Pentingnya Sebuah Proses Dari Pada Hasil

Ajarkan anak untuk mengerti pentingnya sebuah proses dari pada hasil. Salah satu kisah di buku Maa Aku Bisa menjelaskan bagaimana orang tua Ajarkan Proses. Suatu ketika Hasbi yang masih kelas satu SD terlihat lunglai. Bukan sekedar fisik lelah, tampak sekali di raut wajahnya. Kekecewaan atau kesedihan sedang menggelayuti. Orangtuanya merasakan kesedihan itu.

Lalu sang Ortu tanya ke Hasbi,  “Hes, bapak lihat tadi kami sedih sekali, kenapa?” tanya bapak. “tidak apa-apa, Pak.” jawab Hasbi.  “Apa karena dinakalin teman?” bapak coba menebak. “tidak kok pak” Hasbi coba membalas, “Apa nilainya jelek?” tanya bapak lagi.

Mendengar pertanyaan itu, Hasbi cuma diam. Tidak menjawab apapun. “Sini, bukunya bapak lihat!” Pinta bapaknya. Terdorong rasa kasihan & cinta, si bapak tidak mendesak anak tersebut utk ceritakan masalahnya. Si Bapak lalu periksan buku-bukunya.

Ketika diperiksa buku-bukunya, tampak oleh si bapak nilai 4 di buku tulisnya. Sepengetahuannya, baru pertama ada nilai 4. Biasanya dapat 8 atau 10. Barang kali inilah yang menyebabkan ia sedih. yaitu mendapatkan nilai yang mengecewakan hatinya. Hes sini!” panggil bapak. Setelah Hasbi mendekat, disuruhnya ia menghitung frekuensi nilainya. “Ada berapa nilai sepuluhmu?” tanya si bapak. “Ada lima pak!” jawab Hasbi.

“Yang nilai empat ada berapa?” tanya bapak lagi, “Satu! Kenapa pak?” Hasbi agak penasaran. “Kebanyakan nilaimu bagus atau jelek?” lagi bapak bertanya. “Bagus!” jawab Hasbi , “Nah, nilai bagus harus disyukuri Nak. Bapak dulu nilainya lebih jelek dari kamu.” Si bapak lalu tunjukan nilai Raportnya. Mendadak wajah Hasbi bersinar kembali. Bahkan tertawa melihat nilai-nilai Raport bapaknya yang memang jelek.

“Hes, tujuan bapak sekolah bukan untuk cari nilai. Meski nilai Bapak jelek, tak pernah skalipun Bapak nyontek!” Jelas bapak. Bapak lanjutkan, “Nilai ini murni. Memang ini kemampuan Bapak, dan Bapak bersyukur diberi Allah kemampuan ini.” , “Demi Allah, meski nilai bapak jelek, selama hidup Bapak, belum pernah nyontek.” jelas bapaknya lagi.

Hasbi diam hanya mendengarkan. “Bapak senang nilai kamu bagus. Bapak juga tetap senang walapun nilai kamu jelek.”, “Bapak senang karena kamu belajar, bukan karena nilai kamu jelek atau bagus. Bapak juga senang kalau kamu membuat PR. Itu yang Bapak senang dari kamu. Sekali lagi, bukan nilai kamu. Kalau sudah belajar keras nilainya empat, ya syukuri saja. Memang itu adanya.” Jelas bapak panjang lebar. Hasbi masih diam.

Bapaknya masih coba terus ‘khotbah’. “Allah menghargai kerja kerasmu, bukan menghargai nilaimu. Kerja kerasmu tadi akan membuat kamu disayang sama Allah. Kamu dapat nilai empat pun, itu pertanda kasih sayang Allah. Kamu disuruh belajar lebih keras lagi.” Nasehat bapaknya,

“Dengan nilai 4, Allah insya Allah hendak mengatakan pada kamu begini : ‘Hes, belajarmu masih kurang, tolong dong ditambah.”. “Nah, kalau kamu bersedia belajar lebih giat lagi, Allah akan makin sayang.” jelas nasehat bapak panjang lebar kepada Hasbi.

“Kalau sudah belajar nilainya tetap jelek, gimana Pak?” Hasbi tiba-tiba bertanya. Bapak menjawab,”Nilai 4 bukan keburukan, apalagi kejahatan. Nilai 4 juga bukan dosa. Orang sukses banyak yang dulu nilainya jelek. Allah membalas usaha manusia bukan dengan nilai. Allah punya cara sendiri untuk menggembirakan orang-orang yang tekun, ulet, dan tidak berputus asa.”

Dengan kata-kata seperti itu, agaknya Hasbi dapatkan penjelasan yang memadai. Berawal dari nilai, diskusi melebar kemana-mana. Dari dialog antara Hasbi dengan Bapaknya, Hasbi terlihat puas. Bapaknya sudah mengajarkan pentingnya sebuah proses dari pada hasil.

Demikian sedikit kisah seorang bapak Ajarkan Proses kepada anaknya. Sebuah cerita yang di ambil dari buku Maa Aku Bisa. Semoga bermanfaat😀

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: