Pasangan cinta terbaik

Ummat Iqra’ mengapa tidak membaca? Abdullah bin Mas’ud berkata: “Sesungguhnya manusia tidak terlahir alim, sesuangguhnya Ilmu dengan dipelajari” Dunia baca-tulis adalah dunianya ulama. Ulama adalah pewaris Nabi.  As Sya’bi berkata kepada seorang yang meminta nasehatnya: “Sesungguhnya orang yang Alim itu ….” orang yang paling bertaqwa kepada Allah!

Sebagian dari keagungan sebuah kitab adalah, bahwa sesungguhnya Allah memiliki kitab. Al. Quran. Dalam melakukan segala sesuatu, mulailah dengan yang terpenting. Karena hidup tidaklah panjang. Setiap ilmu yang berhasil kita himpun, -baik dari proses mengikat makna or mendiskusikannya- harus diamalkan! Bahagia dengan ilmu harus melebihi bahagia kita dengan harta dan anak,karena ilmu abadi dan keduanya akan musnah. 

Bacalah! Agar tidak bosan, tidak tersesat, dan tidak menjadi orang yang rendah! Seorang Alim yang serius dengan kitabnya ditanya apa yang dilakukan? Beliau berkata: “Saya mengamplas akal saya!”  “Syukron untk Iman Asy syafei Kitab Al Um nya telah membantu berilmu. Baginya Alf Al Um!” Aid Al Qarny. Ulama terdahulu ada yang rela menjual rumahnya untuk membeli buku. Perhatian mereka terhadap ilmu begitu besar! 

Mereka akan penuh penikmatan dalam membaca. Mengulangnya hingga benar-benar yakin maknanya terserap utuh oleh akalnya. Bisa jadi satu ayat yang kita baca dapat merubah jalan kita dari sesat menuju hidayah! Bisa jadi satu kata yang ditulis di kertas menjadi sebab kita tertawa bahagia! Hai orang-orang yang mengumpulkn harta, menyimpan emas & membangun istana, kalian semua salah! Buku lebih berharga! 

Takut kepada Allah adalah dasar utama bagi ilmu! Rumah tanpa perpustakaan adalah kuburan! Buku adalah hiburan dan sahabat terbaik!  Saya tidak melihat seorang yang agung kecuali cinta membaca! Saya tidak melihat seorang yang bodoh kecuali membenci buku! Apalagi membacanya! Sungguh kebaikan yang berkelanjutan bagi orang yang telah menulis ribuan buku!  By @flpsaudi

Hampir semua kelezatan ada titik bosannya kecuali kelezatan membaca! Memulai dalam membaca bagi sebagian kita adalah beban, tapi kemudian menjadi kesenangan! Dengan membaca kita akan bersama dengan Para Nabi, Orang-orang Bijak, dan Para Ulama’. Kegagalan pertama kita adalah Membenci kitab (buku)!  Aku meyakini bahwa cinta itu buta setelah aku melihat para pemuja dunia meninggalkan ilmu! 

“Dengan tinta hingga ke kubur!” Itulah tekad para perindu surga itu tak henti menulis kebenaran! Ibn Hajar menulis “Fathul Bari” dalam 30 tahun. Tidak bisakh kita meluangkan 1 tahun sj dari usia kitat untuk menulis?? Seorang mukmin tidak akan pernah merasa kenyang dari berbuat & menyebarkan kebaikan hingga menuju surga! Ketika melihat kitab “Riyadus Solihin”, sebagaimana Allah jadikan bermanfaat bagi sekian juta kaum muslim! 

Ibn Huzaimah menjadikan sebagian besar waktunya membaca hingga di malam pertama pernikahannya sekalipun! Karena Membaca dan menulis adalah pasangan cinta terbaik! 

By @flpsaudi

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: