Anak merupakan cerminan versi kreatif dari orang tuanya

Anak adalah cerminan versi kreatif dari orangtuanya. Sebagai orangtua, bisa berintropeksi dari bagaimana kita bersikap. Oran tua yang lembut, akan terlihat dari anaknya yang lembut. Orang tua yang grasa grusu, maka anaknya akan mempunyai sifat mirip seperti itu juga.  Jadi kalo kita rasa anak kita “nakal”, “kasar omongannya”, “ngeyelan”, dll, jangan langsung memarahi anak.

Ambil nafas panjang dulu & introspeksi. Kitakah yang memberinya contoh?  Sekiranya kita sudah “baik”, maka baru telaah lingkungannya. Anak itu kayak spons, menyerap apa saja yang ada disekitarnya. Setelah semua kita telaah, kita bisa ambil langkah selanjutnya. Memarahi bukan solusi, karena anak belum ahli membedakan baik & buruk.

Tugas kita sebagai orang tua untuk menanamkan dasar nilai baik & buruk. Tidak bisa orang lain. Sekolah memang mengajarkan itu, tapi kalo di rumah mereka tidak dikuatkan lagi, kasian jadi dobel standard.  Dan kalo ternyata semua lingkungannya sudah “baik”, mari kita lihat lagi, mungkin ada pesan tertentu yang ingin anak sampaikan.

Libatkan sekolah ataupun psikolog baik juga. Tapi tetap keterlibatan & kesediaan orang tua yang utama. Datang ke psikolog anak itu bukan selalu bermasalah, kalo kita mau tes IQ pun ke psikolog juga kan? Jadi, mulai sekarang yuk kita introspeksi & hati-hati dalam bersikap. Paling tidak jadikan diri kita contoh yang baik bagi anak-anak.  Semoga cukup inspiratif ya :).. Jazakumullah..

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: