Mukjizat yang kekal sepanjang masa

Muhammad adalah manusia // tetapi tidak seperti manusia // melainkan bak permata diantara batu-batu lainnya. Mukjizat yang dibawa Muhammad shalallahu’alayhi wasallam adalah mukjizat yang kekal sepanjang masa karena menyatu dengan ajaran agama yang dibawanya. Berbeda dengan mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh para rasul sebelumnya yang lenyap begitu rasul yang bersangkutan berpulang ke rahmatullah.

Atau kalau boleh menyitir ungkapan Prof.Dr.Maurice Bukhail dalam bukunya “Zhahiratul Qur’an (Fenomena Al Qur’an) yang menyebutkan bahwa:  Umat manusia sejak Adam ‘alayisalam hingga ‘Isa ‘alayhisalam belum mencapai kedewasaannya yang sempurna, sehingga tuk menyeru mereka menyembah Allah diperlukan alat peraga. Alat peraga untuk membuat mereka mau menerima seruan, yaitu berupa mukjizat-mukjizat hissiyah yang tidak dapat mereka lakukan.

Musa ‘alayhissalam datang kepada Fir’aun dengan tongkatnya. Shalih ‘alayhissalam datang dengan membawa unta betinanya. Dan ‘Isa ‘alayhissalam datang kepada kaumnya dengan mendatangkan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh kaumnya. ‘Isa ‘alayhissalam dengan ijin Allah dapat menyembuhkan orang yang buta, berpenyakit lepra, bahkan menghidupkan orang yang mati.

Akan tetapi, begitu rasul-rasul yang bersangkutan telah tiada, mukjizat mereka pun lenyap dengan kepergian mereka. Beda halnya dengan mukjizat yang dibawa Nabi Muhammad shalallahu’alayhi wasalam, penutup para rasul ini. Al Quran kekal sepanjang masa meski penyampainya telah tiada. Sebab umat manusia telah mencapai puncak kedewasaannya maka mukjizat tuk membuat mereka bertekuk lutut tidak perlu alat peraga seperti rasul-rasul sebelumnya.

Sebagai buktinya adalah mula-mula wahyu yang diturunkan adalah surat Al ‘Alaq yang dimulai dengan perintah “Iqra’!” (Bacalah!). Ini menandakan bahwa dengan lahirnya kerasulan Muhammad shalallahu’alayhi wasalam, umat manusia telah mencapai puncak kedewasaannya. Dan sudah saatnya mereka tuk diajak berbicara tentang norma-norma dan etika-etika yang mulia yang bersifat empiris.

Dan sudah saatnya pula mereka tuk diajak memasuki era sains dan teknologi. Kalau dulu manusia dijadikan sebagai objek dan hanya menerima hal-hal yang bersifat dogmatis. Maka pada masa Nabi Muhammad shalallahu’alayhi wasalam umat manusia diajak tuk menjadi pelakunya & setiap orang dituntut tuk mengamalkan ilmu yang diperolehnya.

Agar yang bersangkutan ikut berpartisipasi melestarikan ajaran yang disampaikannya sebagai rahmat buat semesta alam. Mukjizat yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu’alyhi wasalam adalah mukjizat yang paling besar dan rasul yang membawanya pun ialah rasul yang paling besar.  Beliau shalallahu’alayhi wasalam adalah orang yang mula-mula mengamalkannya tuk menjadi suri teladan yang terbaik bagi umatnya.

Sebagaimana kata Ummul Mukminin ‘Aisyah radiyallahu’anha, ketika ditanya perihal akhlaq beliau Shalallahu’alyhi wasalam, maka ia menjawab bahwa akhlaq Nabi shalallahu;alyhi waslam adalah Al Quran. Nabi Muhammad Shalallahu’alyhi wasalam ialah contoh hidup dari pengamalan Al Quran yang mengajak umatnya untuk mengikuti jejaknya agar selamat dunia & akhirat.

By @kicaukata

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: