkuh. Sungguh, Allah tidak mnyukai orang2 yang sombong & membanggakan diri.” (31: 18)

Sombong adalah merasa diri paling benar, merendahkan orang lain, & tidak mau menerima nasihat dari orang lain. Padahal, manusia secara naluriah adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan terhadap manusia lainnya. Bagaimana manusia bisa sombong? Padahal manusia sudah diberikan 3 modal baginya agar selalu bersyukur. 3 bekal tsb adalah: pendengaran (as-sam’a), penglihatan (al-bashar), & hati (al-af idah). Kesemuanya terutama pada fungsinya.

Kata “as-sam’a” bentuk kalimatnya tunggal. Artinya, bhwa hal yang didengar oleh semua manusia relatif sama. Sedangkan “al-bashar” & “al-af idah” bentuknya jamak, yang bermakna apa yang dilihat & dirasa manusia berbeda2. Sedangkan “al-bashar” & “al-af idah” bentuknya jamak, yang bermakna apa yang dilihat & dirasa manusia berbeda2.

“Al-bashar” & “al-af idah” berbeda2 diterima oleh manusia tergantung pada dimana manusia melihat. Mengapa “as-sam’a” disebutkan pertama di dalam Al-Quran?Karena “as-sam’a” (pendengaran) ini menurut para ahli sudah berfungsi dari pertama kali manusia lahir.  Sedang “al-bashar” (penglihatan) baru berfungsi setelah bayi berusia 3 bulan, & berfungsi sempurna saat berusia 6 bulan.

Pun begitu dengan “al-af idah” (hati & pikiran) baru benar2 berfungsi secara bertahap. Itu mengapa saat bayi dilahirkan, mereka di-adzan-kan pada telinga kanan & di-iqamah-kan di telingan kiri. Maka kita pun harus mendidik anak2 kita dengan kalimat2 yang baik & benar karena pendengaran mereka sudah berfungsi dengan baik. Ketiga bekal tsb seharusnya dapat menjadikan manusia bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala.

Mengapa syukur? Karena syukur sudah mencakup semuanya. Shalat, infaq, & ibadah lainnya merupakan bentuk syukur kita pada Allah. Dan hanya sedikit sekali manusia yang mampu bersyukur atas apa yang telah Allah subhanahu wata’ala berikan kepada mereka. Bahkan Umar bin Khattab ra berdoa, “Ya Allah jadikan aku sebagai golongan yang sedikit.” Lalu sahabat lain bertanya, “Mengapa engkau ingin menjadi golongan yang sedikit, wahai Umar?”

“Karena hanya sedikit saja manusia yang mampu bersyukur.” jawab Umar bin Khattab. Lalu bagaimana bentuk atau cara kita bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala? Mari kita lihat QS Al-Ahqab (46) ayat 15-16. Bderdasarkan QS 46: 15-16, ada 6 hal yang menjadi implementasi syukur kita kepada Allah subhanahu wata’ala;

Pertama, kita memiliki keimanan yang semakin kuat kepada Allah. Kita yakini bhwa semua hal bersumber dari Allah. Memang benar, segala pencapaian kita pun ditentukan oleh usaha kita, namun campur tangan Allah-lah yang lebih menentukan. Keyakinan alias iman yang semakin kuat terhadap Allah subhanahu wata’ala merupakan bentuk syukur kita kepada-Nya.

Kedua, berbuat baik kepada Orang Tua. Ini amat penting karena keberhasilan kita tdapat campur tangan ortu kita. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya..” (31: 14) “..Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang bertambah-tambah, & menyapihnya dalam usia 2 thn..” (31: 14). “Bersyukurlah kepada-Ku & kepada kedua orang tuami. Hanya kepada Aku kembalimu.” (31: 14)

Ketiga, semakin produktif di dalam amal shaleh & perilaku baik lainnya. Semakin kita bersyukur kepad Allah, maka semakin kita beramal shaleh & melaksanakan berbagai perbuatan baik lainnya.

Keempat, memiliki tanggung jawab terhadap generasi mendatang. Dengan cara mendidik anak2 kita dengan pendidikan yang baik. Juga menyayangi anak2 yatim, memerhatikan mereka, juga mberikan teladan yang baik untuk anak2 mereka.

Kelima, banyak bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar2 nya taubat. Itulah mengapa Rasulullah shalallahu;alyhi wasalam selalu beristighfar setiap hari, padahal beliau sudah dijamin masuk syurga oleh Allah. Saat ditanya hal tsb oleh Siti Aisyah radhiyallahu’anha, Rasul menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi orang yang bersyukur kepada Allah?”

Keenam, memiliki komitmen yang baik terhadap Muslim lainnya. Misalnya dengan membantu muslim lainnya.. Juga dengan membela hak2 muslim lainnya, tidak mendzalimi mereka, tidak menyudutkan mereka dll. Jika kita sudah baik kepada sesama Muslim, maka kepada yang lain pun sudah pasti kita akan baik.

Demikian pengajian alhijri hari ini tentang tafsir QS 23 ayat 78-80. Semoga bermanfaat. Dan semoga kita dijauhkan dari sifat sombong & menjadi pribadi yang penuh syukur kepada Allah subhanahu wata’ala. Amin ya rabbal’alaamin. “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa bersyukur kepada Allah, maka sesunghuhnya dia bersyukur tuk dirinya sendiri.. (31: 12)..Dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (31: 12)

By  @hafidhuddin

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: