Tujuan syariah


Tujuan dari syariah adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan kehidupan kita. Secara umum ada 5 hal >>> hifdzud diin (menjaga agama), hifdzul ‘aql (menjaga akal), hifdzul maal (menjaga harta), hifdzun nasl (menjaga keturunan),&hifdzun nafs (menjaga diri). Semua perintah dan larangan dalam agama tujuannya pada dasarnya adalah dalam rangka menjaga kelima hal tsb.  Sebagai contoh, dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu;alayhi wa sallam melarang kita melakukan 7 dosa besar, antara lain;

  1. syirik (menyekutukan اَللّهُ), dosa sihir/dukun. Umat Islam dilarang belajar sihir karena sumber sihir adalah setan tidak ada ilmu sihir putih, semuanya hitam.
  2. larangan membunuh manusia. Bagi اَللّهُ pembunuhan manusia tanpa alasan jauh lebih dahsyat dibanding khilangan bumi & seisinya.
  3. Memakan riba, dengan dalih apapun.
  4. Memakan harta anak yatim.
  5. Lari dr medan perang.
  6. Menuduh wanita muslimah yang baik-baik dengan tuduhan berzinah 

Asbabun nuzul Al Qur’an surat 24:11 ini sebagai respon atas tuduhan terhadap Aisyah, ketika beliau tertinggal dari rombongan perang Rasul shalallahu’alayhi wa sallam. Kemudian ada seorg sahabat, Safwan, ketika sdg sapu bersih, menemukan aisyah, dan kmudian menemani Aisyah kembali ke madinah. Muncul tudingan dari kaum munafik bahwa keduanya melakukan perzinahan. Berita palsu ini menggegerkan warga di Madinah. 

Ayat ini membantah tudingan tsb dan sekaligus اَللّهُ subhanahu wata’ala membersihkan dan mensucikan nama Siti Aisyah. Karena itu sebagai umat Islam, kita tidak boleh dengan mudah mempercayai berita, apalagi berita tsb isinya penuh dengan dusta dan fitnah. Ayat ini juga mengecam perilaku suka menyebarkan berita bohong dan mengancam pelaku penyebarannya dengan azab yang besar dan dahsyat. 

Jika kita mendengar 1 kabar, maka sikap terbaik dalam meresponnya adalah dengan melakukan tabayyun, cross check, dan jangan langsung percaya. Seleksi informasi ini harus terus menerus dilakukan. Jangan sampai gosip-gosip yang merugikan perjuangan umat, ditelan mentah-mentah. Semoga kita terhindar dari perilaku senang memfitnah dan mengadu domba umat. Wallahu a’lam

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: