Nasihat seorang ayah pada anaknya

Di zaman Khalifah al Makmun ada seorang pejabat shalih nan adil, cekap dan cerdas, profesional dan alim, namanya TahirHussain. Khalifah al Makmun,mengangkat anak TahirHussain sebagai gubernur di Riqqah Mesir, dan berharap AbdullahTahir memimpin dengan baik dan adil. Di hari AbdullahTahir berangkat, ayahnya TahirHussain memberikan surat panjang berisi nasihat kekuasaan. Surat dahsyat dari seorang ayah.

Sesungguhnya ini adalah surat nasihat dari seorang ayah pada anaknya. Tapi isinya sungguh hebat karena berisi tentang adab kekuasaan. Maka dimulakan surat itu dengan Bismillah dan Amma Ba’du. (setelah ini kalimatnya di kutip langsung dari isi surat).

Anakku, hendaklah kau taqwa kepada Allah yang bersendiri dalam kekuasan-Nya, tiada syarikat bagi-Nya. Hendaklah engkau takut pada-Nya. Hendaklah engkau mendekat pada-Nya. Singkirkan apa yang menyebab muncul murka-Nya. Peliharalah oleh rakyatmu siang dan malam. ALLAH telah berbuat baik kepadamu dengan jabatan ini. Maka berbuat baiklah kau kepada umat Tuhan yang diserahkan pada mu untuk menjaganya.

Lazimkanlah keadilan, berdirilah di atas kebenaran-Nya, jagalah batas larangan dan perintah-Nya. Pertahankan hak milik mereka (rakyat), bela kepentingan dan kehormatannya, jaga darahnya, dan tentramkan hidup kesehariannya. Berikan rasa senang dan kemudahan untuk rakyatmu. Engkau bertanggungjawab pada Allah atas semua itu. Ingatlah, kebaikanmu akan diganjari dan kejahatanmu akan dibalasi oleh-Nya.

Teliti selalu mana yang engkau perlu kerjakan lebih dulu, mana pula yang kemudian. Semua memerlukan kecerdasan dan fahammu. Jadikan kehidupan rakyatmu sebagai masalah pertama yang kamu urus dalam kehidupanmu sehari-hari. Dirikan shalat 5 waktu, peliharalah jamaah nya, agar rakyatmu mengikut dengan patuh. Jaga pula sunnah dan tertibnya.

Jadilah imam, bacalah quran dengan fasih, sempurnakan wudhu, ruku dan sujudmu. Shalat itulah pegangan pemerintahan. Itu karena, shalat akan mencegahmu dari perbuatan keji dan munkar. Hendaklah pula kau kerjakan sunnah Rasulullah. Kalau engkau dapati masalah yang sangat sulit, mintalah pertolongan pada Allah dan beristikharah pada-Nya.

Biasakanlah pada yang diperintahkan, perhatikan pula larangan, tilik halal dan haram (sruduk follow >> @halalcorner ), Luruskan tujuan, tunaikan hak Tuhan, jangan melenceng meski sedikit dari keadilan pada sesuatu yang kau benci atau membuat senang. Hormati ilmuwan, ambil berat orang yang paham agama, muliakan kitab Allah, tunai amalkan segala kandungan

Berteman akrablah dengan waliuLlah, orang yang memperhatikan dan mwnuruti perintah Allah, dengan begitu kau akan mulia. Perbaikilah sangkamu pada Allah, kemudian perbaiki pula sangkamu pada rakyatmu. Hilangkan buruk sangka, jangan suka menuduh. Karena baik sangka akan mendatangkan kekuatan dan ketenteraman. Dgn baik sangka, kerja sulit jadilah ringan dengan izin-Nya

Meski begitu, engkau tetap perlu teliti dan menyelidiki, memeriksa para wazirmu dalam melayani rakyatmu yang memerlukan. Sungguh memikul beban rakyat itu jauh lebih ringan bagi orang budiman, ketimbang memikul azab dari Tuhan. Dusta itu adalah kepala dosa, sementara kepalsuan dan fitnah adalah jubah dan perhiasannya. Jauhilah

Tunjukkan benar pada rakyatmu bahwa kau memerintah tidak dengan hawa nafsu busuk dan sewenang-wenang. Jalankan siyasah dengan adil, berdiri di atas kebenaran, krn itu adalah sabilil hudaa, jalan menuju petunjuk terang. Ketika marah berkobar, jangan ambil keputusan, usahakan menahan hati. Jangan sekali-kali kasar mulut, tajam sifat dan tinggi sombong

Ayah takut kau lupa kehebatan akhirat karena kemegahan dunia yang sementara. Maka jangan sia-siakan perkara yang wajib dipikul. Anakku, harapkan pahala-Nya dan takuti iqabNya. Jangan meringan-ringankan dosa, karena tidak ada dosa yang ringan di sisi-Nya. Jangan mendekat pada para pendengki. Jangan sayang pada orang fajir. Jangan berhubungan dengan orang ingkar

Jangan suka membenarkan kata-kata pembawa fitnah. Jangan ambil orang fasik sebagai teman, jangan hilang akal. Jangan memuji orang yang beramal dengan niat mengharap pujian. Jangan menghina manusia. Jangan mengusir orang yng minta bantuan. Jangan menyebut bagus perkara yang bathil. Jangan suka pada orang yang suka bermain-main. Jangan pungkiri janji. Jangan banga diri

Jangan menyebut perkara yang masih jadi angan-angan. Jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh. Jangan dibela orang yang salah. Jangan tunjuk rasa suka pAdA orang yANg suka fitnah. Jangan tunjuk rasa takutmu pada manusia hasut. Jangan berlebihan pada semua hal. Jangan masukkan orang bakhil ke dalam musyawarah, jika ada, jangan dengar kata2nya. Karena mudharatnya lebih besar dari manfaatnya Anakku, jangan lebih banyak mengambil daripada memberi. Jangan harap pahala akhirat akan kau terima semasa di dunia. By @herrynurdy

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: