Konsep diri

yuk bahas konsepdiri, mesti abstrak yaa…hehe, siapa bilang? Contoh konkritnya apa?…kalau besok mati, mau dikenang sebagai apa? kenapa harus mati? untuk menjaga performa hidup agar lebih baik dan siap menjadi yang terbaik. Kalau pertanyaan berikutnya, sebut 3 kata untuk menggambarkan diri ini? kalau saya, cerdas, tegas, berintegritas, ..what about you?

Sering juga evaluasi diri? Ini juga cara terbaik menemukan konsepdiri. lakukan evaluasi diri mulai saat mata terbuka hingga kita akan kembali menutupnya. Gimana cara mengevaluasi diri? tanyakan pada diri kelebihan, kekurangan, keterbatasan, & peluang yang dimiliki mari kita gali..kemudian perbaiki dan berikutnya nikmati. cara menikmatinya dengan terus belajar & tak cepat berpuas.

Waktu kecil juga sering ditanya, cita-citanya mau jadi apa?….pertanyaan ini sebenarnya stimulus positif, namun sering hanya jadi wacana bukan sesuatu yang layak untuk diraih bersama. Bersama gmn? Kadang keluarga sudah memiliki cita-cita ‘lebih baik’ tentang kita. Walaupun pemahaman ini sungguh menyesatkan. Yang menjalani hidup kan kita, namun untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman, berkomunikasilah intens dengan elegan & menyenangkan.

Katakan pada mereka bahwa jalan ini adalah harapan dan kebaikan untuk melahirkan perubahan untuk hidup yang kita jalani.  Mereka akan mengerti bila hal ini diikuti dengan tindakan diri yang konkrit lewat prestasi dan kontribusi tiada henti. Keluarga maklum dan tak ada cara untuk tidak memahami jalan si anak yang mulai berubah dan siap menjadi dirinya.

Selain komunikasi intens, ajak keluarga terlibat dalam setiap tindakan yang akan & sudah dlakukan. Karena keluarga gudang pengalaman. Apakah kita sudah memiliki rencana-rencana hidup? Banyak orang yang menemukan konsepdiri-nya di tengah perjalanan hidupnya lewat rencana-rencana ini. Apakah kita termasuk dalam kategori ini? Bagaimana menyikapinya?

Perhatikan detail, jadwal kita sehari-hari. Kapan bangun dan tidur, apa aktivitas dominan yang dilakukan. lihat seberapa signifikan ia menjadikan diri ini utuh. Ingin jadi musisi seperti Opick? Lihat konsistensinya..atau Maher zain? perhatikan inovasinya memanfaatkan social media. Atau iri dengan ust yusuf mansur? Sukses,kaya, ganteng pula, ..apa sih rahasianya? mention aja..koq ribet banget.

Terinspirasi dengan mas anies baswedan? Datang ke markas beliau di Indonesia Mengajar. Ada tokoh lain yang menginspirasi? Pasti banyak..namun pastikan, mereka bisa diajak ngobrol, makan bersama, dsb. Jangan sampai mereka berjarak sehingga kita masih abstrak memahami konsepdiri. Jangan hanya lihat mereka dipubik, perhatikan bagaimana ia berkeluarga dan memahami peran keduanya.

Allah menjadikan sesuatu dengan alasan, seberapa kuat kita menjadi alasan-Nya untuk selalu diperhatikan dan diberi kasih sayang. Doa..dan terus mendekat kepada-Nya adalah cara terbaik memahami konsepdiri. Jangan malu utk bertanya…jangan pernah lelah untuk mencoba. sering salah wajar di waktu muda, namun kurang ajar ketika sudah tua:)  Intinya, ketika sudah merasa nyaman, bergeraklah..berinovasilah…diam hanya baik ketika teman sedang berbicara.

Trus gmn caranya ngajak ngobrol orang2 sekelas sherina, sandiaga uno, anies baswedan? ini caranya –> membangun jaringan idealnya sejak dini dan di usia muda. lebih cepat lebih baik. Jangan berhitung. membangun jaringan bukan hanya untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi berkaitan dengan memberikan apa yang org lain inginkan. Hentikan kebiasaan mengontak kolega atau rekan hanya pada saat kita butuhkan. Seorang pembangun jaringan yang baik, bukan hanya memiliki visinya sendiri, namun bisa memberinya kepada yang lain. Visi yang dibagi oleh seorang network builder dapat membuatnya semakin mudah diraih, karena ia berjangka dan membutuhkan bayak sumber daya.

Merekomendasikan untuk membaca never eat alone dan connected untuk lebih jauh memahami cara membangun jaringan. Atau menonton film the social network dan republiktwitter untuk melihat konteks kontemporernya. Mau lebih konkrit agar efektif membangun jaringan? yup..diingat, catat, dan praktikkan. Amunisi praktik kita yang pertama, sebagai network builder adalah kartu nama. mari kita mulai memilikinya. Apa sih isi kartu nama? nama lengkap (plus gelar bila ada, bukan diada-adakan:), contact person, pekerjaan…

Desain minimalis, warna transparan, dan kalau bisa indonesia-english terpisah aja. Amunisi kedua seorang network builder adalah account di jejaring sosial. Minimal punya FB, Twitter, & Blog. Akan lebih baik bila didukung dengan BBM, Youtube, YM/Skype, Linkedin, dsb . Tapi, plis banget account jejaring sosialnya jangan lebay bin alay..apalagi isinya ‘galau mulu’..karena seorang network builder adalah pribadi yang tangguh, punya kapasitas intelektual, emotional, sosial, dan kecerdasan lainnya yang tinggi.

Amunisi ketiga seorang pembangun jaringan, ia punya rubrik/kolom di media. Baik lewat gagasan, tulisan, maupun karya-karya yang konsisten ia berikan kepada publik. Keempat, prestasi dan kontribusi tiada henti akan membantu sekali seorang pembangun jaringan beraksi. Kelima, penampilan. rapi, wangi, dan ‘menyentuh hati’:) Keenam, antusias dan berintegritas (sikap diri) . Pembangun jaringan sebenarnya adalah politisi, wartawan, pengusaha, diplomat..siapapun yang antusias dan berintegritas:)

Keenam amunisi tadi secara individual. masih ada amunisi secara komunal dan sosial bagi seorang network builder (pembangun jaringan). Secara komunal bisa melalui alumni sekolah/univ, lewat hobi, teman senasib sepenanggungan di kontrakan/kosan/asrama/organisasi/les..tetangga dan teman kerja jangan lupa! ini juga amunisi network builder untuk segmen komunal

secara sosial bisa melalui kegiatan publik lewat konferensi, pelatihan, seminar. kepanitiaan/event organizer kadang juga asik. Misalnya, seorang network builder akan datang lebih awal di sebuah seminar. kalau yang lain 30 menit sebelum acara, dia sejam sebelumnya. Bila di sesi istirahat (rehat) di acara pelatihan, seorang pembangun jaringan malah bekerja dan terus berusaha menciptakan momentum. Dia mampu mengemas kebutuhannya dengan gagasan, bahasa elegan, dan argumen yang mencerdaskan.

Dia mempersiapkan diri untuk setiap acara, mencari tau jati diri pembicara, siapa aja panitianya, hingga data/fakta relevan yang berkaitan. Dia juga tertarik dan mampu membangun common issues dengan lainnya soal lingkungan, antikorupsi, pemuda antinarkoba, internet sehat, dsb. Network builder akhirnya pusat informasi, pendengar yang baik, pembicara yang handal, dan rekan yang menyenangkan.

Kalau dari tadi membuka jaringan, bagaimana merawatnya jaringan? Perhatikan bagaimana tumbuh-tumbuhan di taman. Filosofi ini penting, agar seorang network builder tetap peka. Maksudnya? Kapan tanaman disiram, dipupuk, dipotong hingga dipetik. begitu juga halnya dengan jaringan. kapan harus ‘diperhatikan’ atau ‘dipotong’. Fokus pada kualitas. ‘pastikan manfaat masa depan’ ketika jaringan sudah membesar, agar semakin efisien

Fokus kualitas ini bisa dilakukan lewat pertemuan rutin, kenangan masa lalu, kesamaan visi hingga adanya musuh bersama. Kalender itu..adalah data penting seorang network builder..manfaatkan secara kreatif, inovatif, dan solutif . Sehebat apapun kita..ngga ada artinya bila tidak berjejaring..namun biarkan smua tetap berjalan natural *inget syarat dan ketentuan berlaku 

Membangun jaringan ada seninya. tiap individu memiliki ‘cara’ sendiri memahami seni ini. improvisasi..segera BERAKSI! Mau muda, tua, remaja, dewasa..jejaring ideal seharusnya lintas generasi, profesi..lintas batas dah bbm mau naik..us dan eu masih dilanda krisis, kembali ke konsep jejaring..cepat atw lambat akan kita rasakan. persiapkan segala sesuatunya. integritas kata & prbuatan. menyatunya profil dunia nyata&maya. penampilan fisik&nonfisik yg asik. syarat mutlak good network builder.

Berjejaring yang baik selalu dilandasi sikap saling memberi, mendengar, memahami..awalannya me BUKAN di! Anak muda suka gonta ganti nomor hp, HENTIKAN! Akan sangat sulit membangun jejaring nantinya..kalo hp nya yang nambah, ngga apa2:) Jangan lupa & tetap perhatikan track record…euforia nama besar, sering membuat terlena. HATI2 karena ruginya lebih banyak di masa mendatang!

Jejaring yang dibangun atas pragmatisme bertahan singkat…bila ingin lama, tunggu ‘momentumnya’. Visi, kompetensi, integritas pribadi dan prestasi akan melengkapi dan menguatkan basis..saat ingin berjejaring dengan siapapun. Ingat selalu! jejaring dahsyat antar pribadi akan terjadi bila ‘kesamaan’ visi dan ‘kesetaraan’ aksi bertemu. Yang aktif di organisasi manapun, ayo semangat membangun jaringan! modalnya gagasan, ketulusan, dan perbuatan

Kelemahan, keterbatasan, ancaman, hambatan, dan turunannya bagi seorang network builder adalah peluang dan keuntungan di tengah krisis ia menjadi problem solver, saat deadlock ia menjadi konektor..orang lain menyerah, ia takkan pernah! Banyak belajar dari politik luar negeri bebas aktif negeri ini dengan non blok-nya ketika belajar menjadi network builder Mari kita berjejaring utk indonesia yang lebih baik.

Itu tadi yah cara-cara untuk membangun jaringan. Kita kembali ke materi awal yaitu konsep diri. >>> Tanya diri udah, sering ngobrol ama tokoh publik juga..ada cara lain? baca buku mungkin bisa membantu, MHMMD Marwah Dauh Ibrahim konsepdiri. Selain buku pengembangan diri, baca juga biografi >> Hatta, Habibie, Ahmadinejad, dan Erdogan dll. Selebihnya didapatkan via aktivitas organisasi, pelatihan, dan TEMAN! kenapa TEMAN hurup besar, karena dengan siapa kita berteman itu sangat menentukan!

Karena TEMAN hadir tidak hanya ketika suka, ia juga menyampaikan duka dan berdiri paling depan untuk menguatkan. TEMAN mampu memotivasi diri untuk lebih utuh menjadi pribadi. Mengajak hati setia mengabdi tak hanya pada negeri namun juga pada Illahi. Butuh waktu memang menemukan dan memahami konsepdiri. Tapi bukan berarti tidak mungkin. cemunguudh eaa kaka:)

Pokoknya jangan merasa rendah diri bila belum menemukan formula tepat konsepdiri. Ini tanda ngga bersyukur loh, karena setiap diri unik. unik gimana? kita diberi potensi, bahkan diberi kemampuan untuk membaca dan memahami blog tentang konsepdiri🙂 Sekarang check curriculum vitae (cv) masing-masing…apa yang sudah kita lakukan?  Apakah yang tertera di cv hanya sekedar tulisan atau karya besar yang monumental?

Tulisan ini tdk akan pernah lengkap..bila tidak diikuti dengan aksi untuk mencari, memperbaiki, bahkan mendesain ulang diri. Tidak ada kata terlambat atau masanya sudah lewat untuk kebaikan, karena hidup hanya sekali. Tak perlu menunggu tahun baru atau hari raya, sekarang waktunya menemukan dan memahami konsepdiri. Jangan sampai sesal ketika usia terus merenda, padahal konsepdiri entah apa2, karena kebaikan harus direbut ..dikejar bahkan sampai mati,…

By @AgungBaskoro ; http://smartgeneration.wordpress.com

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: