Pewarisan Nilai

Salah 1 teladan para Nabi & Rasul Allah untuk diikuti umatnya, adalah kesungguhan mereka dalam PewarisanNilai pada generasi berikutnya. Mereka mewariskan nilai-nilai aqidah islamiyyah & nilai-nilai perjuangan kepada anak & keturunannya. Hal ini sesuai dengann Firman Allah subhanahu wata’ala dalam QS. Al-Baqarah ayat 132-133. “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kpd anak-anaknya, demikian pula Ya`qub.

(Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Ssngguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam mmeluk agama Islam. Adakah kamu hadir ketika Ya`qub kedatangan (tanda-tanad) maut, ktika ia bkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kmu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu & Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail & Ishaq. (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Kata-kata “Mâ Ta’budûna min ba’dî” (apa yang akan kalian sembah setelah kematianku) bukan “Mâ Ta’kulûna min Ba’dî) (apa yang akan kalian makan sesudahku) menggambarkan betapa ibadah & pengabdian yang tulus kepada Allah Subhanahuwata’ala, merupakan sumber utama kesuksesan & keselamatan hidup. Dengan ibadah yang benar, akan meluruskan motivasi, sekaligus kan membangun etos kerja yang tinggi. Akan lahir pula kecintaan kepadaa ilmu pengetahuan yang bersumber dari wahyu Allah subhanahuwata’ala.

Juga sekaligus akan lahir kecintaan kepada sesama umat manusia. Dengan demikian kan lahir generasi penerus yang memiliki karakter yang mulia, cinta pada Allah Subhanahuwata’ala & Rasul-Nya. Juga generasi yang cinta pada Islam, cinta ilmu, cinta pada kerja keras & cinta pada sesama umat manusia. Dan lebih khusus lagi, generasi yang cinta kepada sesama orang-orang yang beriman.

Inilah yang sering disebut generasi 5.54, yaitu sebuah generasi yang digambarkan Allah dalam QS. Al-Maidah [5] ayat 54. “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya

yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, & yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (5:54)

QS.2: 132-133 juga menggambarkan betapa pentingnya keluarga sebagai sebuah institusi pendidikan Pun keluarga merupakan tempat menaburkan benih-benih kebaikan. Dan hal ini pulalah yang harus tetap dipertahankan oleh keluarga muslim saat ini.

Hal tsb penting jika kita mngingingkan generasi mendatang lebih baik & lebih bermartabat. Apabila peran keluarga dalam pewarisan nilai ini melemah atau bahkan hilang maka yang akan terjadi adalah kerusakan dan kehancuran. Karena keluarga adalah unit sosial terkecil yang merupakan basis & landasan utama dalam membangun umat & bangsa.

Allah subhanahuwata’ala berfirman dalam QS. At-Tahrim [66] ayat 6 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka & slalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Semoga kita semua bisa membangun keluarga yang kuat & dapat menanamkan nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran Allah subhanahuwata’ala. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bi ash-Shawab

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: