Teladan Kebaikan

Sejarah kehidupan manusia sejak dulu sampe sekarang mencatat bahwa sosok pemimpin yag paling sukses adalah Rasulullah shalallahu’alayhi wasallam. Rasul berhasil dalam membawa perubahan kehidupan manusia ke arah yang lebih baik dalam waktu yang relatif singkat. Bahkan Michael Hurt dalam bukunya yang sangat terkenal yang berjudul “100 Pemimpin Dunia Yang Paling Berpengaruh” telah menempatkan Muhammad Rasulullah shalallahu;alayhi wasallam di ranking yang pertama. Perubahan kehidupan manusia yang terjadi bukan sekedar di bidang fisik-material, tapi lebih pada esensi kemanusiaan itu sendiri yaitu menghidupkan hati sanubari & menjadikannya sebagai pemimpin yang diikuti oleh akal & hawa nafsunya.

Saat hati yang mmimpin, maka kan lahir pribadi-pribadi berkarakter & akhlaqul karimah, apapun posisi, profesi & jabatannya. Dia kan menjadi orang yang jujur, amanah, tanggung jawab, memiliki etos & etika kerja & mencintai sesama yang kesemuanya dibingkai oleh aqidah salimah yang kuat kepada Allah disertai syari’ah shahihah yang dilaksanakan secara kontinyu & istiqomah.Dalam membangun akhlaq & karakter manusia, Rasulullah telah mnempatkan dirinya sebagai pemimpin yang mmiliki akhlaq paling mulia. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahuwata’ala dalam QS. Al-Qalam [68] ayat 4. “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yg luhur.” (68: 4)

Sekaligus, Rasulullah pun menjadi uswah hasanah/suri tauladan bagi masyarakat & umatnya. Hal ini sebagaimana secara tegas dinyatakan dalam QS. Al-Ahzab [33] ayat 21.”Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat & yang banyak mengingat Allah.” (33: 21). Saat Rasul menganjurkan sifat kepemurahan, maka beliaulah orang yang paling pemurah & mudah memberi kepada yang membutuhkan. Saat Rasulullah shalallahu’alayhi wasallam menyatakan bahwa tersenyum itu adalah shadaqah (at-Tabassumu huwa ash-Shadaqah). Maka beliaulah yang paling banyak tersenyum, ketika sedang bersama isteri dan para sahabatnya.

Ketika beliau menyatakan bahwa amanah/jujur akan menarik rizki & khianat akan menyebabkan kefakiran maka beliaulah yang paling dikenal amanah/jujur, bahkan saat beliau belum diangkat mnjdi rasul sekalipun (gelar al-Amin). Ketika Rasulullah shalallhu wasallam menyuruh para sahabatnya untuk bermusyawarah dalam segala urusan. Maka beliaulah orang yang selalu bermusyawarah dengan para sahabatnya, bahkan dengan isterinya dalam urusan rumah tangga.

Menjadi teladan, itulah salah satu kunci utama keberhasilan Rasulullah shalallahu’alyhi wasallam dalam memimpin umat & bangsa. Dan hal ini pula lah yang dibutuhkan oleh para pemimpin sekarang, terutama yang berkaitan dengan jabatan publik. Jika pemimpin tsb ingin sukses dan berhasil dalam memimpinnya. Maka mari kita menjadikan diri kita semua, sebagai teladan dalam kebaikan di lingkungan kita masing-masing. Apapun posisi, pekerjaan kita.. Jadilah teladan yang baik dalam kebaikan. Karena tindakan nyata jauh lebih berharga daripada sekedar kata-kata.

Demikian sedikit pembahasan tentang teladan yang baik dalam kebaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu A’lam bi ash-Shawab.

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: