Mentoring


Adakah yang sampe sekarang belum bergabung dalam Mentoring / Halaqah? Hmmm.. cepatlah merapat…

Salah satu pola pendidikan yang efektif adalah dengan program pendampingan yang melibatkan kelompok kecil yang telah berkomitmen. Dengan kelompok kecil ini diharapkan seorang mentor bisa mengenal dengan baik setiap peserta kelompok pembinaannya. Secara personal.  Berbagai kelompok kecil ini akhirnya berkembang menjadi sebuah kelompok besar yang dampaknya sangat signifikan bagi perubahan.

Kelompok mentoring Nabi Muhammad dan berpesertakan para sahabat adalah contoh kelompok hebat yang telah sangat sukses. Atau kelompok zionis yang juga punya kelompok kecil sejenis mentoring untuk mengatur dunia saat ini. Artinya apa? Kelompok mentoring ini tidak hanya sebatas untuk pembinaan. Tapi bisa juga untuk sebuah gerakan nyata.

Pra syarat sebuah kelompok mentoring adalah mentor yang penuh keteladanan. Peserta yang cenderung homogen dan penuh komitmen. Salah satu kelompok mentoring yang terbukti di Indonesia adalah kelompok Hos Cokroaminoto yang berisi Soekarno, Kartosuwiryo dll. Mentor itu punya peran sebagai coach, teacher, brother, dan pathfinder. Tidak sekedar menyampaikan materi. Tapi mengolah potensi.

Pemahaman dasar peran mentor adalah kunci keberhasilan sebuah mentoring . Bukan sekedar menyampaikan ilmu dari buku saja. Tapi bagaimana seorang mentor mampu identifikasi dan mengelola potensi kebaikan peserta mentoring sesuai dengan panggilan jiwa nya. Peserta mentoring pun sebisa mungkin tidak terpaksa menjalaninya. Ia harus siap untuk melakukan perubahan diri secara optimal.

Karena mentoring bukan sekedar dengerin mentor sampaikan ilmu. Tapi justru jadi wahana untuk merubah diri. Membuat gerakan besar. Saya termasuk mengkritik mentor yang mengisi mentoring dengan hanya baca buku. Diskusi tingkat rendahan, percuma jika seperti itu. Perlu ada semacam carrer coaching atau pathfinding process untuk membuat mentoring bermanfaat dalam perubahan diri.

Materi dalam mentoring sebisa mungkin tidak terbatas pada satu perspektif. Jadikan sebagai tempat pergulatan dialektika yang mendalam. Karena menjadi mentor itu bukan untuk mendogma pemikiran. Tapip justru untuk memicu pemikiran segar.  Hanya mentor dengan kapasitas rendah yang memaksakan satu pemikiran saja. Membatasi peserta mentoring untuk berpikir mendalam.

Kalau ada mentor kacamata kuda. Lebih baik kamu tinggalkan saja. Dia mentor rendahan dan tak paham tujuan mentoring. Sebagai mentor kita sebisa mungkin bisa refleksikan materi dengan pengalaman pribadi. Agar contoh lebih nyata. Dan pendampingan lebih terarah.  Punya kelompok mentoring yang sudah mapan dan mandiri akan membuat kamu lebih matang menjalani hidup. Ada best practice yang di wadahkan.

Belajar mentor dan sesama peserta mentoring. Buat kelompok jadi hidup, bebas berpikir, dan jauh dari pemaksaan pemikiran. Materi yang diberikan dalam mentoring sebisa mungkin variatif. Pemikiran. Kejiwaan. Dan fisik. Semua dilakukan dengan partisipatif. Pemanfaatan multi media dan multi approach dalam mentoring adalah bagian dari keberhasilan dan efektifitas penyampaian materi.

Dan pastikan rutinitas mentoring ini terjaga. Perbanyak implementasi nyata. Picu dengan motivasi. Itu knp saya sangat mendorong, seorang yang siap jadi mentor harus siap jadi teladan berprestasi ekstrim. Jangan cupu profilnya. Sebuah mentoring itu lebih dekat dengan coaching ketimbang training yang hanya mengandal motivasi sesaat tanpa pendampingan.

Wallohu’alam Bishawab, semoga bermanfaat…

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: