Shalat Gerhana

Sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah,yang pasti mmbawa ibrah,tak sepatutnya ia dilewatkan begitu saja tanpa tafakur&muhasabah. Secara spesifik,saat gerhana terjadi, khsusnya bagi yang terlewati, disunnahkan agar banyak dzikir,takbir,doa,istighfar&sedekah. Disunnahkan pula bagi yang melihatnya agar melakukan shalat khusus gerhana, yang dikenal dengan nama shalat al-kusuf/al-khusuf

Nabi shalallahu’alayhi wasalam bersabda: Bila kalian melihatnya (gerhana), maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat&bersedekahlah (HR.Bukhari-Muslim). Hukum shalat gerhana sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan). Diutamakan dengan berjamaah, tapi boleh juga secara sendiri2. Shalat gerhana tanpa adzan&iqamah. Diganti dengan ucapan: “Ash-shalatu jami’ah” (tentu ini saat berjamaah)

Jumlah rakaat shalat gerhana 2 rakaat, tapi dengan 2x berdiri untuk membaca Al-Fatihah&surah serta 2x ruku’, pada tiap rakaatnya.Praktiknya: setelah i’tidal dan ruku’ ke-1&ke-3,tidak lngsung sujud, tapi kembali berdiri untk mmbaca Al-Fatihah&surah ke-2&ke-4. Bacaan Al-Fatihah&surah dilakukan dengan suara keras (jahri), baik dalam shalat gerhana bulan maupun matahari.

Jadi shalat gerhana itu 2 rakaat, dengan 4x bacaan Al-Fatihah&surah, 4x ruku’, 4x sujud, dan 1x salam. Seusai shalat ada khutbah singkat untuk mengingatkan akan ibrah&pelajaran yang hrs diambil dari peristiwa penting tsb. Gerhana, hujan, petir, angin, dll, umum dianggap sebagai fenomena2 alam biasa. Tapi tidak demikian bagi Rasulullah shalallahu’alayhi wasalam.

Beliau shalallahu’alayhi wasalam selalu menyikapi semua kejadian alam sebagai pesan2 peringatan dari Allah & pelajaran2 keimanan bagi manusia. Nah, bagaimana dengan sikap iman kita slama ini terhadap beragam peristiwa, yang riil disepakati keluar biasaan & kedahsyatannya? Seperti berbagai kecelakaan lalin, tabrakan kereta api, tenggelamnya kapal, runtuhnya jembatan, jatuhnya pesawat, dll

Belum lagi bencana2 yang silih berganti, semisal longsornya tanah, meletusnya gunung berapi, banjir bandang, tsunami, dst. Apakah itu semua belum juga cukup untuk menyadarkan kita? Menunggu yang lebih dahsyat lagi? Mari bercermin & beristighfar!

By @UstMudzoffar

 

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: