Qadha Shalat

Jika ada satu amal pertama kali dihisab, pembeda antara Muslim dan kafir, tempat dimana segala pinta didengar, ialah shalat. Shalat ialah penanda keimanan, lagi indikasi ketaatan pada Allah | bila dilakukan benar, ia jadi tabir keji dan penangkal mungkar. Hanya yang munafik berdiri dengan malas saat harus shalat dan indikasi kekufuran bila melalaikannya dengan kesengajaan.

Nah, bagaimana bila terlalai shalat karena ketidaksengajaan? | maka syariat telah gariskan Qadha Shalat bagi mukmin tuk pelihara shalat. Qadha Shalat adalah shalat yang dilakukan untuk mengganti shalat wajib yang ditinggalkan | karena shalat wajib itu hutang dan harus dibayar. Karena meninggalkan shalat adalah dosa besar, dan diancam neraka oleh Allah | maka shalat yang ditinggalkan tanpa uzur wajib di Qadha Shalat.

“siapa tertidur hingga lewat waktu shalat atau lupa, hendaklah shalat saat ingat, tidak ada pengganti selain itu” (HR Bukhari Muslim). Saat selesai pengepungan Khaibar yang sangat-sangat melelahkan beberapa hari lamanya | Rasul hendak istirahat kala lewat tengah malam. Rasulullah tawarkan sesiapa yang ingin tetap terjaga agar dapat bangunkan shubuh | Bilal menerima, yang lainpun terlelap, termasuk Rasul.

Beberapa saat, Rasul terbangun karena panas matahari menimpa pipinya, terbangun shahabat setelahnya | sedangkan matahari telah terang. Bilal lalai | Nabi bersabda “Allah cabut roh-roh kalian kapan saja Dia mau, Dia akan mengembalikannya kapan saja Dia mau” (HR Bukhari). Maka Rasul segera berwudhu, perintahkan Bilal adzan dan iqamat | Rasulullah lalu imami shahabat shalat shubuh pada saat itu juga.

Begitulah Qadha Shalat yang dicontohkan Rasulullah | langsung beliau lakukan tatkala sadar, tanpa ditunda-tunda. Diingat, hanya sekali itu Rasulullah telat shalat shubuh | itupun pasca perang berhari-hari, bukan telat setiap hari dan terencana! Bagaimana bila meninggalkan shalat secara sengaja atau sadar? | maka wajib pula baginya mengganti shalat-shalat yang telah ditinggal.

“saya pernah tak shalat 1 minggu?” | maka Qadha Shalat dilakukan, sebelum Allah menagih shalatmu di yaumil hisab. Bagi yg haid, belum baligh, nifas, pernah murtad, maka tak perlu Qadha Shalat pada mereka | karena Allah tak wajibkan shalat pada mereka. “bila tak jelas lagi berapa lama tinggalkan shalat? bertahun-tahun?” | maka Qadha Shalat sampai kita yakin kewajiban telah penuh.

Cara Qadha Shalat berurut sesuai shalat yang ditinggal, niat mengganti shalat yang ditinggal, dengan rakaat sama seperti shalat yang ditinggal. Misal, bila terlupa shalat shubuh, dan baru teringat setelah maghrib | maka laksanakan Qadha Shalat shubuh dulu, kemudian maghrib. Bila yang ditinggalkan sudah banyak sekali hingga menyulitkan di-Qadha Shalat | istighfarlah, semoga Allah ampuni, mulai dari yang baru🙂

Perlu diingat, adanya Qadha Shalat adalah jalan terakhir bagi yang ingin perbaiki amal | bukan pilihan bagi yang sibuk atau malas. Sibuk bekerja lalu lalaikan shalat? | hebat sekali engkau, mengira harta yang didapat bisa membeli surga dan hindarkan neraka? Lalaikan shalat dengan anggapan “ah, nanti juga bisa Qadha Shalat!” | yang begini justru dosanya dobel, meremehkan dan melalaikan shalat.

Singkatnya, bagi yang terlalai dan tak disengaja, langsung lakukan Qadha Shalat segera saat ingat | jangan ditunggu-tunggu. Sebagai seorang Muslim, yang paling baik tentu jaga shalat pada waktunya | agar tak perlu bagi kita Qadha Shalat :) semoga manfaat

By @felixsiauw

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: