Human Trafficking

Saya akan bercerita tentang seorang anak manusia bernama W, usianya sekitar 20 tahun, perempuan, hidup di jalanan. W lahir dan besar di keluarga yang juga hidup di jalanan. Sejak kecil, ia juga sudah kenal otomatis dengan kehidupan jalanan. Ia mengamen dengan kecrek terbuat dari rangkaian tutup botol, menjajakan suara yang tak merdu demi uang recehan.

Beranjak besar, terlihatlah parasnya yang ayu. Debu dan kusutnya aroma jalanan tak mampu menutupi pesonanya. Suatu hari, seseorang menawarinya pekerjaan| kamu mau kerja? Gajinya 1 juta lho| mau, kerja dimana?| jakarta, Kerja apa? | Nemani orang karaoke-an| W pun kegirangan. Ia mengajak 2 orang temannya, S dan R. Penuh semangat 3 gadis yang masih berusia belasan tahun~saat itu~diajak naik bus oleh seseorang itu sampai berhari-hari.

Ternyata mereka tidak dibawa ke jakarta, tetapi ke pulau sumatera. Mereka dibawa ke sebuah hutan dan dibawa ke sebuah rumah.  Melihat gelagat yang mencurigakan, mereka memutuskan untuk kabur. Mereka berjalan sangat jauh sampai menemukan jalan raya. Ketika ada sebuah truk lewat, mereka menstopnya. Syukurlah sopirnya baik hati. Mereka diantar ke kantor polisi.

Oleh polisi, akhirnya mereka diberi ongkos utk naik bus ke solo. Mereka tak tahu, sebenarnya mau dipekerjakan sebagai apa. Namun peristiwa itu membekas di benak mereka dan membuat trauma, mereka pun tak mau lagi jika ada iming-iming kerja semacam itu. Bisajadi, W, S dan R adalah gadis-gadis yang termasuk beruntung, karena lolos dari jeratan sindikat jual beli manusia.

Karena banyak yang tidak berhasil keluar dari jerat. Anak-anak jalanan adalah mangsa empuk sindikat jual beli manusia. Oleh sindikat jualbelimanusia anak-anak jalanan itu dijual sebagai tenaga kerja paksa atau prostitusi paksa. Menurut LSM Lembaga PPAP seroja, Indonesia bahkan telah menjadi sumber utama human trafficking di dunia.

Bahkan menurut LSM Migran Care, 43% TKI yang diperkerjakan di luar negeri adalah korban jualbelimanusia. Sindikat jualbelimanusia menggunakan segala cara: jeratan utang, janji-janji manis, ancaman kekerasan juga penculikan. Beberapa LSM berusaha melawan. PPAP Seroja di Solo bahkan diteror oleh sindikat tersebut karena melindungi anak-anak jalanan binaannya.

Tetapi, LSM saja tak cukup. Negara harus menyatakan perang terhadap sindikat jualbelimanusia masyarakat juga harus dukung penuh. Karena human trafficking alias jualbelimanusia sungguh sebuah kebiadaban yang tiada tara.

By @afifahafra79

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: