Hubungan Bayi dengan Ortu yang ideal

Weekend, saat paling ditunggu2 untuk puas ‘kruntelan’ dengan keluarga, ijin share tentang ‘attachment’ . Hubungan bayi dengan orangtua yang ideal adalah ikatan afeksi yang kuat, bertahan lama, memberi rasa nyaman » Secara umum ada 2 jenis attachment: secure (mencari/mempertahankan hubungan) & insecure (menghindar/melawan). Anak yang memiliki secure attachment dengan ibunya, merasa aman bereksplorasi di lingkungan asing, karena tau ada yang diandalkan saat ia terancam.

Anak yang tergolong insecure tidak ingin mencari kedekatan dengan ortunya (avoidance), atau sebaliknya tidak mampu berpisah dengan ibunya (resistance). Ibu yang hangat, ekspresif mengungkapkan kasih sayang, lebih mudah mengembangkan attachment secure dengan anaknya. Ibu yang tegang, mudah marah, tidak sensitif, jarang mengurus bayi, kontak fisik minim, cenderung terjadi attachment insecure-avoidance.

Ibu yang kaku dalam berinteraksi, ambilaven/tidak konsisten (kadang hangat, kadang cuek), anaknya dapat mengalami attachment insecure-resistance. Attachment tidak berkembang tiba2, tapi muncul dari serangkaian tahap, diawali perasaan senang bayi terhadap orangtua. Usia 0-6 minggu (pre-attachment), bayi berespon terhadap senyum, kontak mata, sentuhan, namun belum tertuju pada orang tertentu.

Usia 6 minggu-6 bulan (attachment in the making) bayi belajar membedakan orang, lebih banyak berinteraksi dengan ibu, lebih mudah ditenangkan ibu. Usia 6 bulan-18 bulan (clear cut attachment) bayi secara alami mencari kedekatan dengan figur pilihannya, ia protes/cari perhatian jika ditinggal. Usia >18 bulan (reciprocal relationship) anak sudah lebih paham, kapan orangtua akan mendampinginya, protes jika ditinggal mulai berkurang.

Jika tahapan tsb tidak mulus, ada resiko insecure attachment, anak lebih sering menangis, merengek, menampilkan perilaku agresif & afek negatif. Anak dengan insecure attachment kurang tertarik bermain pura2, kurang mempertahankan interaksi dengan orang lain. Gangguann attachment bukan sepenuhnya kesalahan orangtua, kadang anaklah yang kesulitan merespon stimulasi.

Misalnya anak dengan temperamen sulit, masalah neurologis, gangguan perkembangan pervasif seperti autism, dsb. Insecure attachment berdampak negatif untuk perkembangan anak di kemudian hari, karena itu usahakan berjalan sesuai usia anak. Bagaimana jika orangtua tidak ada/lengkap? Anak harus dicarikan figur terdekat untuk menjamin terbentuknya secure attachment.

Bagaimana jika anak tidak menunjukkan attachment sesuai usia? Perbanyak waktu bersama, kuantitas sama penting dengan kualitas🙂

By @dokterankkita

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: