Murid Dan Tuan Gurunya, Pelaku Maksiat Iblis Laknat

Jika berguru dan mempelajari syahwat menajamkan nafsu, kelak di hari berkumpul dia akan di satukan bersama sang tuan guru: ya iblis yg itu! Sejak Adam sampai Irsyad Manji, setan dan iblis tak pernah berhenti menggelincirkan kita dari jalan suci. Agar memiliki teman di dalam siksa sedih! Dari zaman Luth sampai Lady Gaga, iblis mengajarkan manusia untuk menutup mata dari jalan terang dan menuju telaga peradaban yang hina. Lalu manusia-manusia rendah menyebutnya kebebasan dan hak berpikir yang mulia, sungguh itu semua hanya sebutan untuk nafsu dan syahwat mereka!

Melalui syahwat dan subhat, kelalaian dan nyanyian, iblis mengirimkan lagu dan pemikiran, menyesatkan manusia dari jalan benar nan mulia. Iblis menggoda para pemikir dan cendekia, dengan cara yang luar biasa, menolak nasihat bijak dan mendengar fatwa dari orang bodoh nan jahiliah! Iblis mengajarkan, menghina iman dan menista ulama adalah jalan keberanian & gagah perkasa, kita lihat siapa yang akan tersenyum di akhir sana.

Setan durjana mengajarkan pada kita untuk meninggalkan perintah dan melaksana tegah, atas nama kebebasan dan keunggulan manusia. Dengan cara, halus atau kasar, elegan atau menjijikkan mereka menarik paksa kita untuk tinggalkan syariat dan laksana maksiat. Tuan guru iblis berkata pada murid-murid jahanam, jangan sia-siakan masa mudamu, isi dengan gembira dan pikiran terbuka, jangan lugu dan kaku. Tuan guru iblis mengatakan, pintu kebenaran dan kebaikan tidak tunggal, tapi beragam. Jangan jumud terimalah sudut mata terkembang.

Setan merapal mantra & mengajari ritual: beriman dengan rasa takut hanya dilakukan orang kampungan. Intelektual tak memelihara ketakutan dalam iman. Lalu dia akan mengajukan contoh dalam peradaban, para pemberani yg menantang: mulai dari Firaun, Qarun dan Hammam, sampai Wadud hingga Irsyad Manji.

Ketika dibincang tentang Israel dan penindasan. Mereka akan berkata, “Sebaiknya jangan ngomongin orang lain, PR kita sendiri masih melimpah.” Tapi mereka menyeru lantang untuk mhancurkan negara lain, mulai dari Irak sampai Afghanistan, Palestina sampe Filipina Selatan. Alasannya, berkawan dengan setan Abu Lahab, Abu Jahal, Ubay Salul muncul dalam bentuk baru, mengusung kerusakan, keingkaran, dan adudomba, dengan kemasan lebih intelektual.

Yang mereka puja: pembuat kerusakan, penghancur akhlak dan moral, tapi disebut dengan halus sebagai intelektual dan tak perlu dilarang. Yang mereka benci: para alim yang menghalangi kejahiliyahan, para zuhud yang menolak godaan, dan mujahid yang disebut para pelanggar HAM.

Mereka menyukai para penyanyi, penyair bejat, pemikir sesat, pelaku maksiat, pejabat laknat, hakim khianat: untuk mereka selalu ada tempat! Panggung & lampu akan disiapkan, sebagai tempat untuk mengusung pemikiran sesat. TV dan koran siap mendukung, menyebut para penentang: teroris militan! Mereka sebenarnya takut dan rapuhnya tak alang di depan kaum beriman. Maka jangan mundur meski sejengkal, lawan saja dengan gagah, usir mereka pulang.

Orang awam disesatkan dengan gemar membincangkan keburukan liyan, menelikung dengan hiburan, mengelabui dengan tipuan. Para pemikir digoda popularitas semu, tepuk tangan palsu, guyuran dolar untuk semua program, membanggakan diri dan kehilangan rasa malu.

Para peniaga ditipu dengan gaya hidup riba, menolak zakat dan sedekah, dan hidup berlebihan dalam tabzir yang membinasakan. Pemuda dijauhkan dari agama, dibuat benci pada jihad-Nya, dibuat abai pada perintah, dibangun jarak agar tak kenal sunnah. Pemuda kembalilah! Syahwat ditiupkan dengan berbagai cata utk menjerat pemuda, mulai dari syahwat seksual tingkat rendah, sampai syahwat tinggi rakus kuasa.

Akhirnya, perhatikanlah para penentang iman, jangan harap kalian akan menyebarkan kesesatan dengan ringan. Sebab lasykar Abu Dzar akan siap menghadang! Bagi kalian, ini mungkin agenda menyebarkan pikiran. Tapi bagi kami, menentang kalian adalah riyadhah dan senam ringan diakhir pekan.

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: