Haruskah Biaya Kuliah murah?


Belakangan isu tentang ruupt kembali menguak. Dan ternyata pengesahannya ditunda lagi oleh pemerintah. DPR menilai kalau pemerintah yang blm siap. Begitu juga sebaliknya. Banyak pertentangan terutama dari masyarakat.  Poin paling krusial adalah independensi keuangan dari perguruan tinggi yang berakibat terhadap kenaikan biaya perkuliahan.

Pertanyaan saya haruskah biaya kuliah itu murah?  Kita sering bicara tentang tri dharma perguruan tinggi >>> Penelitian. Pendidikan. Pengabdian masyarakat. Apakah itu semua murah? Untuk mewujudkan tri dharma. Kita butuh dana besar. Sangat besar. Dari manakah dana tersebut jika perguruan tinggi tidak punya uang? Biaya kuliah. Biaya riset. Tenaga pendukung. Biaya aplikasi inovasi. Gaji dosen dan peneliti. Tentu itu semua butuh dana besar.

Menjadi menarik tentunya jika kebutuhan dana besar ini dibenturkan ke keterbatasan masyarakat membayar biaya pendidikan. Kata Dosen di teknik UI. Biaya ideal mahasiswa teknik itu sekitar 40 juta per tahun. Tuk kuliah-praktikum dll. Mahal ya? Biaya sebesar itu bila dikurangi cost per man per year . Akan berakibat pada kurangnya kualitas pendidikannya.

Akibatnya perguruan tinggi dijalankan dengan seadannya. Kenapa sekarang tiba-tiba banyak kampus swasta mahal berkembang pesat? Karena swasta. Mereka bisa tarik dana besar dan digunakan dengan efesien untuk pengembangan kampus dll. Mereka sukses. Dan sebaliknya . Banyak juga kampus negeri yang dijalankan seperti mengadakan sebuah bimbingan belajar. Hanya sisi pendidikan yang dipehatikan.

Biaya per kepala / mahasiswa per tahun itu mahal menurut saya penting. Pertanyaannya, siapa yang mau bayar? Di banyak kampus diluar negeri, biaya pendidikan sangat mahal. Amat sangat mahal. Rakyat kelas menengah tidak akan mampu bayar. Fee kuliah beragam. Dari masyarakat asli. Masyarakat luar provinsi/state/prefektur. Dan mahasiswa intenasional. Mahasiswa asing paling mahal.

Di kampus sussex per tahun buat s2 adalah 210 juta dan di ISS 170 juta. Di ITB s2 cuma 20 jt per tahun. Beda jauh? Perbedaan ini tentu berdampak pada perbedaan kualitas. Itu mengapa kita masih sangat ketinggalan dari negara lain dalam hal keilmuan. Salah satu pola yang diterapkan oleh negara luar adalah subsidi kursi. Sebutlah 40% kursi tiap ptn ditanggung penuh pemerintah.

Ditanggung penuh dengan mengikuti biaya ideal tentunya. Sisa 60% nya ? Diberikan kepada mereka yang mampu atau bisa dapat beasiswa dari institusi lain. Di luar negeri. Dana abadi dari alumni jumlahnya sangat besar. Di kita alumni pelit banget nyumbang ke almamater hehe.. Dengan subsidi bangku. Perguruan tinggi bisa mendapat pemasukan besar. Masyarakat juga bisa dapat kesempatan kuliah.

Salah satu langkah lain. Buat provincial agreement antara gubernur dengan warganya. 20% persen pajak buat perguruan tinggi TAPI Mereka yang punya ktp provinsi tersebut dan smp sma ya di provinsi tersebut dapatt subsidi jika bisa masuk ptn di provinsi bersangkutan. Buka 100 persen ujian mandiri. Seleksi berdasarkan kampus masing masing. 40% dapat subsidi. Kampus juga bisa kasih subsidi.

Daripada pajak negara buat beli pesawat mendingan buat subsidi bangku kuliah. Dengan konsep ini. Ptn daerah juga bisa berkembang. Selain tentunya kritisi ruu pt. Bagus juga mahasiswa kritik struktur belanja anggaran pendidikan. Masih bnyk pemborosan tuh. Desak juga pemerintah buat pastikan dana pajak yang besar itu bisa di alokasikan untuk pendidikan, subsidi bangku.

Kalau mahasiswa mendesak biaya kuliah murah dan akhirnya kampus yang jadi korban. Sangat disayangkan. Jangan sampe logika bbm dipakai saat subsidi pendidikan. Yang disubsidi harusnya orang bukan barangnya. Orang kaya harus bayar mahal buat kuliah. Masyarakat miskin dan menengah yang mampu masuk kampus yang baik. Langsung di subsidi sama pemerintah.

Coba pemerintah juga bikin feasibility study tentang berapa kesanggupan rakyat bayar pendidikan dan di konversi dengan kemampuan ekonominya. Tekan pemerintah bukan tuk paksa kampus sediakan pendidikan murah dan murahan . Tapi kembali ke uud. Pemerintah menjamin biaya pendidikan. Kampus tentunya juga jangan andelin pemerintah. Buka kerjasama dengan swasta. Bumd. Bumn. Institusi luar negeri. Dana alumni dll

Semoga pendidikan dalam negri Idonesia tercinta ini bisa lebih baik lagi, terjangkau oleh rakyat kecil dan berkualitas Internasional, amiin🙂

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: