Berserah Diri

Bismillahirrahmanirrahiim. Beruntunglah mereka yang berharap kepada Allah. Berbahagialah mereka yang berdoa kepada Allah. Bergembiralah mereka yang hny bsandar pada Allah! Sebab, pandangan mata bisa menipu pemiliknya. Sebab, buah pikiran tidaklah sungguh-sungguh kuat seperti yang disangka pemiliknya. Sebab, Allah Mahamengetahui yang ghaib dan Mahamenutupi aib. Sebab Allah Mahamengetahui apa yang tak terlihat mata dan tak tereja oleh pikiran!

Sungguh, alangkah mulianya jika menyandarkan pandangan kita yg jeli serta pikiran kita yg jernih pada keluasan rasa berserah Ilahi Rabbi. Sebab, sifat-sifat-Nya Maha Agung, ayat-ayat-Nya Maha Suci, ketetapan-Nya meliputi langit dan bumi, hidup dan mati, mari berserah… Bersera pada-Nya itu bukan tanda lemah. Siapa yang tahu beratnya berjuang, pasti tahu betapa dahsyatnya rasa berserah diri.

Struggling for surrender adalah puncak dari pencapaian seorang hamba yang mencari dimana puncak dirinya. Dan itu ada pada berserah. Siapa yang berserah akan memulai petualangan baru, menikmati nikmat-Nya yang Maha luas, rahmat-Nya yang Maha bebas, anugerah-Nya yang Maha berkualitas. Berserah adalah petualangan baru untuk memahami tentang lemahnya kita, kuatnya Allah. Dan tak ada daya untuk menghindar dari ketetapan-Nya.

Allah Maha meninggikan, juga Maha merendahkan. Allah Maha memelihara juga Maha Menghancurkan. Allah Maha Memuliakan juga Maha Menghinakan. Siapa yang mengikuti petunjuk dia tidak akan tersesat, sesederhana itulah rumusan rasa bserah. Mengapa kita masih terus menggugat petunjuk yang ada? Siapa yang bertakwa, niscaya akan mulia. Ingatlah, kemuliaan tidak pernah datang dari kuasa dan benda yang sering menipu para pengejarnya.

Kuasa dan benda ditangan seorang hamba akan menjadi alat utk mencapai derajat berserah tingkat mulia. Kuasa dan benda ditangan seorang ingkar akan membuatnya semakin gagah dijalan yang salah, sampai terlambat untuk berserah. Di halaman Masjidil Haram yang mulia, di tengah putaran thawaf yang bahagia, banyak manusia-manusia berjuang justru untuk berserah!

Lelaki yang kurus, mereka berserah dengan hebatnya. Janggutnya basah, mengangkat tangan, berdoa mengharap rahmat-Nya! Lelaki yang besar, melangkahkan kakinya dengan berat, untuk berserah. Napasnya terengah menuntaskan putaran thawaf yang mulia. Yang perempuan, memakai baju yang cerah melangkah ringan sambil tak berhenti doa, juga untuk berserah. Rahmat Allah untuknya

Ibu-Ibu, terengah-engah menuntaskan putaran thawaf, juga untuk berserah, tak pernah terpikir untuk mencuri putaran thawaf, meski 1 sahaja! Jangan hanya meninggikan caramu menggugat dan melawan, tapi juga pertajam caramu berserah dengan seluruh kebaikan.🙂 Allahukabar

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: