Agar Rumah Tangga Berlimpah Barakah

Bukan sempat yang menyebabkan kita mampu menjalin hubungan yang lebih erat dengan istri atau suami kita, tapi selarasnya kondisi ruhiyah kita. Sebab sebagaimana diisyaratkan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, ruh itu seperti pasukan. Mereka mudah bersatu & cenderung mendekat dengan yang serupa. Sebaliknya: akan mudah brselisih, meski senyum masih mengembang di wajah mereka.

Hati gelisah, jiwa resah, ketenangan tak lagi kita rasakan dan pelahan-pelahan kita mulai mengalami kehampaan jiwa. Ketika itu trjadi, banyak hal tak terduga yang bisa muncul. Kita bisa mencari “jalan keluar” yang justru makin menjauhkan satu sama lain, meski masih tinggal serumah, masih sama-sama aktif di kegiatan dakwah yang sama.

Maka ada yang perlu kita perhatikan. Bukan hanya bagaimana cara berkomunikasi efektif antara suami-isteri; bukan pula semata soal bagaimana kita memberi perintah yang menggugah kepada anak-anak kita. Lebih dari itu, ada yANg perlu kita periksa, adakah ruh kita saling bersesuaian satu sama lain ataukah justru sbaliknya saling berseberangan.

Boleh jadi kita bertekun-tekun & saling melakukan kgiatan yang sama-sama penuh kebaikan, tapi niat yang mengantarkan & mengiringi brbeda, maka yang kita dapatkan pun akan berbeda. Sesungguhnya tia-tiap kita akan memperoleh sesuai niat yang menggerakkan kita melakukan. Sama kegiatan yang kita lakukan, beda niat yang senantiasa menyertai, akan membawa kondisi ruhiyah kita pada keadaan yang berbeda.

Itu sebabnya, meski sama-sama bertekun dengan kebaikan yang sama, keduanya dapat menuju tataran ruhiyah yang brbeda atau bahkan saling bersberangn. Sesungguhnya tiap amal atau ibadah yang kita kerjakan, meski cara sama-sama benar sesuai yang dgariskan, niat melakukannya dapat trmasuk: Ikhlas karena Allah & hanya berharap ridha Allah; atau ikhlas karena Allah, TAPI tujuannya dunia. Dan inilah syirik niat;

Atau niat melakukannya tidak Ikhlas, baik riya’ dan tidak mencari dunia maupun riya’ dan mengharap dunia dari amalnya.Bisa juga amalan dilakukan tidak karena Allah, tidak untuk Akhirat, tidak pula untuk dunia. Di dunia sengsara, di akhirat menderita.Hanya niat ikhlas karena Allah ‘Azza wa Jalla dan akhirat tujuannya yang dapat menjadikan hidup kita dan keluarga kita penuh barakah.

Maka agar rumah-tangga berlimpah barakah, suami-isteri perlu saling mengingatkan untuk senantiasa meluruskan niat dan menjaga amalnya dari cara-cara yang bertentangan dengan tuntunan dienul Islam.

By @Kupinang

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: