Menapaki Peradaban Melalui Pena

Bicara tentang peradaban, maka kaitan dengan keilmuan dan pengetahuan akan sangat erat. Mereka kuasai ilmu akan kuasai peradaban. Romawi pernah kuasai peradaban, Islam pernah kuasai peradaban, kini barat yang menguasai peradaban. silih berganti. estafet ilmu. Di masa sebelum masehi, mesir dan cina dikenal sebagai tonggak ilmu. Berbagai bentuk mahakarya pun lahir pada zaman tsb.

Kita mengenal sejarah panjang cina dengan herbal dll. Mesir dengan ilmu pertanian dan konstruksi. Bukti nyata ilmu mereka kuasai. Lalu berganti ke romawi, mereka membuat bangunan-bangunan besar dan estetis. Keilmuan arsitek, sipil, dan hukum berkembang. Colloeseum, aquaduc contoh mahakarya teknik konstruksi, codex-democracy sebagai bukti karya hukum romawi.

Jaya pada masanya. Romawi juga dikenal dengan kemampuan pasukan dan dan militernya, teknologi tinggi. Simbol kejayaan masa itu. Tak heran banyak filsuf dan pemikir lahir di romawi. Merekalah tonggak peradaban romawi yang mahsyur saat itu. dahsyat.

Peradaban pun silih berganti estafetnya. Islam pernah mengusasi peradaban untuk lebih dari 8 abad. Para ilmuwan Islam pun lahir. Ahli kedokteran, sastra, politik, ahli teknik. Semua pun bermunculan dan mengisi kejayaan kekhalifan Islam selama 8 abad ini. Penguasaan Islam terhadap peradaban ini memang tidak main-main, 2/3 dunia berada dalam nauangannya & berhasil memberikan kesejahteraan.

Al khawarizmi penggagas algoritma, ibnu sina di bidang kedokteran, dan kebanyakan polimet (banyak ilmu). Hebatnya ilmuwan Islam, mereka polymath (menguasai banyak keilmuan), sehingga cara pandang mereka komprehensif. Selain itu mereka juga seorang ulama, sehingga keilmuan yang mereka miliki selalu sejalan dengan Islam, sesuai fitrah Islam. 8 abad menguasai dunia, Islam telah membuktikan sebagai guru peradaban yang adil dan memberikan kesejahteraan.

Ketika Islam mulai berangsung dikalahkan dan di usir, warga kota sedih dan merasa kehilangan. non-muslim sekalipun. Akhirnya Islam pun berganti, eropa dan amerika (barat) menguasai dunia. dengan pendekatan yang berbeda. ilmu pun dikuasi oleh mereka.

Galileo, da vinci, newton, colombus, dan banyak lagi kelompok berilmu lahir dari dunia barat. Hingga sekarang Bill gates,steve jobs. Pelajaran dikelas saat ini sangat di dominasi oleh ilmuwan barat yang telah mempaharui tingkat penemuan dari ilmuwan sebelumnya. Dan semua produk yang kita gunakan adalah hasil manifestasi keilmuan dari barat. Sang penguasa dunia saat ini.

Dr sini kan kita bisa lihat, sejarah membuktikan. Bangsa yang kuasai ilmu akan kuasai dunia dan lebih lanjut, peradaban. Saya mengetik dengan note book made cina, software microsoft, internetnya google, dan mouse buatan cina juga. Saya bicara dalam konteks Indonesia dan Islam. Sudahkah negeri ini, atau agama ini menguasai ilmu dan teknologi saat ini.

Pada tahun 90 an kita mengenal negarawan muslim bernama Habibie yang menggagas IPTN. Barat khawatir, IPTN dikerdilkan via IMF. Bila saat itu Indonesia tetap bisa mengembangkan IPTN nya, dunia sangat meyakini sudah mampu menandingi sukhoi dan embrarer. Tapi sejarah berkata lain, sang penguasa peradaban tidak ingin ilmu pengetahuan beralih tongkat estafetnya.

Keadaan negeri dan agama ini sangat terpuruk dalam konteks keilmuan. Sederhana aja, dan riset kita hanya 0.03% dari APBN. Singapura, dan risetnya 3% dari APBN, malaysia 2%, cina 5%. kita masih sangat jauh. Cina wajar kuat saat ini,berupaya ambil alih.

Cina sadar itu,mereka melakukan apa yang dinamakan reverse engineering. Produk BB keluar hari ini, blue berry keluar pekan depan. Ditambah lagi banyak dosen projector karena memang kesejahteraannya belum ditanggung dengan baik oleh pemerintah.

Peneliti bukanlah sebuah posisi yang dianggap menarik buat anak muda sekarang. Karena identik dengan lab dan jurnal ilmiah.  Ditambah lagi dengan apresiasi (materi) yang diberikan kepada peneliti di negeri ini. Sangat mengenaskan. Butuh peningkatan. Ditambah lagi dengan kualitas lulusan kampus yang makin tidak bisa dijaga kesinambungannya.

Membuat dunia penelitian tenggelam.  Melalui kesempatan ini, saya mengajak sahabat semua yang punya minat menjadi peneliti, agar bisa memfokuskan diri pada bidang ini. Bikin penelitian, buat publikasi, kaitkan dengan masyarakat dan industri. Bikin model yang bisa jadi kebijakan. Dengan mengaitkan hasil penelitian dengan industri-kebijakan pemerintah-kesejahteraan masyarakat. hasil academia akan semakin nyata.

Henry Etkowitz menyebutnya dengan Triple Helix. Sebuah kolaborasi manis diantara semua stakeholder pembangunan. sebagai inti kaitan academia dengan industri sangat terkait dengan rekayasa industri, teknologi terbaru, sistem dan manajemen perusahaa>>produktifitas.

Kaitan academia dengan masyarakat antara lain inovasi sosial, teknologi aplikatif, penguatan kapasitas komunitas,edukasi,dan advokasi -> sejahtera. Kaitan academia dengan pemerintah adalah penguatan kelembagaan, supervisi kebijakan, rekomendasi strategi pembangunan –> daya saing.

Sangat banyak tentunya contoh-contoh lain bila ingin disebutkan, kita bisa diskusi lebih panjang. Tapi semangatnya seperti itu. Maka memang bila sahabat semua sedang mengerjakan tugas akhir, diseriuskan untuk jadi publikasi. Agar jadi manifestasi keilmuan.  Kebijakan @dikti mewajibkan tugas akhir jadi jurnal memang memiliki niat yang sangat baik.

Mungkin proses sosialisasinya kurang tepat. Semakin banyak jurnal ilmiah bagi sebuah kampus tentu akan menjadi nilai tambah buat kampus asalnya. Kesempatan publikasi Satu mahasiswa menghasilkan satu karya ilmiah. Disesuaikan dengan roadmap penelitian dari sebuah kampus. Sangat dahsyat. Dan memang harusnya pemerintah bisa kasih insentif buat peneliti muda yang bekarya. Seperti apresiasi materi dll.

Tugas akhir saya masuk ke jurnal nasional & saya presentasikan di konferensi internasional. Tapi tidak ada satupun bantuan pemerintah. Dilema jadinya, karena saya peneliti, saya mau saja susah payah upayakan paper untuk tugas akhir saya. Tapi buat mereka yang tidak ? pasti tidak mau.

Mari anak muda Indonesia. perkaya keilmuan negeri ini. Sekarang kita kenal dengan research university. next : entreprise univ!  Kampus tidak hanya sebagai riset dan menumpuk dokumen di perpus. Tapi bisa diaplikasikan ke stakeholder pembangunan lain.

Dari pena kita rangkai peradaban nusantara🙂 mari kita buat Indonesia Tersenyum.

, , , ,

  1. #1 by traduceri spaniola romana in brasov on November 2, 2012 - 7:42 PM

    When I first saw this title Menapaki Peradaban Melalui Pena heartcooler on google I just whent and bookmark it. Good day. Very nice web site!! Guy .. Excellent .. Amazing .. I’ll bookmark your web site and take the feeds additionally…I am glad to locate so much useful info here within the post. Thank you for sharing…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: