Kewajiban Orang tua pada anak

Anak adalah amanah yang harus dijaga “keanugrahan”nya, bila gagal, anak mnjadi fitnah (ujian), musuh & jerumusin orantua ke neraka. Adalah kenestapaan bila anak itu ternyata mnjadi fitnah, musuh atau penyebab orang tua dibakar di neraka! Penunaian kewajiban orang tua sebagai kelanjutan do’a: robbana hab lana min azwajina wadzurriyyatina qurrota a’yun waj’alna limuttaqina imaman.

Kewajiban orang tua terhadap anak itu ada 6 perkara: Pertama, mendambakan kehadiran anak. Hal yang wajar bila suami istri pengen dapet momongan, tapi ternyata ada beberapa kondisi orang tua yang sepertinya “menyesali” kehamilan & kelahiran anak mereka pastikan tiap persenggamaan selalu berdo’a, karena resikonya adalah kehamilan, do’a tsb bukti komitmen ‘mendambakan’ kehadiran anak.

Kedua, adalah memberi nafkah kepada anak dengan yang halal lagi bermanfaat. Pastikan pekerjaan orang tua itu halal & selektif dalam pmbelanjaan hartanya bagi anak-anak hanya untuk hal yang bermanfaat saja.

Ketiga, menunjukkan ‘kasih sayang’ & ‘cinta’ kepada anak scara eksplisit, tidak multi tafsir dan tentu dengan tulus. Atas nama disiplin & jaga wibawa, banyak orang tua bersikap angkuh, marah, mukul & ‘menghukum’ anak yang (kadang) belum tentu bersalah. Merangkul, senyum, ngobrol yang hanagt pernah canda, membela, perhatian, memberi hadiah, adalah hal-hal yang harus sering dirasakan anak.

Keempat: berlaku adil jika anak lebih dari satu. Allah ciptakan manusia berbeda satu dari yang lainnya juga yang berkakak-adik. Adalah realita satu anak-anak itu berbeda-beda; ada yang nurut ada yang susah diatur, yang cantik & yg biasa-biasa aja, ada yang pinter & ada yang tidak. Belum lagi perbedaan umur dan jenis kelamin mereka, semuanya menuntut sikap adil dari orang tuanya.

Kelima: berdo’a yang terbaik bagi anak-anak tercinta. Adakah yang berdo’a buruk? Ada! Maka berhati-hatilah dalam berdo’a. Ada 3 do’a yang sangat mudah diijabah Allah, salah satunya adalah ‘do’a celaka’ orang tua pada anaknya, kok bisa?  Do’a bukan hanya “Allahumma Robana” dengan ngangkat tangan menghadap qiblat. Ngasih nama anak, panggilan, guyon apalagi marah itu juga DO’A! Karena do’a yang baik-baik susah diijabah, sering-seringlah kita berdo’a yang terbaik. Do’a adalah puncak dari segala ikhtiar demi kesuksesan anak.

Yang terakhir adalah mendidik anak dengan benar sesuai tuntunan Islam, biar sukses dunia juga akhirat. Berangkat ke hulu sambil makan kwaci, sekian dulu & trimakasih.

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: