Pesan Al-Fatih

 

Pesan Al-Fatih;

1. Jadilah orang yang adil, shalih dan penyayang. Berilah perlindungan kepada seluruh rakyat tanpa pengecualian.

2. Bekerjalah demi menyebarkan Islam. Utamakan kepentingan Islam dari kepentingan lain. Jangan melantik pegawai yang abai pada agamanya.

3. Hindari bid’ah yang merusak agama. Lakukan perluasan negara melalui jihad. Lindungi harta Baitulmaal 

4. Jangan mengambil harta rakyat. Pastikan yang lemah mendapatkan jaminan kekuatan.

5. Hormati dan muliakan ulama serta cendekia. Jangan tertipu pada harta dan kuasa.

6. Jangan melakukan sesuatu yang bertentangan dengann hukum Islam. Bekerjalah untuk dan muliakan Islam. Hormatilah umatnya.

7. Jangan mubazirkan harta negara, dan gunakan sebaiknya. 

Tahukah kamu, constantinenopel takluk pada tanggal 6 april dalam peperangan selama 45 hari. Khilafah utsmaniyah kalo jaman sekarang di konversi menjadi negara maka akan ada 65 negara bernaung. Tahukah kamu, pangeran diponegoro mengclaim dirinya sebagai perwakilah khilafah utsmaniyah. Pada masa khilafah utsamniyah juga terdapat panglima laut paling hebat, panglima choirudin barbarosa. Khilafah utsmani ialah khilafah paling lama masa pemerintahannya, mengalami kemunduran karena perpecahan daerah.

Penaklukan constantinopel ini sebenarnya adalah pengenjewantahan hadist Rasul berabad abad sbelumnya. Muhamad Alfatih, seoarang pemimpin pasukan yang dijanjikan, memimpin pasukan djanjikan, yang terbaik umat Islam punya dalam sejarah. Seleksi panglima saat itu dilakukan dengan 3 syarat; yang tidak pernah meningalkan sholat fardhu, rawatib dan Sholat malam, hadirlah Al-fatih.

Muhamad AlFatih dididik oleh syaikh syamsudin al wali yang nasabnya bergaris kepada Abu Bakar RA. Al Fatih menguasai 7 bahasa ilmu pengetahuan pada saat itu. Pada usia 12, Al fatih pernah menjadi pejabat sementara menggantikan ayahnya yang sedang dinas. Alfatih mencari cara menembus dinding kota,membuat meriam raksasa dan menciptakan kapal yang bisa naik bukit. Alfatih memanggil nama pasukannya dengan nama pasukan Abu Ayyub Al-Anshari. Kapal al fatih yang gede-gede gitu ditarik naik gunung, ampe sekarang ga pernah terjadi lagi……….

Semoga kisah singkat ini bisa menginspirasi kita untuk beribadah yang lebih baik lagi, seperti al-fatih yang tidak pernah meninggalkan sholat fardhu, rawatib dan Qiyamullail sejak kecil. Tegakkan yang wajib, hidupkan yang sunnah. Ajak, rawat, uswatun hasanah to everyones,..

 

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: