Megapa ada negara maju dan negara miskin?

Bagi penikmat sejarah, tentu akan suka dengan buku-buku sejarah makro seperti tulisan jared diamond, niall fergusson, atau david landes. Sebenarnya sejarah-sejarah diatas hanya melanjutkan perdebatan yang telah dirintis oleh sejarawan-sejarawan terdahulu mulai dari Ibn khaldun sampai arnold toynbe. Rekan-rekan mungkin tahu baik fenomenal yang ditulis jared diamond: gun, germs, and steel yang mengulas mengapa peradaban maju tidak muncul di Papua tapi di eurasia.

Atau buku david landes: the wealth and poverty of nations yang bertutur mengenai sejarah bagaimana Eropa mampu mencapai kemakmuran. Atau buku niall fergusson terbaru: civilization yang bercerita banyak tentang mengapa Barat mampu menguasai dunia. Kesemua buku tersebut pada intinya ingin menjawab mengapa ada negara maju dan ada negara miskin. Determinan apa yang bertanggung jawab menghasilkannya?

Generally, ada hipotesis yang biasanya muncul menjawab pertanyaan penting oleh para sejarawan: mengapa ada bangsa yang makmur dan ada yang miskin. Pertama adalah
geographical tesis: bahwa geografi menjadi penentu bagi kemakmuran sebuah bangsa. Jared mungkin proponent modern untuk tesis ini. Menurut jared, peradaban dapat berkembang di eurasia simply karena secara geografis mereka dapat mengembangkan pertanian dan mampu berternak.

Liat papua. karena belum menjalani revolusi pertanian yang telah dilakukan masyarakat eurasia 11000bc, tidak mampu menciptakan peradaban yang sophisticated. Tesis ini juga diamini oleh david landes. “Couple of thousand miles in width encircling the earth at equator, one finds within it rarely developed countries. Hawa yang panas membuat orang tropis hidup bergelimpangan mkhluk-mahluk biologis. Penyakit menyebar Winter adalah blessing bagi Eropa.

Winter is the great friend of humanity: white killer, slyaer of insects and parasites, cleanser of pest. Ada cerita. Tatkala muslim sudah punya hamam, eropa tidak mandi sebulan itu wajar. Mandi hanyalah milik bangsawan yang mampu menghasilkan air panas. Sekarang bru nyadar mandi bukan prioritas karena memang winter adalah sahabat setia manusia yang tidak dumiliki oleh wilayah tropis.

Selain winter. Hujan adalah masalah lain. Pertanian tropis tidak produktif karena hujan mengerosi tanah subur dan menyulitkan pertanian. Alhasil cultivation does not compete easily with jungle and rain forest. Iklim tropis juga membuat produktivitas labor rendah dibandingkan dengan di negara bertempratur. Akumulasi kapital pun menjadi rendah. Belum lagi kalo pake teori sosial darwin. Untuk hidup di eropa orang harus berjuang, di negeri tropis, nggak ada baju rumahpun hidup.

Artinya, ada mekanisme seleksi alam. Hanya org yang mampu beradaptasi beserta keturunannya yang survive. Tak heran inovasi adalah keharusan. Well itu kata sejarawan yang percaya dengan hipotesa geografi seperti landes dan diamond. Nomor Ada begitu banyak kelemahan juga. Tapi tetap hipotesa ini powerful. Selain para sejarawan modern, filsuf klasik pun banyak yang percaya dengan hipotesa ini.

Penulis du contract sosial, montesquieu berujar: tropical people tended to be lazy hence didn’t work hard. Namun tidak selamanya geografi penting. Tatkala colombus datang, Amerika latin (dekat equator) lebih beradab ketimbang Indian di Amerika utara. Ada inca dan aztec yang membangun peradaban besar. Namun tidak ada satu kekaisaran sentralistik di Amerika utara.

Lalu, mengapa Inggris lebih maju ketimbng bulgaria. Hipotesis kedua adalah culture matter. Menurut hipotesis ini bangsa miskin karena budaya yang mereka anut. Eropa barat maju karena etika protestan yang menghasilkan kapitalisme. Afrika miskin karena merekaa masih percaya dengan dukun dll. Namun hipotesa ini tidak mampu menjawab beberapa fakta yang ada: Korut & Korsel yang memiliki budaya sama mnjadi 2 negara yang beda.

Terlepas dari apakah 2 hipotesa ini menganduung kebenaran, buku terbaru daren acemoglu, profesor MIT berjudul why nations fail lebih meyakinkan. Menurutnya the world inequality disebabkan oleh institusi yang mengatur bangsa tersebut. Bangsa menjadi kaya karena mampu menerapkan institusi politik dan ekonomi yang menghasilkan efisiensi dan insentif untuk makmur.

Benua amerika adalah laboratorium sejarah untuk mengetes hipotesa ini. Amerika utara kaya amerika latin miskin. Padahal mereka sama-sama dikoloni orang eropa namun dalam waktu 300 tahun, dua wilayah ini begitu kontras. Jawabannya terletak di institusi. Para pelancong sepanyol adalah conquestador yang datang untuk mencari kekayaan dan emas. Sedangkan pelancong inggris adalah petani yang mencari peruntungan di dunia baru. Kedua koloni menciptakan setruktur masyarakat yang berbeda.

Koloni amerika utara membentuk masyarakat egaliter sedangkan amerika latin membentuk kekaisaran yang hierarkis dan menindas pribumi. Koloni inggris menghargai property right dimana setiap petani yang datag mendapatkan sebidang tanah untuk dikelola secara Cuma-Cuma. Sedangkan di amerika latin. Tanah hanyalah milik para cortes dan mereka beserta keturunannya menjadi tuan tanah.

Institusi ekonomi di koloni pertama menghasilkan insentif untuk makmur sedangkan yang ke-2 mematikan insentif individu untuk kaya. Institusi egaliter yang menumbuhkan free market dan insentif individual untuk kayalah yang akhirnya menyebabkan bangsa menjadi kaya. At the end, sebagaimana diucap adam smith: the wealth of nations tak lain adalah akumulasi dari the wealth of individuals.

Jadi bukan geografi maupun budaya melainkan institusi apa yang diterapkan di negara tersebut. So institution matters. Further reading: the wealth and poverty of nations; gun, germs, and steel (geografi tesis). Culture matters how values shape human progress, elusive quest for growth (culture tesis). Yang terakhir why nations fail:the origin of power, prosperity, and poverty (tesis institusi) so far, ini buku yang bagus menjelaskan inequality.

So hipotesa institusi argues bahwa untuk menjdi negara makmur kita kudu melakukan transformasi institusional. Inggris telah melakukannya dengan glorious revolution yang diwariskan ke koloninya amerika. Perancis dengan revolusi perancis.  Sekian why nations fail kalo mau tahu lebih lanjut bisa dibaca buku-buku tersebut.

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: