Beda Sabar dan Keras Kepala

Ada yang perlu kita bedakan antara sabar dan keras kepala. Keduanya kadang tampak sangat berbeda, tetapi adakalanya batas antara sabar dan keras kepala kelihatan begitu tipis. Yang pertama mengantarkan kita pada kebaikan, kemuliaan & pertolongan Allah, sehingga kita dapat meraih kemenangan meski tampak berdaya. Sementara yang kedua, mendekatkan kita pada keburukan, kehinaan dan keterpurukan, sehingga kita tak berdaya meski kita memiliki segala yang kita perlukan untuk meraih kejayaan.

Sabar, kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, merupakan suatu pekerti yang dapat dibentuk oleh seseorang. Ia menahan nafsu dari putus asa, sedih dan sentimentil. Ia menahan jiwa dari kemarahan, menahan lidah dari merintih kesakitan, dan anggota badan dari melakukan sesuatu yang tidak pantas.Sabar merupakan ketegaran hati atas hukum takdir dan hukum-hukum syari’at.

Sementara keras kepala atau keras hati merupakan kekeringan hati yang menghalanginya untuk menerima masukan dari luar. Suatu kekerasan yang menghalanginya untuk menerima pengaruh dari masukan tersebut. Ia tidak menerima kesan karena kekerasan dan kejumudannya. Bukan karena kesabaran dan kebijakannya. Kesabaran melahirkan kelapangan dada untuk menerima kebenaran & kekuatan hati untuk menetapi kebaikan, meski perasaan kita tidak menyukai.

Sementara sikap keras kepala, terkadang lahir dari keengganan kita menerima nasehat –yang paling tulus sekalipun—hanya karena tak sesuai dengan apa yang kita inginkan atau karena kita mementingkan siapa yang berbicara daripada apa yang dibicarakannya. Boleh jadi sahabat kita memberi nasehat yang tepat dan bijak. Tetapi karena kita merasa gusar, kita menolaknya.

Kalau tak terkendali, kita bisa meninggikan diri, sehingga menepuk dada dengan bangga atau dengan nada marah!!! Sampai di sini, kita telah terjatuh pada sikap takabbur. Dan inilah titik awal hilangnya segala ketinggian kita. Kecerdasan tak lagi punya makna ketika kita keras kepala & tinggi hati, karena keduanya menuntun kita pada keputusan-keputusan yang bodoh. Kehebatan kita tak lagi punya arti karena cenderung lari dari mereka yang fazhzhan & ghalizhal-qalbi. Tajam mulutnya & keras hatinya.

Allah Ta’ala berfirman: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras (fazhzhan) lagi berhati kasar (ghalizhal-qalbi), tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 159).

Jika kita bersikap keras dan melukai perasaan, terlebih kepada orang-orang yang menasehati kita dengan tulus, maka tak ada yang perlu dipersalahkan kecuali diri sendiri apabila hilang kecemerlangan kita. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang menistakan manusia lainnya. Hanya Allah yang memiliki kemuliaan, kekuatan dan kebesaran.

Jika Ia mencabut kekuatan dan kemuliaan dari seseorang, tak akan ada yang sanggup mengembalikannya meskipun penduduk seluruh negeri berkumpul untuk menaikkan derajatnya. Sebaliknya, jika Allah memberi pertolongan, maka tak ada yang sanggup mengalahkan kita. Allah Ta’ala berfirman: “Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (QS. Ali ‘Imran: 160). Semoga ada yang bisa kita renungkan,. Barakallhufiikum..

By @kupinang

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: