Perang Badar

Sedikit bercerita tentang pertempuran fisik yang sering dialami oleh Rasulullah yaitu PerangBadar simak ya..

Di madinah, nyaris tak ada waktu istirahat yang cukup bagi Rasulullah. Perang demi perang bersambut dalam jeda waktu yang tidak panjang. Yaitu, perang yang terjadi baik antara kubu Nabi vs kaum kafir Quraisy dan sekutunya dipihak lain. Istilah perang tsb: Ghazwah.

Selama hidup Rasulullah shalallahu’alayhi wasallam telah terjun dalam 26 ghazwah. Yang tdk diikuti beliau sebanyak 38 kali. kisah PerangBadar trmasuk yang populer dalam sejarah. PerangBadar trjadi pd 17 Ramadhan tahun 2 hijrah.

Perang ini dipicu oleh tindakan Nabi yang perintahkan sahabat untuk hadang kafilah Quraisy. Nabi tidak berniat trjadinya pertempuran ketika menghadang kafilah dagang Abu Sofyan dari Syam ke Makah. Sehingga tidak ada bala tentara. Akan tetapi, kafilah dagang ABu Sofyan lolos setelah berhasil mengirim kurir kepada kaum Quraisy Makah untuk meminta perlindungan.

Kafir Quraisy kemudian kerahkan 1.000 pasukan : diantaranya 600 infanteri & 100 kaveleri. Serta 700 unta dan budak perempuan. Mendengar ada pengerahan pasukan, mau tidak mau Nabi dan para sahabat yang hanya berjumlah 314 orang harus siap menghadapi.

Sebagian besar pasukan Rasul dari gol Anshar, dengan bawa 70 unta & 2 atau 3 ekor kuda. Dalam perjalanan mereka bergantian menaikinya. Nabi pun minta persetujuan dari para sahabat khusunya kaum Muhajirin dan Anshar agar mau ikut berperang. Mereka meng-iyakan.

Kaum Anshar sadar bahwa Nabi membutuhkan mereka, utk itu Sa’ad bin Mu’adz-pemimpin Anshar, menyatakan pendapatnya : “Wahai Rasulullah, kami telah mempercayaimu dan membenarkan ucapanmu. Kami bersaksi bahwa ajaran yang kau bawa adalah Haq. Karenanya, kami berikan kepadamu janji setia dan persetujuan kami untuk tunduk dan patuh! untuk itu lanjutkanlah misimu.”

Orang-orang lain, selai Mu’adz mengeluarkan pernyataan yang sama. Rasulullah bahagia mendengarnya. Lalu beliau bersabda : “Teruskanlah misi ini untuk raih berkah Allah dan berbahagialah! Sungguh, Allah janjikan kepadaku salah satu dari 2 kelompok.” Rasulullah teruskan perjalanan hingga sampai dekat sumber air di daerah Badar lalu berhenti.

Melihat ini, Habbab bertanya: “Wahai Rasulullah, di sinikah tempat yang diwahyukan Allah untuk berkemah, atau sekedar pendapat pribadi bagian dari strategi?” , “Ini adalah pendapat pribadi, siasat perang dan termasuk strategi.” Jawab Rasulullah. lalu Habab menyarankan untuk sisir jalan menuju tmpat lain yang lebih layak & bisa digunakan kaum Muslim untuk blokir aliran air ke perkemahan musuh.

Segera Rasulullah & para sahabat bangkit menuju tempat yang ditunjukkan oleh Habbab. Mereka berkemah di sana sebagai strategi. Selain bicara soal strategi, PerangBadar juga mengisahkan kesetiaan dan cinta kepada Rasulullah seperti apa yang disulkan Mu’adz untuk buat tandu.

Mu’adz usulkan agar buat tandu untuk Rasulullah yang ditempatkan di belakang kaum Muslimin sebagai perlindungan. Jika Allah memuliakan mereka tentu hal inilah yang Rasul inginkan. Jika tidak, beliau akan tetap duduk di atas tunggangannya. Sebelum perang dimulai, hati mereka bermunajat kepada Allah. Mereka memohon dianugerahkan kemenangan.

Mereka kaum muslimin mengharapkan Allah menerima syahid mereka, sehingga bisa mencium bau surga. Memang sebuah pertempuran yang tidak terencana sebelumnya. Kalah jumlah membuat sifat pasrah kaum Muslimn kepada Allah sebagai takwa.

Tatkala kedua kubu pasukan hendak bertempur, Nabi mengatur barisan kaum muslimin dan memotivasinya agar mencintai syahid. Nabi shalallahu’alayhi wasallam bersabda : “Demi dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, siapa pun yang bertempur lawan mereka (kafir Quraisy), lalu gugur dalam keaadaan sabar & mengharapkan Allah, niscaya akan memasukkannya dalam surga.” Sabda Rasul sebagai motivasi PerangBadar.

Setelah memberikan motivasi, Rasul masuk ke tandunya. Rasul pun berdoa: “ya Allah, jika Engkau hancurkan golongan pasukan Muslimin, niscaya Engkau tidak akan disembah di bumi ini.” Beliau sujud sangat lama, sampai-sampai Abu Bakar berkata, “Sudahlah, Rasulullah. Sungguh, Allah pasti akan memenuhi janji-Nya kepadamu.”

Pertempuran pun berkecamuk sengit, dan berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin. Sebagian besar korban dipihak musyrikin. Dari pihak kaum musyrikin terbunuh sekitar 70 personil termasuk Abu Jahal, sementara 70 personil lainnya jadi tawanan perang. Kemudian Nabi shalallahu’alayhi wasallam menyuruh para sahabat untuk mengubur semua prajurit yang terbunuh. Setelah selesai, lalu kembali ke Madinah.

Sekembalinya di Madinah, Nabi bermusyawarah dengan para sahabat perihal para tawanan. Umar mengusulan untuk membunuh mereka.Tetapi Abu Bakar mengusulkan agar meminta tebusan untuk kebebasan para tawanan. Rasul pun menerima usulan Abu Bakar.

Beberapa ayat al-Qur’an tentang perang badar bisa dibaca pada surat Ali Imran : 123-127. Banyak hal yang bisa jadi pelajaran dalam perang badar, seperti : ujian keyakinan, strategi manajemen tempur, ketaatan pada pemimpin. PerangBadar sebagai pelajaran umat Islam dimana akal, organisasi, emosi, fisik, serta keyakinan yang penuh dengan kepasrahan kepada Allah bersatu! Demikian ringkasan singkat kisah PerangBadar -kisah lebih detail bisa dibaca di buku Ad-Durar Fi Sirati Ar-Rasul by proumedia.

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: