Fiqih Jenazah

Tentang kewajiban yang hidup terhadap jenazah.  Setiap jiwa pasti merasakan mati, semua kita yang hidup adalah CAMAT (calon mati) / ahli qubur. Kematian adalah awal kehidupan akhirat yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Kebahagian di akhirat (& juga kenestapaannya) bergantung perbuatan selama di kehidupan dunia. Karenanya kematian manusia tidak lah seperti kematian makhluq hidup lainnya, mereka mati dan tidak dibangkitkan ketika qiyamat. 

Perlakuan muslim terhadap jenazah muslim diatur adab dan tatakramanya dalam Islam. Yang pertama adalah adab jelang wafat atau biasa disebut dengan sakaratul maut. Saat sakaratul maut adalah saat di mana detik2 kematian sudah sangat dekat & stiap muslim berharap saat tsb adalah husnul khatimah. Kehusnul khatimahan seorang muslim adalah wafat dalam Islam ditandai dengan lafadz terakhir di benak terdalam adalah laa ilaaha illallah. 

Melakukan talqin adalah upaya terakhir terhadap sodaranya jelang wafat agar wafatnya tsb dalam ke Islaman. Talqin adalah melafazhkan kalimah thoyyibah dengan jelas tapi perlahan perlahan di dekat orang yang sakaratulmaut. Talqin bukanlah “menyuruh” yang sakaratulmaut agar menyebut kalimah thoyyibah, tapi sekedar memperdengarkannya saja.

Kalimah thoyyibah yang dimaksud adalah tahlil & adzkar lain yang meneguhkan keimanan kepada Allah dengan segala kemahaannya. Bila sodara kita menghembuskan nafas terakhir, ucapkanlah “innaa lillahi wainnaa ilaihi raji’uun”. Kita semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya .. Boleh ditambah do’a rahmah, maghfirah & keselamatan akhirat. 

Adab yang kedua adalah perlakuan kita terhadap jasad jenazah setelah wafatnya; itu ada 4 hal yang bersifat wajib kifaya. 

  1. memandikannya. Ini dilakukan dengan cermat, hati2, tidak membuka aurat, & penuh hormat. Sebaiknya dilakukan keluarga terdekat. 
  2. memakaikan kain kafan. Bagi pria dengan 3 helai kain putih, wanita 5 helai kain. Pakaikanlah menutup seluruh tubuhnya dengan hati2. 
  3. men-shalat-kannya. Syarat shalat jenazah sama dengan shalat biasa seperti thaharoh, nutup aurat & ngadep qiblat. Hukumnya fardu kifayah, kaifiyatnya 4x takbir & diakhiri salam tanpa ruku-sujud, boleh munfarid & sebaiknya berjamaah. Bacaan setelah takbir 1 adalah fatehah, setelah takbir 2 shalawat, setelah takbir 3 &4 do’a bagi jenazah, terakhir salam. 
  • Do’a jenazah yang disunnahkan adalah: Allahumma ighfir lihayyinaa wamayyitinaa, wasyahidinaa waghaibinaa, Wasoghirinaa wakabiirinaa, wadzakarinaa wauntsaanaa, Allahumma man ahyaitahu faahyihi alal Iman, wa man tawaffaitahu fatawaffahu ‘alal Islam
  • Do’a lainnya: Allahumma ighfir lahu wa irhamhu wa’afihi wa’fu anhu waakrim nuzulahu wawassi’ madkholahu waghsilhu bilma-i Watstsalji walbarod wanaqqihi minalkhotoya kama yunaqqo tstsaubul abyadhi minaddanas. 
  1. menguburkannya. Kuburkan di liang lahat denga ukuran 2x1x1,5-1,8m. Posisi menyamping & ngadep qiblat, pasang papan lalu timbun. 

Kewajiban terhadap ‘jasad’ jenazah berakhir dengan penguburannya. Selanjutnya apa yang harus diperbuat terhadap harta peninggalannya? firman Allah subhanahuwata’ala dalam Al qu’ran surah an nisa ayat 11 yang artinya;

Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan[272]; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua[273], Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta.

Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam.

(Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Qs. An nisa 11)

[272] bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah Karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar maskawin dan memberi nafkah. (lihat surat An Nisaa ayat 34).

[273] lebih dari dua maksudnya : dua atau lebih sesuai dengan yang diamalkan nabi.

wallahu a’lam, mohon maaf & wassalamu’alaikum,.. By @Ustadhilman

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: