Tingkat Bahaya Maksiat


Adanya maksiat, apakah itu bukan kehendak Allah? Lalu kehendak siapa?

Seorang Muslim yang salah memahami takdir, berada satu kapal dengan seorang majusi. Terjadi dialog antara keduanya tentang takdir. Dialognya kurang lebih demikian:

Si Majusi bertanya: segala maksiat yang ada, apakah kehendak Allah? Muslim yang keliru tadi menjawab: bukan, Allah hanya menghendaki yang baik-baik. Maksiat dan kejelekan adalah kehendak setan. Kata si majusi: kalo gitu Allah menghendaki tapi tidak terjadi, dan setan menghendaki dan kehendak setan mengalahkan kehendak Allah? Si majusi berkata lagi: kalo gitu Allah kalah sama setan, saya ikut yang kuat aja.

Semuanya kehendak Allah. Maka Nabi berdoa minta ketaatan, minta dimudahkan berbuat ketaatan, karena tanpa ijin Allah, takkan bisa taat. Mengapa Nabi berdoa minta ketaatan? Bukannya Nabi bisa taat sendiri tanpa bantuan Allah? Kalo gitu Nabi ga berdoa dong. Maka kita tidak boleh merasa over PD, karena semua itu kehendak Allah. Jika Allah tak ijinkan, kita takkan bisa.

Mengapa ada maksiat? Mengapa Allah mengijinkan adanya maksiat? Wah kalo mau mencari hikmah di balik setiap semuanya, takkan bisa. Ilmu Allah Maha Luas, meliputi segala sesuatu. Ilmu kita sangat dangkal. Kita tidak bisa menelusuri ilmu Allah. Salah satu hikmah adanya maksiat, untuk memberlakukan sifat ampunan Allah, kalo tidak ada maksiat, tidak ada yang diampuni.

Adapun Tingkat bahaya maksiat bertingkat-tingkat sesuai pelakunya; Pertama; yang bermaksiat sebab tak tahu ilmu & belum sampai hujjah padanya. Maka yang demikian semoga Allah ampuni; terlebih jika datang ilmu padanya lalu dia bertaubat nashuha. Kedua; yang bermaksiat & tahu bahwa dia berdosa pada Allah; melakukannya dalam sunyi & rahasia; malu jika terbuka aibnya. Yang demikian moga tertuntun taubatnya.

Yang ketiga; tahu bahwa ianya dosa; tapi bermaksiat dengan terang-terangan; meski dalam hatinya ada galau menyiksa. Ini cukup berbahaya. Yang ke-4; bermaksiat terang-terangan; mengumumkan & bahkan membanggakan dosanya. Ini lebih berbahaya lagi; kian kecil peluang diampuni. Yang ke-5; bermaksiat terang-terangan, bangga akan dosanya, & mengajak-ajak orang lain untuk turut berbuat.

Maka ini sungguh terlaknat. Dan ke-6; yang paling nista; bermaksiat terang-terangan, berbangga, mengajak-ajak, & bahkan menyimpangkan agama tuk cari pembenarannya. Na’udzu biLlah. Semoga Allah menjauhkan kita dari kemaksiatan walau hanya sedenyut nadi, setarik nafas, sekedip mata, & selangkah kaki.

 

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: