Cinta Adalah Pengorbanan

Cinta adalah salah 1 karunia termahal dari Allah. Banyak yang mencari,tapi tak semua menemukannya. Anugerah Sang Rahman untuk yang dipilih-Nya. Salah satunya,Ibrahim as; yang tak ingin cinta-Nya tergerus atau bahkan berpaling. Maka,ujian cinta dlm bentuk apapun ia lulus istimewa.

Dan cinta adalah pengorbanan. Cinta bukan klaim tanpa bukti. Ada ruh & pengakuan, ada simbol dan bukti verbal. Cinta bukan memiliki. Cinta itu merasakan & bukan sekedar “merasa” (GR). Cinta membuktikan bukan hanya terpendam. Cinta itu memberi & bukan hanya menuntut cinta. Kadang cinta bisa seperti bulan purnama.Terlihat utuh, bulat dan terang,Sempurna.

Tapi kadang seperti bulan sabit. Saat baru memulai cinta. Atau ketika nyaris kehabisan. Tapi ia tak pernah padam. Karena akan kembali membulat. Bertahanlah pada bulatan sinar purnama cinta. Bulatan yang makin diterangkan para kekasih-Nya. Bahkan yang paling dicintai-Nya. Kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu’alayhi wasallam, anak yatim yang pimpin dunia.

Mencintai si miskin dan lemah, sayangi yatim dan orang tua, bahkan mereka yang memusuhinya. Tak sekalipun dibalas dendam dan kebencian. Tentang istri-istri-Nya jangan tanya. Meski difitnah perturutkan nafsu, tapi yang terjadi sebaliknya.

Istri pertama yang paling dicintainya. Adalah janda yang umurnya 15 tahun diatasnya, istri keduanya sudah renta. istri ketiganya baru beranjak remaja. Zainab binti Jahsy adalah mantan istri anak angkatnya. Bukti lain ketundukan pada cinta yang lebih besar. Cinta yang perintahkannya dmikian.

Meski nabi & kekasih pilihan-Nya, tak berarti tiada prahara cinta.Sang Pipi Merah (humaira) bahkan pernah dituduh berselingkuh. Tapi biduk cinta tetap berlayar. Karena ada cinta yang lebih kuat.Kekuatan cinta lain yang melindunginya, serta kesucian mereka berdua.

Takutkah kita akan ada prahara cinta. Bisa jadi kita mencemaskannya. Tapi selama sumber & asupan cinta dari Sang Serba maha masih ada. Tak perlu terlalu gundah gulana. Semua akan berlabuh dengan damai. Bahkan akan menjadi kenangan dan bumbu kehidupan.

Kita bukan Nabi Muhammad. Tautan cinta kita juga bukan Aisyah, Khadijah, atau Zainab. Tapi mereka perlu dicontoh. Dalam hadapi prahara cinta dengan cinta yang lebih besar. Karena cinta adalah anugerah yang mahal. Banyak yang mencari tapi tak menemukan. Jagalah,karena Allah beri untuk dirawat, ditebar & ditumbuhkan.

Telaga cinta,siapa yang meminumnya atas seizin-Nya, (la tadhma’u ba’daha abadan) takkan pernah haus setelahnya. Telaga itu bernama Kautsar, telaga yang jadi kebanggaan Kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu’alayhi wasallam. Makin banyak yang meminumnya,syaitan makin sengsara.

Karena prestasi terbesarnya adalah memisahkan seseorang dari pasangan cintanya supaya saling membenci. Maka misinya jadi gagal. “Ya Rahman, karuniakan kami cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan segala hal yang menghantarkan cinta pada-Mu”.

Di antara penghancur cinta, adalah makhluk bernama “gender mainstreaming”. Waspadalah…

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: